DEIYAI [SINAR BEMO] – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah Kabupaten Deiyai, Anifian Edowai. Setelah dikenal sebagai penyanyi berbakat yang kerap meraih prestasi di berbagai ajang seni suara, kali ini Anifian sukses mengantar tim Musik Akustik Lokal asal Deiyai meraih Juara Favorit pada festival tingkat Provinsi Papua Tengah.
Menariknya, pencapaian tersebut diraih Anifian Edowai dalam debut pertamanya sebagai pelatih. Perempuan yang sehari-hari mengabdi sebagai guru honor di SD Inpres Waita Kotu, Distrik Tigi Timur, itu dipercaya melatih tim gabungan pelajar SMA dari Kabupaten Deiyai pada kategori Musik Akustik Lokal.
“Saya ditunjuk oleh Ibu Ice Pekei selaku Koordinator Umum Festival dari Deiyai untuk menjadi pelatih Musik Akustik Lokal. Awalnya saya cukup kaget karena ini pengalaman pertama saya menjadi pelatih. Tetapi puji Tuhan, bersama anak-anak kami bisa meraih Juara Favorit,” ujar Anifian Edowai kepada Sinar Bemo, Sabtu (27/6/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ani, sapaan akrabnya, menjelaskan bahwa dirinya bersama sembilan peserta telah menjalani latihan secara intensif sebelum tampil di ajang tersebut. Mereka membawakan dua lagu, yakni lagu wajib “Tanah Papua” karya almarhum Yance Rumbino yang diaransemen ke dalam bahasa daerah, serta lagu pilihan berjudul “Deiyai Maki”.
Menurutnya, pada lagu pilihan tersebut tim juga menambahkan beberapa lirik berbahasa Gowai sebagai pembuka lagu untuk memperkuat identitas budaya lokal Deiyai.
“Hasil dari latihan yang kami lakukan selama ini akhirnya membuahkan hasil. Puji Tuhan kami bisa meraih Juara Favorit,” katanya.
Anifian mengaku sangat bangga atas kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai pelatih. Pengalaman mendampingi para peserta sejak masa latihan hingga tampil di hadapan dewan juri menjadi pengalaman berharga yang tidak akan dilupakan.
Ia menilai generasi muda Deiyai memiliki potensi besar di bidang musik dan tarik suara. Karena itu, dirinya berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan seni musik di sekolah-sekolah.
“Saya berharap pemerintah bisa memberikan dukungan berupa paket alat musik tradisional maupun modern di setiap sekolah SMP dan SMA. Dengan begitu, kegiatan musik bisa terus dikembangkan dan menjadi wadah bagi anak-anak untuk menyalurkan bakat mereka,” ujarnya.
Menurut Ani, kehadiran fasilitas musik di sekolah tidak hanya melahirkan seniman muda, tetapi juga dapat membantu mengarahkan pelajar pada kegiatan-kegiatan positif.
“Sebagai seorang guru, saya melihat banyak sekali anak-anak Deiyai yang memiliki bakat musik dan menyanyi. Mari kita bersama-sama mendorong mereka agar ke depan mampu bersaing dengan generasi muda dari daerah lain,” katanya.
Di akhir wawancara, Anifian juga memberikan pesan kepada para pelajar agar terus mengembangkan bakat yang dimiliki dengan tekun berlatih dan tidak mudah menyerah.
“Khusus kepada anak-anak yang sudah tampil bersama saya, jangan patah semangat. Setelah kembali ke sekolah, teruslah berlatih dan mengembangkan kemampuan, baik di bidang musik, menyanyi maupun bidang lainnya,” pesannya.
Prestasi yang diraih tim Musik Akustik Lokal Deiyai ini menjadi bukti bahwa generasi muda Deiyai memiliki potensi besar di bidang seni dan budaya yang perlu terus didukung serta dikembangkan.














Komentar