Merawat Jati Diri, Intelektual Muda Mee Serukan Pelestarian Budaya Melalui MUSPASMEE

Sunday, 1 February 2026 - 22:50 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Step Yoeler Edowai, SH Intelektual Muda Mee

Step Yoeler Edowai, SH Intelektual Muda Mee

Deiyai [SINAR BEMO] — Penyelenggaraan Musyawarah Pastoral Suku Mee (MUSPASME) di Komopa mendapat apresiasi tinggi dari berbagai kalangan intelektual suku Mee. Di tengah arus modernisasi, kegiatan ini dinilai sebagai momentum krusial untuk membangkitkan kembali adat istiadat yang mulai pudar.

​Intelektual Muda Mee, Step Yoeler Edowai, SH, menegaskan bahwa hilangnya budaya adalah ancaman nyata bagi jati diri suku. “Jika adat istiadat hilang, kita kehilangan identitas. Dunia mengenal kita melalui budaya, dan kita mengenal diri kita sendiri melalui akar tradisi,” ungkapnya.

​Edowai menekankan pentingnya inklusivitas dalam pelestarian ini, di mana perbedaan agama tidak boleh menjadi penghalang. Sinergi antara pemangku adat dan penyelenggara pemerintahan sangat diperlukan demi menjamin keselamatan hidup dan keberlangsungan nilai-nilai suku Mee ke depan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Sebagai langkah konkret, Step Yoeler mengusulkan tiga poin utama untuk dipertimbangkan oleh pemerintah di empat kabupaten wilayah adat Mee:

​1. Penyelenggaraan Festival Budaya secara rutin dan meriah.

​2. Kebijakan Atribut Adat, yaitu penetapan hari khusus bagi aparatur sipil dan karyawan untuk berkantor menggunakan pakaian adat.

​3. Integrasi Kurikulum, berupa penguatan muatan lokal di sekolah-sekolah agar generasi penerus tetap mengenal akar budaya mereka.

​”Mari kita, seluruh stakeholder suku Mee, bersatu mendukung upaya ini. Saya mengucapkan selamat dan sukses atas terselenggaranya MUSPASME kepada Ketua Panitia, Bapak Yunus Kadepa, S.Pd, beserta seluruh jajarannya. Semoga Tuhan memberkati langkah besar ini,” tutup Step Yoeler.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Praktik Seni Budaya di SD YPPK St. Yoseph Widimei Jadi Sarana Melestarikan Budaya Lokal
Aleks Giyai Dorong Penguatan Regulasi Literasi di Deiyai Melalui Sosialisasi Gemar Membaca
Monitoring Kesbangpol Deiyai, Pemilihan Kepala Suku Mee Tingkat Kampung dan Distrik Perkuat Demokrasi Adat dan Persatuan Masyarakat
Deiyai Resmi Kantongi Hak Cipta Tiga Motif Batik Khas Daerah
Ujian Praktik Berbasis Budaya, Siswa SMP YPPGI Bomou Tampilkan Kearifan Lokal Suku Mee
Thedy Pekei: Konser 27 Maret Tandai Dimulainya Rangkaian Papua Reggae Festival Ke-XI
Gunakan Adat Mee, Bupati Yampit Nawipa Tutup MuspasMee VIII: “Gereja adalah Mitra Strategis Bangun Ekonomi Kerakyatan”
Semangat Natal di Kampung Kokobaya: Pemdes Salurkan Ternak hingga Bantuan Tunai

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Thursday, 11 June 2026 - 10:30 WIT

Praktik Seni Budaya di SD YPPK St. Yoseph Widimei Jadi Sarana Melestarikan Budaya Lokal

Thursday, 30 April 2026 - 18:48 WIT

Aleks Giyai Dorong Penguatan Regulasi Literasi di Deiyai Melalui Sosialisasi Gemar Membaca

Thursday, 23 April 2026 - 17:55 WIT

Monitoring Kesbangpol Deiyai, Pemilihan Kepala Suku Mee Tingkat Kampung dan Distrik Perkuat Demokrasi Adat dan Persatuan Masyarakat

Wednesday, 22 April 2026 - 03:41 WIT

Deiyai Resmi Kantongi Hak Cipta Tiga Motif Batik Khas Daerah

Saturday, 18 April 2026 - 05:58 WIT

Ujian Praktik Berbasis Budaya, Siswa SMP YPPGI Bomou Tampilkan Kearifan Lokal Suku Mee

Berita Terbaru

Kepala Dinas Sosial Yulita Mote, S.S bersama sejumlah kepala kampung saat musyawarah berlangsung di kantor Dinsos, Kamis, 18/6/2026.

Pemerintahan

Dinsos Deiyai Gelar Musyawarah Desa untuk Perbaiki Data Masyarakat

Thursday, 18 Jun 2026 - 21:01 WIT