Mama-Mama Papua Deiyai Segera Miliki Pasar Baru Setelah Puluhan Tahun Berjualan di Pinggir Jalan

Friday, 7 August 2026 - 00:12 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SINAR BEMO – Setelah bertahun-tahun mama-mama Papua menggelar dagangan di pinggir jalan, di depan toko, kios, bahkan di bahu jalan karena tidak memiliki pasar yang layak, harapan baru akhirnya mulai terwujud. Pemerintah Kabupaten Deiyai kini resmi membangun Pasar Mama-Mama Papua di Waghete sebagai pusat perdagangan rakyat yang diharapkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mengembalikan fungsi pasar tradisional di ibu kota kabupaten.

Pembangunan pasar tersebut telah dimulai sekitar dua minggu lalu. Proses pekerjaan fisik terus berjalan dan ditargetkan selesai dalam waktu kurang lebih empat bulan. Apabila seluruh tahapan pembangunan berlangsung sesuai rencana, pasar baru itu diharapkan dapat diresmikan pada Desember 2026 dan segera digunakan oleh masyarakat.

Kehadiran pasar ini menjadi kabar yang telah lama dinantikan, terutama oleh mama-mama Papua yang setiap hari menggantungkan penghidupan dari hasil kebun. Selama bertahun-tahun mereka menjual petatas, ubi, sayur-mayur, pinang, buah-buahan, serta berbagai hasil bumi lainnya di tempat yang seadanya karena tidak tersedia lokasi perdagangan yang representatif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Setiap pagi, sebelum matahari menyinari perbukitan Deiyai, mama-mama telah memikul noken berisi hasil panen dari kampung. Mereka berjalan jauh menuju Waghete dengan satu harapan sederhana, yaitu agar dagangan mereka laku dan dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Namun perjuangan itu harus dijalani di tengah keterbatasan fasilitas, panas matahari, hujan, hingga risiko keselamatan akibat berjualan di tepi jalan.

Pemerintah Kabupaten Deiyai menilai kondisi tersebut tidak boleh terus berlangsung. Karena itu, pembangunan Pasar Mama-Mama Papua menjadi salah satu langkah strategis untuk menyediakan ruang usaha yang lebih layak, aman, bersih, dan tertata bagi para pedagang tradisional.

Pembangunan pasar ini merupakan kelanjutan dari proses panjang yang telah dimulai sejak tahun sebelumnya. Pemerintah Kabupaten Deiyai lebih dahulu menyelesaikan seluruh proses pembebasan lahan dengan melakukan pembayaran kepada pemilik lokasi sebesar Rp4 miliar melalui mekanisme transfer pada Senin, 16 Juni 2025.

Pembayaran tersebut dilakukan secara terbuka dan disaksikan masyarakat melalui penyerahan simbolis di lapangan terbuka. Langkah itu diambil sebagai bentuk transparansi pemerintah sekaligus untuk menghindari berbagai polemik mengenai kepemilikan lahan yang berpotensi muncul di kemudian hari.

Dengan tuntasnya proses pembayaran lahan, pemerintah kemudian melanjutkan tahapan perencanaan hingga akhirnya pembangunan fisik dapat dimulai pada tahun 2026.

Lokasi Pasar Mama-Mama Papua dibangun tidak jauh dari kawasan pasar lama Waghete. Dahulu, lokasi tersebut menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat Deiyai. Namun seiring perkembangan waktu, kawasan pasar lama berubah menjadi permukiman serta pertokoan sehingga fungsi pasar tradisional perlahan menghilang.

Akibatnya, aktivitas perdagangan rakyat berpindah ke berbagai titik di pinggir jalan. Kondisi tersebut berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi salah satu persoalan yang terus dikeluhkan masyarakat.

Selain mengurangi kenyamanan pedagang dan pembeli, aktivitas jual beli di bahu jalan juga berdampak terhadap ketertiban kota. Arus kendaraan sering terganggu, ruang pejalan kaki menjadi terbatas, sementara kebersihan lingkungan menjadi tantangan tersendiri.

Keluhan inilah yang kemudian menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Deiyai. Melalui pembangunan pasar baru, pemerintah berharap seluruh aktivitas perdagangan rakyat dapat dipusatkan kembali pada satu kawasan yang lebih tertata sehingga wajah Kota Waghete menjadi lebih rapi, nyaman, dan aman.

Pasar Mama-Mama Papua nantinya diproyeksikan bukan hanya sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pedagang kecil, memperluas pemasaran hasil pertanian, sekaligus memperkuat ekonomi berbasis potensi kampung.

Bagi masyarakat Deiyai, pasar bukan sekadar bangunan yang terdiri atas kios dan los. Pasar adalah ruang kehidupan. Di sanalah hasil kerja keras petani bertemu dengan kebutuhan masyarakat. Di sanalah roda ekonomi berputar setiap hari, dari tangan petani kepada pedagang, lalu sampai kepada konsumen.

Pemerintah juga berharap pembangunan pasar baru akan memberikan dampak positif terhadap penataan kota secara keseluruhan. Ketika seluruh pedagang telah menempati lokasi yang disediakan, aktivitas perdagangan di pinggir jalan secara bertahap dapat dipindahkan sehingga kawasan pusat kota menjadi lebih tertib dan nyaman.

Lebih jauh lagi, pembangunan Pasar Mama-Mama Papua menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada infrastruktur berskala besar, tetapi juga menyentuh kebutuhan dasar masyarakat kecil yang selama ini menjadi penggerak utama ekonomi lokal.

Bagi mama-mama Papua, pasar baru itu adalah simbol penghargaan atas kerja keras mereka selama ini. Tempat yang selama puluhan tahun hanya menjadi impian, kini perlahan berdiri menjadi kenyataan.

Apabila seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal, maka Desember 2026 akan menjadi momentum bersejarah bagi Kabupaten Deiyai. Sebuah pasar baru akan dibuka, bukan hanya sebagai bangunan fisik, melainkan sebagai simbol harapan baru bagi ribuan masyarakat yang selama ini menanti tempat berdagang yang layak.

Pasar Mama-Mama Papua di Waghete diharapkan menjadi rumah baru bagi ekonomi rakyat, tempat di mana hasil bumi Deiyai dipasarkan dengan lebih baik, kesejahteraan masyarakat meningkat, dan pembangunan daerah benar-benar dirasakan hingga ke lapisan masyarakat paling bawah.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Musim Kemarau Berlanjut, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan Muara Kali Oneibo Deiyai
Handphone Bikin Anak Kecanduan, Belajar Pun Cepat Bosan
Peringati Hari Bumi, Bupati Deiyai Instruksikan Tertib Kerja dan Penguatan Kebersihan Lingkungan
Tim Harmonisasi Deiyai Tampung Aspirasi Masyarakat Mee di Kapiraya
Tim Harmonisasi Deiyai dan Dogiyai Desak Kolaborasi Mimika untuk Selesaikan Konflik Mee–Kamoro di Kapiraya
Suara dari Mogodagi: Masyarakat Kapiraya Desak Penegasan Batas Adat dan Keadilan Hukum
Akses Jalan Terhambat, Masyarakat Kapiraya Desak Percepatan Pembangunan Jalur Darat demi Pelayanan Publik
Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Friday, 7 August 2026 - 00:12 WIT

Mama-Mama Papua Deiyai Segera Miliki Pasar Baru Setelah Puluhan Tahun Berjualan di Pinggir Jalan

Thursday, 6 August 2026 - 14:21 WIT

Musim Kemarau Berlanjut, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan Muara Kali Oneibo Deiyai

Tuesday, 21 July 2026 - 06:36 WIT

Handphone Bikin Anak Kecanduan, Belajar Pun Cepat Bosan

Wednesday, 22 April 2026 - 11:03 WIT

Peringati Hari Bumi, Bupati Deiyai Instruksikan Tertib Kerja dan Penguatan Kebersihan Lingkungan

Wednesday, 11 March 2026 - 20:37 WIT

Tim Harmonisasi Deiyai Tampung Aspirasi Masyarakat Mee di Kapiraya

Berita Terbaru