Ujian Praktik Berbasis Budaya, Siswa SMP YPPGI Bomou Tampilkan Kearifan Lokal Suku Mee

Saturday, 18 April 2026 - 05:58 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deiyai [SINAR BEMO] — Suasana berbeda tampak di halaman SMP YPPGI Bomou pada Jumat (17/4/2026). Para siswa kelas III tidak hanya mengikuti ujian praktik, tetapi juga menampilkan kekayaan budaya lokal dalam mata pelajaran Prakarya dan Seni Budaya.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Sekolah, Yulian Pekei, S.Pd., yang dalam arahannya menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter melalui pelestarian budaya.

Ia mengajak para siswa untuk menjadikan budaya sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas sederhana seperti memasak dan makan secara tradisional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Melalui kegiatan ini, siswa belajar tentang kebersamaan, tanggung jawab, sekaligus menjaga warisan budaya yang kita miliki,” ungkapnya.

Guru mata pelajaran Prakarya dan Seni Budaya, Penike Pakage, S.Pd., menambahkan bahwa pendekatan praktik dipilih agar siswa lebih mudah memahami nilai-nilai budaya secara nyata.

Menurutnya, pembelajaran berbasis pengalaman langsung mampu menumbuhkan rasa cinta dan penghargaan terhadap budaya sendiri.

Dalam pelaksanaannya, siswa dibagi ke dalam empat kelompok yang masing-masing mengangkat tema berbeda. Mulai dari cerita adat tentang penyelesaian konflik dalam masyarakat Suku Mee, persoalan lingkungan terkait penebangan kayu bakar, hingga prosesi perkawinan adat yang menampilkan tradisi peminangan dan pemberian maskawin berupa megee.

Tak hanya itu, salah satu kelompok juga menampilkan drama kehidupan sehari-hari masyarakat Suku Mee, termasuk cara membuat api secara tradisional menggunakan alat sederhana seperti beko dan mamo.

Kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Kreativitas siswa terlihat dari cara mereka mengemas materi budaya menjadi pertunjukan yang menarik dan edukatif.

Melalui ujian praktik ini, SMP YPPGI Bomou tidak hanya menilai kemampuan siswa, tetapi juga menanamkan nilai-nilai budaya lokal sebagai identitas yang harus dijaga dan dilestarikan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Thedy Pekei: Konser 27 Maret Tandai Dimulainya Rangkaian Papua Reggae Festival Ke-XI
Gunakan Adat Mee, Bupati Yampit Nawipa Tutup MuspasMee VIII: “Gereja adalah Mitra Strategis Bangun Ekonomi Kerakyatan”
Merawat Jati Diri, Intelektual Muda Mee Serukan Pelestarian Budaya Melalui MUSPASMEE
Semangat Natal di Kampung Kokobaya: Pemdes Salurkan Ternak hingga Bantuan Tunai
Gelombang Reggae Mengguncang Papua: Kisah Perjuangan King Reggae Gorby TCR Hadirkan Lucky Dube Band
Akhiri pelayanan 2025, Ini Harapan Kepala Budpar Deiyai
Dekranasda Deiyai Tetapkan Juara Sayembara Batik Mee, Siap Kembangkan Museum dan Pasar Suvenir
Lomba Barapen Nabire Kabupaten Deiyai Diumumkan sebagai Juara I se-Provinsi Papua Tengah

Berita Terkait

Saturday, 18 April 2026 - 05:58 WIT

Ujian Praktik Berbasis Budaya, Siswa SMP YPPGI Bomou Tampilkan Kearifan Lokal Suku Mee

Tuesday, 24 March 2026 - 15:31 WIT

Thedy Pekei: Konser 27 Maret Tandai Dimulainya Rangkaian Papua Reggae Festival Ke-XI

Monday, 9 February 2026 - 11:50 WIT

Gunakan Adat Mee, Bupati Yampit Nawipa Tutup MuspasMee VIII: “Gereja adalah Mitra Strategis Bangun Ekonomi Kerakyatan”

Sunday, 1 February 2026 - 22:50 WIT

Merawat Jati Diri, Intelektual Muda Mee Serukan Pelestarian Budaya Melalui MUSPASMEE

Tuesday, 23 December 2025 - 16:16 WIT

Semangat Natal di Kampung Kokobaya: Pemdes Salurkan Ternak hingga Bantuan Tunai

Berita Terbaru

Penyerahan DPA 2026 oleh Dinas Kesehatan Deiyai menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kinerja, transparansi, dan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.

Kesehatan

Penyerahan DPA Jadi Momentum Penguatan Kinerja Dinkes Deiyai

Friday, 17 Apr 2026 - 12:37 WIT