DEIYAI, SINAR BEMO – Panitia Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Kabupaten Deiyai menggelar technical meeting lomba Vokal Grup dan Musik Akustik bersama seluruh peserta di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai, Rabu (22/7/2026).
Kegiatan dipimpin Ketua Panitia HUT RI Kabupaten Deiyai, Ruben Mote, didampingi Koordinator Seksi Lomba, Andreas Mote, guna memberikan penjelasan mengenai aturan, ketentuan lomba, serta menyamakan pemahaman seluruh peserta sebelum perlombaan dimulai.
Dalam pertemuan tersebut, Kordinator Seksi lomba Andreas Mote menjelaskan bahwa lomba musik akustik tahun ini mengangkat konsep pelestarian budaya daerah melalui perpaduan musik tradisional Papua dengan sentuhan aransemen modern. Peserta diharapkan mampu menampilkan karya yang tetap mempertahankan karakter musik tradisional sebagai identitas utama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mote juga menjelaskan materi lomba meliputi komposisi musik atau aransemen lagu-lagu daerah Meewo/Deyai dan Papua secara umum yang dikemas secara kreatif tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya lokal.
Selain itu, peserta wajib membawakan satu lagu wajib yang telah ditetapkan panitia serta satu lagu pilihan. Untuk lagu pilihan, panitia memberikan kebebasan kepada peserta dalam menentukan lagu maupun aransemen, sepanjang tetap menonjolkan nuansa musik akustik dan unsur budaya Papua.
Pada sesi diskusi, sejumlah peserta mengajukan pertanyaan terkait penggunaan aransemen musik, lagu pilihan, hingga kemungkinan musisi tampil pada lebih dari satu grup. Menanggapi hal tersebut, panitia menegaskan bahwa setiap peserta hanya diperbolehkan tergabung dalam satu grup dan tidak diperkenankan merangkap di kelompok lain.
Panitia juga menetapkan jumlah personel dalam satu grup berkisar 5 hingga 15 orang, dengan durasi penampilan 5 sampai 15 menit. Seluruh peserta diwajibkan mengenakan busana yang rapi dan sopan saat tampil di panggung.
Dalam kesempatan itu, panitia meminta seluruh grup menyerahkan teks lagu pilihan sebelum pelaksanaan lomba sesuai jadwal yang telah ditentukan agar dapat diverifikasi lebih awal.
Panitia turut menegaskan bahwa peserta lomba berasal dari Kabupaten Deiyai dan tidak diperkenankan melibatkan personel dari kabupaten lain. Kebijakan tersebut bertujuan memberi ruang kepada talenta lokal untuk berkembang sekaligus menjadi ajang pembinaan generasi muda di bidang seni budaya.
Melalui technical meeting ini, panitia berharap seluruh peserta memahami aturan lomba sehingga pelaksanaan perlombaan dapat berlangsung tertib, adil, dan menjadi momentum pelestarian seni budaya Papua dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Deiyai.













Komentar