DEIYAI, SINAR BEMO — Pemerintah Kabupaten Deiyai terus mematangkan langkah penanganan dampak kekeringan dan musim kemarau dengan memperkuat koordinasi lintas instansi. Fokus utama penanganan adalah memastikan ketersediaan dan pendistribusian air bersih kepada masyarakat di wilayah yang mengalami kesulitan mendapatkan air.
Langkah tersebut dibahas dalam rapat Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kekeringan/Kemarau yang berlangsung di Aula Rapat Bagian Umum Setda Kabupaten Deiyai, Senin (31/8/2026).
Rapat melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Deiyai, BPBD, perangkat daerah, pemerintah distrik, TNI, Polri, serta sejumlah pihak terkait lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam rapat tersebut, seluruh peserta membahas kondisi terkini di lapangan, pendataan wilayah yang membutuhkan air, ketersediaan sumber air, serta kesiapan kendaraan dan fasilitas pendukung untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Sebelumnya, aksi kemanusiaan telah lebih dahulu dilakukan melalui pendistribusian air kepada masyarakat di wilayah Yomeni, Kampung Waghete 1. Kegiatan tersebut dilakukan dengan melibatkan Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai dan Kodim 1703/Deiyai.
Selain persoalan kebutuhan air, pemerintah daerah bersama Satpol PP dan BPBD juga telah melakukan penanganan terhadap sejumlah titik api yang muncul selama musim kemarau. Upaya pemadaman dilakukan sebagai langkah antisipasi agar api tidak meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.
Bupati: Cari Sumber Air dan Segera Distribusikan
Bupati Deiyai dalam arahannya menegaskan bahwa tim harus segera mengidentifikasi kampung-kampung yang membutuhkan air serta memastikan sumber air yang aman untuk dimanfaatkan dan didistribusikan kepada masyarakat.
“Kita cari sumber air. Kita beli, dan kita distribusikan ke masyarakat. Cari sumber air yang tidak bermasalah. Yang juga warga Nusantara atau pendatang bisa ambil untuk dibagikan kepada masyarakat yang terdampak kemarau,” ujar Bupati.
Ia meminta seluruh pihak membangun komunikasi dan negosiasi yang baik dengan pemilik atau pengelola sumber air agar kebutuhan masyarakat dapat segera dipenuhi.
Menurut Bupati, pendistribusian air juga harus didahului dengan sosialisasi kepada masyarakat agar pelaksanaan di lapangan dapat berjalan tertib dan tepat sasaran.
“Tadi sudah ada 17 mobil. Tim punya tugas mencari sumber air yang aman. Sebelum dibagikan harus ada semacam sosialisasi,” katanya.
Bupati menegaskan bahwa data mengenai kebutuhan air, wilayah terdampak, sumber air, dan fasilitas pendukung harus segera disatukan sebelum pelaksanaan distribusi dilakukan secara lebih luas.
Kodim Sudah Salurkan Air
Dandim 1703/Deiyai, Inf. M. Abli Aufa, S.H., mengatakan pihaknya telah mengambil langkah awal dengan menyalurkan air kepada masyarakat di Yomeni, Kampung Waghete 1.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca yang masih belum menentu.
Berdasarkan pendataan sementara, terdapat sekitar 17 kendaraan tangki air yang berpotensi mendukung pendistribusian air kepada masyarakat, termasuk kendaraan yang disiapkan oleh Kodim.
“Kita tetap antisipasi karena perkiraan cuaca ini tidak pasti. Puji Tuhan, kemarin kita sudah mulai dari hari Sabtu sampai besok hari Rabu, seperti di Yomeni. Setelah didata, ada sekitar 17 mobil tangki air yang biasa muat air untuk dijual, termasuk kendaraan Kodim yang sudah ada,” jelas Dandim.
Ia berharap seluruh stakeholder dapat mengambil bagian dalam penanganan dampak kekeringan tersebut.
“Harapnya peran serta dari semua stakeholder. Kami akan tetap lanjutkan. Setidaknya semua ini adalah misi kemanusiaan. Pelayanan untuk masyarakat adalah 24 jam,” tegasnya.
Polres Siap Dukung Penanganan
Sementara itu, Kapolres Deiyai, Kompol Sarifudin Ahmad, menyatakan kesiapan jajaran Polres Deiyai untuk mendukung Pemerintah Kabupaten Deiyai dalam penanganan dampak kekeringan.
Kapolres menyebut Deiyai sebenarnya memiliki potensi sumber air yang cukup. Namun, menurutnya, diperlukan pengelolaan yang baik agar sumber air yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.
“Sebenarnya di Deiyai ini tidak kekurangan air. Hanya pengelolaan saja. Air danau juga sangat baik untuk dipakai untuk kebutuhan tertentu,” ujarnya.
Polres Deiyai juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung, termasuk mesin pompa air atau Alkon, selang, serta kendaraan yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan di lapangan.
“Kami juga sudah siapkan fasilitas Alkon, selang. Kalau kendaraan ada. Pada intinya kami siap membantu Pemkab untuk menangani masalah ini,” katanya.
BPBD Pastikan Data Wilayah Terdampak Sudah Tersedia
Kepala BPBD Kabupaten Deiyai, Emanuel Doo, mengatakan pendataan mengenai titik-titik kebutuhan air telah dilakukan sehingga tim dapat segera melanjutkan pekerjaan di lapangan.
“Soal titik air sudah jelas. Sekarang tim tinggal kerja. Soal data sudah aman. Tinggal fasilitas saja yang kurang,” ungkapnya.
Menanggapi laporan tersebut, Bupati meminta agar seluruh data dari Kodim 1703/Deiyai, Polres Deiyai dan BPBD disatukan dan diklarifikasi kembali.
Data tersebut harus memuat secara rinci kampung-kampung yang membutuhkan air, jumlah kebutuhan masyarakat, lokasi sumber air, serta fasilitas dan kendaraan yang dapat digunakan dalam proses distribusi.
Bupati juga menegaskan bahwa keberadaan 17 kendaraan tangki yang telah terdata belum berarti seluruh kebutuhan penanganan telah terpenuhi.
Ia mengajak kepala perangkat daerah dan pemerintah kampung untuk turut memberikan dukungan terhadap aksi kemanusiaan tersebut.
“Bukan berarti 17 itu sudah cukup. Tapi kalau ada kepala-kepala dinas yang mau menyumbangkan untuk bantuan ini bisa juga menyumbangkannya. Saya harap ada bantuan juga dari desa-desa,” ujar Bupati.
Bupati meminta agar proses pendataan dan pelaksanaan penanganan melibatkan kepala suku serta seluruh pihak terkait agar bantuan benar-benar menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Pertemuan berikut harus sudah klir. Data harus sedetail mungkin. Gandeng kepala suku. Pihak-pihak terkait harus ditemui. Hari Rabu kita ketemu lagi dan saya harap semua sudah klir,” tegasnya.
Di akhir rapat, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam penanganan dampak kekeringan, khususnya Kodim 1703/Deiyai dan Polres Deiyai yang telah lebih dahulu mengambil langkah membantu masyarakat.
“Terima kasih semua sudah datang untuk aksi kemanusiaan ini. Saya sangat apresiasi kepada Kodim dan Polres yang sudah melangkah lebih cepat dari saya. Hari Rabu saya harap sudah klir dan kita eksekusi,” pungkasnya.
Dengan penyatuan data dan penguatan koordinasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap pendistribusian air kepada masyarakat terdampak kekeringan dapat segera dilaksanakan secara cepat, terarah, dan tepat sasaran.













Komentar