DEIYAI, SINAR BEMO— Pemerintah Kabupaten Deiyai terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembangunan sarana penunjang bagi para pelajar dan mahasiswa. Salah satu upaya yang kini menjadi perhatian pemerintah daerah adalah pembangunan asrama.
Bupati Deiyai, Melkianus Mote, mengatakan saat ini pemerintah daerah sedang membangun Asrama SMPTK Baida Troutman Gakokebo. Selain itu, pemerintah juga berencana membangun satu asrama lagi di kawasan Epadoutou, Kampung Bomou.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat menanggapi pandangan umum yang disampaikan oleh anggota DPRK Deiyai, Yason Edowai dari Fraksi PKB, terkait pembangunan asrama mahasiswa di luar Papua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Deiyai dalam rangka pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Aula Sekretariat DPRK Deiyai, Kamis (13/8/2026).
Dalam tanggapannya, Bupati menegaskan bahwa pembangunan Asrama SMPTK Baida Troutman Gakokebo didasarkan pada pertimbangan historis dan kontribusi lembaga tersebut dalam melahirkan banyak tokoh intelektual, khususnya dari kalangan Gereja Kemah Injil (Kingmi).
“Kami membangun Asrama SMPTK Baida Troutman Gakokebo karena dari tempat itu banyak intelektual Kingmi lahir,” ujar Bupati.
Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan rencana pembangunan asrama di kawasan Epadoutou, Kampung Bomou.
Menurutnya, salah satu lokasi yang sempat dipertimbangkan adalah kawasan Antiokhia. Akan tetapi, setelah dilakukan peninjauan, lokasi tersebut diketahui berada di bawah kewenangan Klasis Tigi.
“Kami juga akan membangun asrama di Bomou, tepatnya di Epadoutou. Saya sudah menanyakan lokasi di Antiokhia, tetapi lokasi itu merupakan milik Klasis Tigi,” katanya.
Mote mengatakan kita pikirkan secara umum atau Kordinator supaya semua klasis bisa tampung disitu.
Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada denominasi gereja lainnya. Ia menegaskan bahwa untuk sementara waktu, pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan dua asrama tersebut.
“Saya mohon maaf kepada denominasi gereja yang lain karena untuk saat ini saya fokus pada dua asrama ini,” tuturnya.
Pembangunan asrama tersebut diharapkan dapat menjadi sarana pendukung bagi generasi muda di Kabupaten Deiyai dalam mengakses pendidikan yang lebih baik, sekaligus menjadi investasi jangka panjang dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas.













Komentar