DEIYAI, SINAR BEMO — Sejumlah Taman Kanak-Kanak (TK) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kabupaten Deiyai mengikuti karnaval dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (12/8/2026).
Karnaval tersebut dimulai dari Aula Tuyana dan berakhir di halaman Kantor Bupati Deiyai. Kegiatan berlangsung meriah dengan diikuti anak-anak dari berbagai lembaga pendidikan usia dini bersama para guru dan pendamping.
Sejumlah TK/PAUD yang ambil bagian dalam kegiatan tersebut antara lain KB Theresia Widimei, TK YPPGI, TK Wookebada, TK Pelangi Kasih, PAUD Emudai, TK Komugai, TK Emudai, dan TK Yapis Ash Siddiq.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setibanya di halaman Kantor Bupati Deiyai, para peserta disambut langsung oleh Bupati Deiyai, Melkianus Mote, S.T.
Dalam sambutannya, Bupati terlebih dahulu mengajak seluruh peserta untuk memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan karena kegiatan dapat berlangsung dalam kondisi cuaca yang cerah.
“Adik-adik, selamat datang di halaman Kantor Bupati,” ujar Mote.
Di hadapan anak-anak, Bupati juga mengajak mereka bercita-cita dan menanyakan berbagai profesi yang ingin mereka capai di masa depan, mulai dari pilot, dokter, guru, bupati, anggota DPR, pendeta, pastor hingga ustaz.
Menurutnya, pertanyaan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong anak-anak sejak dini untuk memiliki cita-cita dan semangat belajar.
Mote menyampaikan apresiasi kepada panitia, guru, serta seluruh pihak yang telah mempersiapkan kegiatan karnaval sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Deiyai.
Ia menegaskan, pemerintah daerah memberikan perhatian terhadap keberlangsungan pendidikan anak usia dini. PAUD dan TK yang aktif dalam proses belajar mengajar akan menjadi perhatian pemerintah, baik dari sisi fasilitas maupun tenaga pendidik.
“Kita akan prioritaskan PAUD yang aktif, baik fasilitas maupun guru. Ini akan menjadi perhatian kita bersama,” katanya.
Bupati juga mengatakan telah meminta tim terkait untuk melakukan pendataan dan identifikasi terhadap PAUD yang aktif, termasuk kondisi fasilitas serta tenaga pengajarnya.
Menurut dia, dukungan pemerintah tidak hanya diberikan dalam satu kesempatan, tetapi perlu dilakukan secara bertahap sesuai kebutuhan dan hasil identifikasi di lapangan.
“Kita lihat dulu PAUD-PAUD yang sekarang aktif, apa yang pemerintah daerah bisa bantu. Bukan satu kali kita bantu, tetapi akan kita lihat secara bertahap,” jelasnya.
Selain fasilitas pendidikan, Mote juga meminta agar tenaga pengajar di PAUD didata dan diperhatikan. Ia menilai kualitas pendidikan tidak hanya ditentukan oleh gedung dan fasilitas, tetapi juga oleh guru yang mendampingi anak-anak dalam proses pembelajaran.
Ia juga menyampaikan bahwa pembayaran hak guru PAUD menjadi perhatian pemerintah daerah. Khusus bagi guru PAUD, ia mengaku telah meminta agar proses pembayaran mulai diproses.
Lebih jauh, Bupati berharap kegiatan karnaval PAUD/TK dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun mendatang. Ia bahkan mendorong agar seluruh PAUD di Kabupaten Deiyai dapat terlibat sehingga kegiatan semakin meriah.
Ke depan, kegiatan serupa juga diharapkan dapat melibatkan peserta didik tingkat SD dan SMP dalam agenda yang disesuaikan dengan kondisi dan usia anak.
Mote menekankan pentingnya pendidikan usia dini dalam membentuk karakter anak. Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai sejak PAUD karena ketika anak telah memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi, karakter dasar mereka sudah mulai terbentuk.
“Kalau kita mau ajar anak SMA, karakternya sudah terbentuk. Jadi memang kita mulai dari PAUD supaya karakternya terbentuk,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah akan terus memberikan perhatian terhadap sektor pendidikan sebagai salah satu fondasi pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Deiyai.
Bupati kemudian menyampaikan terima kasih kepada panitia dan para guru yang telah berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kita mulai dari PAUD karena pendidikan ini nomor satu,” pungkasnya.













Komentar