Perekda Deiyai Angkat Cita Rasa Kuliner Tradisional di Festival TIFA

Sunday, 5 July 2026 - 03:03 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Perwakilan Perekda Setda Deiyai, Elisabeth Helena Aibekop pada saat Cooking Live.

Perwakilan Perekda Setda Deiyai, Elisabeth Helena Aibekop pada saat Cooking Live.

DEIYAI [SINAR BEMO] – Stand Kabupaten Deiyai kembali mencuri perhatian pengunjung Timika Inside Festival of Art (TIFA) 2026. Kali ini, Bagian Perekonomian Daerah (Perekda) Setda Kabupaten Deiyai mendapat kesempatan menampilkan live cooking atau memasak langsung makanan khas Deiyai, Sabtu (5/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kepala Sub Bagian Investasi Perekda Deiyai, Elisabeth Helena Aibekob, didampingi stafnya Lena Edowai, memperkenalkan beragam kuliner tradisional yang selama ini menjadi makanan khas masyarakat Mee.

Beberapa menu yang dimasak antara lain nota atau petatas ungu, uguboo (sayur hitam), udi (udang), ikan mas dari Danau Tigi, serta sambal dan jus emo buwaa atau buah terong belanda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua bahan yang saya masak ini kami bawa langsung dari Deiyai,” kata Elisabeth yang akrab disapa Mama Elisabeth di hadapan ratusan pengunjung di halaman Gedung Eme Neme Yauware.

Tak hanya bahan utama, berbagai sayuran seperti sawi putih, daun jipang, wortel, hingga bumbu dapur berupa bawang merah, bawang putih, cabai, dan jahe juga dibawa langsung dari Deiyai agar cita rasanya tetap asli.

Menurut Mama Elisabeth, Papua memiliki banyak makanan tradisional yang layak diperkenalkan kepada masyarakat luas. Khusus di wilayah Meepago, seperti Deiyai, Dogiyai, dan Paniai, kuliner tradisional memiliki banyak kesamaan dan berpotensi menjadi peluang usaha.

“Dari dulu makanan seperti ini sudah membesarkan banyak orang. Potensinya sangat besar kalau terus dikembangkan,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda mulai mencintai dan mengembangkan kuliner tradisional sebagai usaha yang bisa meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus menjaga warisan budaya.

Suasana live cooking berlangsung meriah. Pemandu acara aktif mengajak Mama Elisabeth berbincang, sementara pengunjung antusias bertanya tentang bahan dan cara memasak makanan khas Deiyai.

Setelah masakan selesai, hidangan dibagikan secara gratis kepada 10 pengunjung yang berhasil menjawab pertanyaan. Sejumlah pejabat yang hadir juga ikut mencicipi sajian khas tersebut.

Ketua Dekranasda Kabupaten Deiyai, Fransina Rumbiak Mote, memberikan apresiasi atas penampilan Perekda Deiyai yang berhasil memperkenalkan kuliner daerah kepada masyarakat Timika.

“Keren sekali. Saya bangga dan sangat mengapresiasi. Ini luar biasa,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Semuel Yogi. Menurutnya, langkah Perekda Deiyai memperkenalkan makanan tradisional merupakan cara yang baik untuk mempromosikan potensi daerah sekaligus melestarikan budaya.

“Potensi kuliner dari wilayah Mee sangat luar biasa. Kami mengapresiasi Perekda Deiyai yang sudah memperkenalkannya kepada masyarakat melalui Festival TIFA,” ujar Yogi.

Ia berharap kuliner tradisional terus dikembangkan agar tidak hilang dan dapat menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, seluruh tim Kabupaten Deiyai ikut memberikan dukungan. Hadir di antaranya Ketua Dekranasda Fransina Rumbiak Mote, Wakil Ketua TP-PKK Deiyai Apiana Pigome Badii, serta seluruh tim yang mengikuti Festival TIFA 2026.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Prestasi Gemilang! Deiyai Sapu Bersih Sejumlah Penghargaan di Festival TIFA 2026
Dua Kali Berturut-turut, Dekranasda Deiyai Sabet Juara Umum Festival TIFA 2026
Pertama Kali Jadi Pelatih, Anifian Edowai Antar Tim Musik Akustik Lokal Deiyai Raih Juara Favorit di Festival Tingkat Provinsi
Praktik Seni Budaya di SD YPPK St. Yoseph Widimei Jadi Sarana Melestarikan Budaya Lokal
Aleks Giyai Dorong Penguatan Regulasi Literasi di Deiyai Melalui Sosialisasi Gemar Membaca
Monitoring Kesbangpol Deiyai, Pemilihan Kepala Suku Mee Tingkat Kampung dan Distrik Perkuat Demokrasi Adat dan Persatuan Masyarakat
Deiyai Resmi Kantongi Hak Cipta Tiga Motif Batik Khas Daerah
Ujian Praktik Berbasis Budaya, Siswa SMP YPPGI Bomou Tampilkan Kearifan Lokal Suku Mee

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sunday, 5 July 2026 - 03:22 WIT

Prestasi Gemilang! Deiyai Sapu Bersih Sejumlah Penghargaan di Festival TIFA 2026

Sunday, 5 July 2026 - 03:03 WIT

Perekda Deiyai Angkat Cita Rasa Kuliner Tradisional di Festival TIFA

Saturday, 4 July 2026 - 08:08 WIT

Dua Kali Berturut-turut, Dekranasda Deiyai Sabet Juara Umum Festival TIFA 2026

Saturday, 27 June 2026 - 20:07 WIT

Pertama Kali Jadi Pelatih, Anifian Edowai Antar Tim Musik Akustik Lokal Deiyai Raih Juara Favorit di Festival Tingkat Provinsi

Thursday, 11 June 2026 - 10:30 WIT

Praktik Seni Budaya di SD YPPK St. Yoseph Widimei Jadi Sarana Melestarikan Budaya Lokal

Berita Terbaru