DEIYAI [SINAR BEMO] – BVR Production resmi menjadi label musik digital yang berbasis di Papua Pegunungan. Kabar tersebut disampaikan oleh pendiri BVR Production, Samuel Pigai, melalui unggahan di akun Facebook pribadinya pada Sabtu (4/7/2026).
Dalam pernyataannya, Samuel menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sehingga BVR Production kini telah resmi terdaftar sebagai label musik digital yang memiliki akses untuk mendistribusikan karya musik ke berbagai platform streaming digital (Digital Streaming Platform/DSP), baik di tingkat nasional maupun internasional.
Menurut Samuel, pencapaian ini menjadi langkah penting bagi BVR Production untuk ikut membangun industri musik yang profesional, kreatif, dan mampu bersaing. Melalui label tersebut, pihaknya ingin memberi ruang bagi musisi asal Papua Pegunungan agar karya mereka bisa dikenal lebih luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di mancanegara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, BVR Production tidak hanya berperan sebagai label musik, tetapi juga menjadi wadah bagi para musisi, penyanyi, pencipta lagu, dan talenta kreatif dalam proses pembinaan, produksi, hingga distribusi karya secara resmi di berbagai platform musik digital.
Samuel mengatakan Papua Pegunungan memiliki banyak talenta musik yang layak mendapat kesempatan untuk berkembang. Karena itu, BVR Production berkomitmen membuka peluang kolaborasi dan mendukung para musisi lokal agar mampu menghasilkan karya yang berkualitas.
“Kami percaya Papua Pegunungan memiliki kekayaan talenta dan identitas musikal yang luar biasa. Kami ingin membawa warna musik Papua ke panggung yang lebih luas,” tulis Samuel dalam unggahannya.
Di akhir pernyataannya, ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan dan kepercayaan kepada BVR Production. Ia berharap label musik tersebut dapat menjadi berkat bagi perkembangan industri musik di Papua serta melahirkan karya-karya yang menginspirasi generasi mendatang.
BVR Production mengusung slogan “One Vision. One Sound. From Papua Highlands to the World.”













Komentar