Hentikan Provokasi di Media Sosial, Pemuda Katolik Deiyai Desak Penyelesaian Damai Batas Wilayah

Friday, 27 February 2026 - 04:45 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Pemuda Katolik Deiyai, Ruben Mote bersama rekan-rekannya.

Ketua Pemuda Katolik Deiyai, Ruben Mote bersama rekan-rekannya.

DEIYAI [SINAR BEMO] – Ketua Pemuda Katolik Komisariat Cabang (Komcab) Deiyai, Ruben Mote, mengeluarkan pernyataan tegas terkait dinamika perselisihan batas wilayah yang belakangan ini memanas di media sosial. Ia meminta seluruh pihak, terutama kelompok intelektual dan masyarakat dari wilayah Timika, untuk berhenti mengunggah konten atau melakukan aksi-aksi yang dapat memperkeruh suasana.

​Ruben menyoroti banyaknya akun media sosial tidak bertanggung jawab yang sengaja “mengobarkan” masalah ini setiap hari. Menurutnya, tindakan tersebut hanya akan mengorbankan rakyat kecil di lapangan. Ia menegaskan bahwa sejarah perbatasan antara Suku Mee dan Suku Kamoro sebenarnya sudah dipahami dengan jelas oleh para tua-tua adat dari kedua belah pihak sejak zaman dulu.

​”Kami dari Pemuda Katolik Deiyai dengan tegas meminta agar tidak ada lagi video atau aksi provokatif yang diciptakan. Biarkan proses penyelesaian masalah adat dan batas wilayah ini difasilitasi oleh Pemerintah Daerah agar ditemukan solusi yang tepat dan aman,” ujar Ruben Mote.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Selain masalah batas, Ruben juga menuntut adanya klarifikasi menyeluruh terkait kerugian yang terjadi akibat konflik ini, baik korban manusia Pdt. Neles Peuki maupun kerusakan aset pemerintah di Distrik Kapiraya. Ia menekankan bahwa Kapiraya memiliki sejarah panjang dengan wilayah Paniai dan Deiyai, sehingga penyelesaiannya harus merujuk pada sejarah adat yang murni.

​Ia berharap tim penyelesaian yang diturunkan nantinya benar-benar melibatkan tua-tua adat yang paham sejarah. “Jangan ada pembiaran. Kami minta penegak hukum segera mendata semua korban dan aset yang rusak. Masalah ini besar, dan hanya bisa selesai jika semua pihak menahan diri dari komentar tidak benar di media sosial,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anace Yuppy Minta Bupati Mimika Hentikan Rencana Pembangunan Kota Baru di Kapiraya
Mama-Mama Papua Deiyai Segera Miliki Pasar Baru Setelah Puluhan Tahun Berjualan di Pinggir Jalan
Musim Kemarau Berlanjut, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan Muara Kali Oneibo Deiyai
Handphone Bikin Anak Kecanduan, Belajar Pun Cepat Bosan
Peringati Hari Bumi, Bupati Deiyai Instruksikan Tertib Kerja dan Penguatan Kebersihan Lingkungan
Tim Harmonisasi Deiyai Tampung Aspirasi Masyarakat Mee di Kapiraya
Tim Harmonisasi Deiyai dan Dogiyai Desak Kolaborasi Mimika untuk Selesaikan Konflik Mee–Kamoro di Kapiraya
Suara dari Mogodagi: Masyarakat Kapiraya Desak Penegasan Batas Adat dan Keadilan Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sunday, 23 August 2026 - 06:56 WIT

Anace Yuppy Minta Bupati Mimika Hentikan Rencana Pembangunan Kota Baru di Kapiraya

Friday, 7 August 2026 - 00:12 WIT

Mama-Mama Papua Deiyai Segera Miliki Pasar Baru Setelah Puluhan Tahun Berjualan di Pinggir Jalan

Thursday, 6 August 2026 - 14:21 WIT

Musim Kemarau Berlanjut, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan Muara Kali Oneibo Deiyai

Tuesday, 21 July 2026 - 06:36 WIT

Handphone Bikin Anak Kecanduan, Belajar Pun Cepat Bosan

Wednesday, 22 April 2026 - 11:03 WIT

Peringati Hari Bumi, Bupati Deiyai Instruksikan Tertib Kerja dan Penguatan Kebersihan Lingkungan

Berita Terbaru