KKR dan Pembubaran Panitia Tutup Penerimaan Pemuda Baru Jemaat Kingmi Efata

Tuesday, 1 September 2026 - 04:53 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata, Klasis Nabire Koordinator Teluk Cenderawasih, menutup seluruh rangkaian kegiatan Penerimaan Pemuda dan Pemudi Baru Tahun 2026 melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dirangkaikan dengan pembubaran panitia di Gedung Gereja Kingmi Efata, Nabire, Minggu (30/8/2026).

Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata, Klasis Nabire Koordinator Teluk Cenderawasih, menutup seluruh rangkaian kegiatan Penerimaan Pemuda dan Pemudi Baru Tahun 2026 melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dirangkaikan dengan pembubaran panitia di Gedung Gereja Kingmi Efata, Nabire, Minggu (30/8/2026).

NABIRE, SINAR BEMO — Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata, Klasis Nabire Koordinator Teluk Cenderawasih, resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan Penerimaan Pemuda dan Pemudi Baru Tahun 2026 melalui Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) yang dirangkaikan dengan pembubaran panitia.

Kegiatan penutupan tersebut berlangsung di Gedung Gereja Kingmi Efata, Nabire, Minggu (30/8/2026), setelah sebelumnya panitia melaksanakan berbagai tahapan kegiatan, mulai dari pencarian dana, seminar, orientasi hingga proses penerimaan anggota baru.

Ibadah KKR dihadiri oleh tiga unsur komisi di lingkungan Jemaat Kingmi Efata, yakni Komisi Perkaria, Komisi Pelayanan Perempuan dan Komisi Sekolah Minggu. Selain itu, kegiatan tersebut juga diikuti seluruh anggota jemaat serta anak-anak Tuhan yang hadir.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelaksanaan kegiatan dipandu oleh seorang mahasiswa STT Menase Edowai selaku protokoler. Dalam pengantarnya, ia menjelaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah disusun secara terarah agar dapat berlangsung tertib dan teratur.

Adapun rangkaian kegiatan meliputi pembukaan, laporan panitia, sambutan-sambutan, ibadah inti KKR, pembubaran panitia, penyerahan sertifikat dan Surat Keputusan (SK) panitia, hingga penutupan.

Menurutnya, KKR dan pembubaran panitia menjadi bagian penting dalam mengakhiri seluruh tugas Panitia Penerimaan Pemuda dan Pemudi Baru Jemaat Kingmi Efata Tahun 2026.

Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan, persatuan dan semangat pelayanan di antara seluruh pemuda dan pemudi serta warga Jemaat Kingmi Efata.

Romandus Yeimo Ajak Pemuda Tinggalkan Masa Lalu

Ibadah inti Kebaktian Kebangunan Rohani dipimpin oleh mahasiswa STT, Romandus Yeimo, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Badan Pengurus Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata.

Dalam pelayanan tersebut, Romandus bersama Tim Pelayanan Ibadah KKR yang terdiri dari tim musik, singers, infokus, tamborin dan guais melayani jalannya ibadah dengan penuh sukacita dan semangat.

Ia mengajak seluruh pemuda, pemudi dan jemaat yang hadir untuk memuliakan Tuhan dengan segenap hati serta tidak terus terbelenggu oleh kesalahan dan dosa masa lalu.

«“Mari kita memuliakan nama Tuhan dengan sungguh-sungguh. Jangan lagi memikirkan hal-hal yang pernah kita lakukan di masa lalu. Lupakan semua itu. Kita adalah anak-anak Tuhan, sebab Tuhan mampu mengubah dan mengampuni segala dosa dan kesalahan kita. Haleluya,” ungkap Romandus Yeimo.»

Menurutnya, KKR menjadi momentum penting bagi setiap pemuda dan pemudi untuk kembali mendekatkan diri kepada Tuhan, membangun kehidupan iman serta mengalami perubahan melalui kuasa dan kasih Tuhan.

Pesan Firman Tuhan: Turutilah yang Baik, Jauhilah yang Jahat

Firman Tuhan dalam ibadah KKR tersebut disampaikan oleh Pdt. Yulianus Anouw, M.Mis.

Sebelum menyampaikan Firman Tuhan, Pdt. Yulianus mengajak seluruh jemaat untuk membuka dan membaca Alkitab dari 1 Tesalonika 5:21, yang berbunyi:

«“Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.”»

Berangkat dari ayat tersebut, Pdt. Yulianus mengangkat tema, “Turutilah Yang Baik, Jauhilah Yang Jahat.”

Dalam khotbahnya, ia menekankan bahwa generasi muda saat ini hidup di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat. Kemajuan tersebut, menurutnya, membawa berbagai peluang, tetapi juga menghadirkan tantangan dan godaan yang dapat memengaruhi kehidupan iman.

Karena itu, pemuda dan pemudi diminta untuk tetap kuat, kokoh dan teguh dalam iman serta mampu membedakan antara hal yang baik dan yang tidak baik dalam kehidupan sehari-hari.

«“Pemuda harus tetap berdiri kuat di atas dasar iman. Di tengah perkembangan teknologi dan berbagai tantangan yang ada, kita harus mampu menguji segala sesuatu dan memegang yang baik,” pesan Pdt. Yulianus.»

Ia secara khusus memberikan pesan kepada pemuda dan pemudi yang baru bergabung bersama Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata.

Menurutnya, menjadi anggota baru merupakan awal dari sebuah proses pertumbuhan dalam iman dan pelayanan. Tantangan dan godaan akan selalu datang, sehingga setiap pemuda dan pemudi diminta untuk tidak mudah minder, takut maupun menyerah.

«“Pemuda dan pemudi yang baru bergabung bersama Pemuda Efata, kalian baru saja datang. Tantangan dan godaan akan selalu ada dan akan silih berganti. Karena itu, jangan minder dan jangan menyerah. Tetaplah kuat dalam iman dan terus bertumbuh dalam pelayanan Pemuda Efata,” ujarnya.»

Panitia Bersyukur Terima 10 Pemuda dan Pemudi Baru

Ketua Panitia Penerimaan Pemuda dan Pemudi Baru, Markus Iyai, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh pemuda dan pemudi yang telah resmi bergabung bersama Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata.

«“Selamat datang pemuda dan pemudi baru yang kami cintai. Kami sebagai panitia merasa bangga atas kedatangan pemuda dan pemudi baru untuk bergabung bersama kami,” ungkap Markus.»

Ia menjelaskan, pada waktu yang bersamaan sejumlah jemaat lain juga melaksanakan kegiatan penerimaan pemuda dan pemudi baru. Kondisi tersebut menyebabkan para pemuda dan pemudi memilih untuk mengikuti kegiatan penerimaan di masing-masing jemaat.

Meski demikian, panitia tetap bersyukur karena sebanyak 10 pemuda dan pemudi baru memiliki kerinduan untuk bergabung dan melayani bersama Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata.

Markus menegaskan bahwa kehadiran anggota baru bukan sekadar untuk menambah jumlah anggota organisasi, tetapi merupakan bagian dari panggilan untuk bersama-sama mengambil bagian dalam pelayanan Tuhan.

«“Kalian telah dipilih oleh Tuhan. Tetaplah melayani dalam pelayanan Tuhan bersama kami, Pemuda dan Pemudi Efata,” katanya.»

Ia berharap kehadiran 10 anggota baru tersebut dapat semakin memperkuat persatuan, kekompakan, kebersamaan dan semangat pelayanan di lingkungan Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata.

Pembina Apresiasi Kerja Keras Panitia

Sementara itu, Naftali Pekei, S.T., selaku perwakilan pembina yang ditunjuk oleh Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata, memberikan pencerahan kepada seluruh pemuda dan pemudi, khususnya anggota baru.

Ia mengajak pemuda dan pemudi, baik anggota lama maupun anggota baru, untuk tetap bersatu dalam tindakan, pelayanan dan persekutuan dengan Tuhan.

Menurutnya, kebersamaan menjadi dasar penting dalam menjalankan roda organisasi kepemudaan di lingkungan Jemaat Kingmi Efata.

Naftali menegaskan bahwa setiap pemuda dan pemudi harus saling mendukung dan mengambil bagian dalam pelayanan, sehingga organisasi kepemudaan tidak hanya berjalan sebagai sebuah struktur, tetapi benar-benar menjadi wadah untuk bertumbuh bersama dalam iman.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Ketua Panitia beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras menyukseskan seluruh proses penerimaan anggota baru.

«“Luar biasa kepada Ketua Panitia beserta jajarannya. Walaupun memiliki banyak kesibukan pribadi, baik di kampus maupun di rumah, kalian tetap berjuang untuk menerima dan mengakomodasi 10 jiwa pemuda dan pemudi baru dalam organisasi kepemudaan Efata ini,” ungkap Naftali.»

Perempuan Diberi Ruang Sampaikan Pesan dan Kesan

Dalam kesempatan yang sama, Bendahara Badan Pengurus Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata, Melina Auwe, turut menyampaikan pesan dan kesannya.

Melina memberikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada perempuan untuk turut menyampaikan pesan dan kesan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, kesempatan tersebut memiliki arti penting karena dalam beberapa tahun terakhir perempuan belum memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pesan dan kesan secara langsung dalam kegiatan serupa.

Tahun ini, kata dia, perempuan diberikan ruang untuk tampil dan menyampaikan pesan di hadapan seluruh peserta kegiatan.

Melina juga menyampaikan ucapan selamat datang kepada 10 pemuda dan pemudi baru yang telah bergabung bersama Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata.

Ia menyebut anggota baru tersebut sebagai “askar Kristus” yang dipanggil untuk mengambil bagian dalam pelayanan Tuhan.

Melina berharap seluruh pemuda dan pemudi baru dapat terus bertumbuh dalam iman, menjaga kekompakan serta dengan penuh ketulusan mengambil bagian dalam setiap pelayanan yang dipercayakan Tuhan melalui gereja dan Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata.

Dengan dilaksanakannya KKR dan pembubaran panitia tersebut, seluruh rangkaian kegiatan Penerimaan Pemuda dan Pemudi Baru Komisi Pemuda dan Pemudi Jemaat Kingmi Efata Tahun 2026 resmi berakhir.

Penutupan kegiatan diharapkan menjadi awal baru bagi 10 pemuda dan pemudi yang telah bergabung untuk bersama-sama bertumbuh dalam iman, menjaga persatuan serta mengambil bagian aktif dalam pelayanan Tuhan di Jemaat Kingmi Efata.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Komisi Pemuda Jemaat Kingmi Efata Gelar Seminar Pembekalan, Siapkan Generasi Muda dan Jemput Jiwa Baru
Uluran Tangan Klara Nawipa Bakar Semangat Panitia Retreat Akbar 5 Koordinator di Nabire
Tino Mote: Ibadah Gabungan ASN Deiyai Layak Jadi Contoh bagi Daerah Lain
Enam Klasis Hadir, Pelayanan Perempuan KINGMI Deiyai Gelar Seminar Pembinaan
SD YPPGI Yaba Luluskan Angkatan Pertama, Warga Kampung Yaba Bangga dan Haru
MRP Papua Tengah Serap Aspirasi Masyarakat Agama Kabupaten Deiyai Dan Diskusi Buku.
DPR Papua Tengah Donatus Mote Berpartisipasi dalam Ebamukai Pembangunan Gereja Katolik St. Simon Kirene Okomokebo
​Pemkab Deiyai Tunjuk Gereja Katolik sebagai Panitia Obor Paskah 2026

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Tuesday, 1 September 2026 - 04:53 WIT

KKR dan Pembubaran Panitia Tutup Penerimaan Pemuda Baru Jemaat Kingmi Efata

Sunday, 23 August 2026 - 12:51 WIT

Komisi Pemuda Jemaat Kingmi Efata Gelar Seminar Pembekalan, Siapkan Generasi Muda dan Jemput Jiwa Baru

Friday, 14 August 2026 - 09:25 WIT

Uluran Tangan Klara Nawipa Bakar Semangat Panitia Retreat Akbar 5 Koordinator di Nabire

Thursday, 25 June 2026 - 13:03 WIT

Tino Mote: Ibadah Gabungan ASN Deiyai Layak Jadi Contoh bagi Daerah Lain

Saturday, 20 June 2026 - 07:16 WIT

Enam Klasis Hadir, Pelayanan Perempuan KINGMI Deiyai Gelar Seminar Pembinaan

Berita Terbaru