WAKEITEI, SINAR BEMO – Bupati Kabupaten Deiyai, Melkianus Mote, ST, memastikan honor tenaga kontrak di lingkungan Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan akan segera dibayarkan setelah proses perubahan anggaran daerah selesai.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat memberikan arahan dalam Apel Gabungan CPNS Formasi 2024, THK2, PPPK, dan tenaga kontrak di halaman Kantor Bupati Deiyai, Senin (20/7/2026).
Dalam arahannya, Melkianus Mote menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran honor bukan disebabkan oleh kelalaian pemerintah daerah, melainkan karena adanya kekeliruan dalam proses penganggaran yang harus diperbaiki melalui mekanisme perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia meminta para tenaga kontrak, khususnya guru dan tenaga kesehatan, untuk bersabar karena pemerintah daerah sedang menuntaskan proses administrasi agar pembayaran dapat dilakukan sesuai aturan.
“Saya sudah sampaikan di grup sebelumnya bahwa keterlambatan ini terjadi karena ada kesalahan dalam penganggaran. Setelah perubahan anggaran selesai, hak-hak tenaga kontrak akan segera dibayarkan,” ujar Melkianus.
Bupati juga menyampaikan permohonan maaf kepada tenaga kontrak yang hingga kini belum menerima honor. Menurutnya, pemerintah daerah memahami kebutuhan para tenaga kontrak yang selama ini tetap menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak akan dibiarkan berlarut-larut dan telah menjadi perhatian pemerintah daerah.
Selain persoalan anggaran, Bupati mengungkapkan masih terdapat beberapa kendala administrasi, seperti data rekening penerima yang belum lengkap maupun memerlukan penyesuaian. Karena itu, ia meminta seluruh tenaga kontrak segera berkoordinasi dengan dinas masing-masing agar seluruh data dapat diverifikasi.
“Kalau masih ada kendala nomor rekening atau administrasi lainnya, segera urus melalui dinas masing-masing supaya proses pembayaran tidak lagi terhambat,” katanya.
Melkianus memastikan Pemerintah Kabupaten Deiyai terus berupaya menyelesaikan seluruh persoalan administrasi tersebut agar pembayaran honor dapat direalisasikan secepatnya.
Ia juga berkomitmen memperbaiki sistem penganggaran ke depan sehingga keterlambatan pembayaran honor tenaga kontrak tidak kembali terjadi pada tahun anggaran berikutnya.
“Saya berharap tahun depan persoalan seperti ini tidak terulang lagi. Sistem penganggaran akan kita benahi agar hak-hak pegawai dapat dibayarkan tepat waktu,” tegasnya.
Di akhir arahannya, Bupati mengapresiasi dedikasi para guru dan tenaga kesehatan yang tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat meski menghadapi keterlambatan pembayaran honor. Ia berharap seluruh tenaga kontrak tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab sembari pemerintah daerah menuntaskan proses pembayaran sesuai ketentuan yang berlaku.













Komentar