DEIYAI, SINAR BEMO — Asisten III Setda Kabupaten Deiyai, Daniel Bunai, mengingatkan seluruh aparatur pemerintah untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan serta menjaga kedisiplinan kerja di tengah kondisi musim kemarau yang melanda wilayah Deiyai.
Pesan tersebut disampaikan Daniel saat memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN), Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), dan tenaga kontrak di halaman Kantor Bupati Deiyai, Senin (24/8/2026).
Dalam amanatnya, Daniel meminta seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), kepala bidang, ASN, CPNS, dan tenaga kontrak ikut berperan dalam mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang mulai berdampak terhadap ketersediaan air. Sejumlah sumber air seperti danau, sungai, dan sumur mulai mengalami penurunan debit. Kondisi tanah yang mengering dan retak serta dedaunan yang mulai mengering juga meningkatkan risiko kebakaran.
“Kita harus memberikan informasi kepada masyarakat agar tidak membakar sembarangan. Kita sudah melihat banyak titik yang terjadi kebakaran. Danau, sungai, dan sumur mulai mengering, air berkurang, serta permukaan tanah mulai retak,” kata Daniel.
Ia mengingatkan bahwa pembakaran lahan tanpa pengawasan dapat menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan. Kerusakan hutan, lahan yang menjadi gundul, hingga erosi dapat terjadi apabila kebiasaan membakar sembarangan tidak dihentikan.
Karena itu, Daniel meminta aparatur pemerintah menjadi contoh sekaligus menyampaikan edukasi kepada masyarakat di wilayah kerja masing-masing mengenai bahaya kebakaran selama musim kemarau.
Ia juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati terhadap sumber api, termasuk puntung rokok. Setiap api yang digunakan untuk membakar sampah maupun keperluan lainnya harus dipastikan benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
“Kalau membakar sampah jangan dibiarkan begitu saja. Api harus benar-benar dipadamkan. Jangan menyalakan api di lahan terbuka ketika kita tidak bisa memastikan api dan baranya sudah padam,” tegasnya.
Selain itu, Daniel meminta para orang tua meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak agar tidak bermain api atau melakukan pembakaran tanpa pendampingan.
Soroti Kedisiplinan Aparatur
Dalam apel tersebut, Daniel juga menyoroti kedisiplinan dan kehadiran aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai.
Ia meminta seluruh kepala OPD, pejabat, ASN, CPNS, dan tenaga kontrak tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawab meskipun Bupati maupun Wakil Bupati sedang tidak berada di kantor.
Menurut Daniel, ketidakhadiran pimpinan daerah tidak boleh menjadi alasan bagi aparatur untuk meninggalkan tugas.
“Kalau Bupati atau Wakil Bupati tidak ada, kita harus tetap aktif di kantor karena ini kebun kita. Kita membantu Bupati dan Wakil Bupati,” ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan pejabat struktural juga harus saling melengkapi agar pelayanan pemerintahan tetap berjalan.
“Kalau Bupati, Wakil Bupati, dan Sekda tidak ada, para asisten harus tetap ada. Kalau satu asisten keluar, harus ada asisten yang lainnya,” lanjutnya.
Daniel juga meminta daftar hadir pegawai dikumpulkan sebagai bahan evaluasi terhadap tingkat kedisiplinan aparatur.
Ia berharap seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Deiyai tidak hanya menjalankan tugas pemerintahan dengan baik, tetapi juga mampu menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga lingkungan, khususnya menghadapi kondisi kemarau.
“Lingkungan kita, daerah kita, dan tempat tinggal kita harus kita jaga bersama. Jangan membakar sembarangan,” pungkas Daniel.













Komentar