Penolakan Tim Penanganan Konflik Kapiraya: Anace Yuppy Desak Pemerintah Mimika Serius Tangani Masalah Tapal Batas

Wednesday, 17 December 2025 - 21:24 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

"Aksi penolakan masyarakat di Pelabuhan Lokpon, Distrik Kapiraya, terhadap Tim Penanganan Konflik dari Provinsi Papua Tengah dan Kabupaten terkait, Rabu (17/12/2025).

Deiyai [SINAR BEMO] — Ketegangan menyelimuti upaya penyelesaian konflik di Distrik Kapiraya. Pada Rabu (17/12/2025), rombongan Tim Penanganan Konflik Kapiraya ditolak dan diusir oleh sekelompok masyarakat Kamoro setibanya mereka di Pelabuhan Lokpon, Distrik Kapiraya, Kabupaten Mimika.

​Rombongan yang terdiri dari Kepala Dinas Kesbangpol Provinsi Papua Tengah, perwakilan MRP, DPR Jalur Otsus, DPRK Deiyai dan Mimika, Kepala Distrik Kapiraya, hingga Ketua Lembaga Masyarakat Kamoro tersebut berangkat dari Pelabuhan Paumako pukul 05.00 WIT. Namun, sesampainya di Pelabuhan Lokpon sekitar pukul 12.00 WIT, massa yang telah berkumpul menyuruh rombongan segera kembali ke Timika. Sebagai simbol penolakan keras, masyarakat menyalakan api di area pelabuhan, yang memaksa tim balik kanan demi menghindari eskalasi situasi.

​Menanggapi insiden ini, Anggota DPR Kabupaten (DPRK) Deiyai jalur pengangkatan dari Distrik Kapiraya, Anace Yuppy, S.Kep., Ners., S.Tr., menyatakan kekecewaan mendalam sekaligus keprihatinan atas mandeknya proses perdamaian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​”Saya sangat kecewa dan bertanya-tanya, mengapa hal ini bisa terjadi? Ada apa di balik penolakan ini?” ujar Anace. Ia menekankan bahwa sebagai putra daerah yang besar di Kapiraya, ia merasa memiliki tanggung jawab moral untuk menghentikan pertikaian antara suku Kamoro dan suku Mee.

​Anace mengkritik langkah Pemerintah Kabupaten Mimika yang dinilai kurang responsif dibandingkan inisiatif Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Ia juga menyoroti keberadaan Bupati dan tokoh adat di Jakarta yang menemui Kementerian Dalam Negeri sebagai langkah yang kurang menyentuh akar rumput.

​”Masalahnya ada di sini, di tanah adat, bukan di Jakarta. Apakah kementerian tahu batas adat yang sudah ada sejak zaman nenek moyang? Jangan biarkan api konflik terus menyala antara suku Kamoro dan Mee,” tegasnya.

​Menurut Anace, terdapat tiga akar masalah utama di Kapiraya yang harus segera diselesaikan:

Sengketa Tapal Batas Adat.

​Sengketa Administrasi Wilayah Pemerintahan.

​Keberadaan Tambang Emas Ilegal di Kampung Wakia.

​Ia mendesak agar penyelesaian dilakukan secara adat terlebih dahulu sebelum masuk ke ranah administrasi. “Saya tidak ingin masyarakat saya terus menjadi korban nyawa dan materi di atas tanah mereka sendiri. Saya mohon Pemerintah Mimika dan tokoh adat mendukung langkah Provinsi Papua Tengah agar kedamaian segera pulih,” pungkasnya.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dinsos Deiyai Matangkan Data YAPI, Kadinsos Tekankan Akurasi dan Tepat Sasaran
BPPRD Deiyai Bentuk Panitia Penyuluhan Pajak Daerah untuk Lima Distrik
Pemkab Deiyai Kampung Wagomani Gelar Kerja Bakti dan Pembersihan Lingkungan Balai Kampung
Satpol PP Deiyai Ikuti Pelatihan Dasar untuk Perkuat Disiplin dan Kualitas Pelayanan
Bupati Deiyai Hadiri Forum Otsus Papua di Timika, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah
Ortal Deiyai Salurkan 8 Laptop, Perkuat Administrasi dan Kinerja ASN
Bupati Deiyai Serahkan Kunci Kantor Baru, Perkuat Pelayanan Publik
Pemkab Deiyai Peringati Hardiknas 2026, Teguhkan Komitmen Pendidikan Bermutu untuk Semua

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Thursday, 14 May 2026 - 10:27 WIT

Dinsos Deiyai Matangkan Data YAPI, Kadinsos Tekankan Akurasi dan Tepat Sasaran

Wednesday, 13 May 2026 - 18:59 WIT

BPPRD Deiyai Bentuk Panitia Penyuluhan Pajak Daerah untuk Lima Distrik

Wednesday, 13 May 2026 - 05:32 WIT

Pemkab Deiyai Kampung Wagomani Gelar Kerja Bakti dan Pembersihan Lingkungan Balai Kampung

Tuesday, 12 May 2026 - 17:45 WIT

Satpol PP Deiyai Ikuti Pelatihan Dasar untuk Perkuat Disiplin dan Kualitas Pelayanan

Tuesday, 12 May 2026 - 03:14 WIT

Bupati Deiyai Hadiri Forum Otsus Papua di Timika, Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

BPPRD Kabupaten Deiyai menggelar rapat pembentukan panitia kegiatan penyuluhan dan penyebarluasan kebijakan pajak daerah sebagai upaya meningkatkan koordinasi dan kesiapan pelaksanaan sosialisasi pajak di lima distrik Kabupaten Deiyai, Rabu (13/5/2026).

Pemerintahan

BPPRD Deiyai Bentuk Panitia Penyuluhan Pajak Daerah untuk Lima Distrik

Wednesday, 13 May 2026 - 18:59 WIT