Tragedi Kwamki Lama: 11 Nyawa Melayang di Tengah Lambatnya Respons Pemkab Mimika

Friday, 9 January 2026 - 04:19 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Donatus Mote, S.IP., MM ketua Fraksi kelompok khusus DPR PT

Donatus Mote, S.IP., MM ketua Fraksi kelompok khusus DPR PT

Deiyai [SINAR BEMO] — Penanganan konflik antarwarga di Kwamki Lama, Kabupaten Mimika, menuai kritik tajam. Konflik yang dipicu dugaan perselingkuhan dan telah berlangsung selama tiga bulan ini dilaporkan telah menelan 11 korban jiwa hingga Januari 2026. Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika dinilai melakukan pembiaran karena lambatnya langkah strategis di lapangan.

​Donatus Mote, S.IP., MM ketua Fraksi kelompok Khusus DPRP Papua Tengah dengan tegas mengatakan Kekecewaan masyarakat mencuat saat membandingkan respons cepat pemerintah pada konflik di Wakia Kapiraya dengan lambannya penanganan di Kwamki Lama. Alasan bahwa pihak yang bertikai merupakan warga asal Kabupaten Puncak dinilai tidak relevan, mengingat lokasi kejadian berada sepenuhnya di wilayah administratif Kabupaten Mimika.

​Sindiran keras bagi kepemimpinan Mimika datang lewat kehadiran Sekretaris Daerah Kabupaten Puncak, Meno Tabuni, yang turun langsung ke lokasi kejadian. Kehadiran pejabat dari kabupaten tetangga ini dianggap sebagai tamparan sekaligus bukti ketidakmampuan Pemda Mimika dalam meredam eskalasi kekerasan di wilayahnya sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mote mengatakan Meski akhirnya Bupati Mimika turun ke lokasi dan mengambil tindakan tegas dengan membongkar posko-posko perang, langkah ini dianggap terlambat.

​”Kehadiran Bupati di ujung kematian rakyat meninggalkan kesan duka yang mendalam. Seandainya ketegasan itu muncul sejak awal, nyawa warga mungkin bisa terselamatkan,” ujar salah satu pengamat sosial setempat.

Kini, harapan besar tertuju pada sinergi Pemkab Mimika dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk benar-benar memutus mata rantai konflik agar kedamaian permanen dapat tercipta di Kwamki Lama.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPRD Deiyai Bahas RAPBD 2026, Fraksi Otsus Dorong Perda Pagar Ekonomi Pangan Lokal
Bupati Deiyai Tinjau Ruas Jalan Gakokebo–Dedoutei, Targetkan Peningkatan Akses pada 2026
Rayakan Natal dengan Penuh Suka Cita, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Deiyai Tekankan Peran Keluarga dalam Iman
Donatus Mote: Papua Tengah Kaya, SDM Harus Cerdas; Pendidikan Jadi Prioritas Utama Pembangunan
Sekda Deiyai: DWP Deiyai Didorong Jadi Agen Perubahan Positif
Dharma Wanita Persatuan Deiyai Bagikan Bingkisan Kasih untuk Anak TK/PAUD
Wakil Ketua III DPRK Deiyai Apresiasi Bupati Mote: Bantuan 100 Perahu Dana Otsus Jawab Kerinduan Mama Nelayan
Menghangatkan Deiyai: ASN dan Masyarakat Bersatu Hidupkan Kembali Tradisi Wiyani Jelang Natal

Berita Terkait

Friday, 9 January 2026 - 04:19 WIT

Tragedi Kwamki Lama: 11 Nyawa Melayang di Tengah Lambatnya Respons Pemkab Mimika

Monday, 22 December 2025 - 20:19 WIT

DPRD Deiyai Bahas RAPBD 2026, Fraksi Otsus Dorong Perda Pagar Ekonomi Pangan Lokal

Sunday, 21 December 2025 - 14:20 WIT

Bupati Deiyai Tinjau Ruas Jalan Gakokebo–Dedoutei, Targetkan Peningkatan Akses pada 2026

Wednesday, 17 December 2025 - 05:20 WIT

Rayakan Natal dengan Penuh Suka Cita, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Deiyai Tekankan Peran Keluarga dalam Iman

Saturday, 13 December 2025 - 19:28 WIT

Donatus Mote: Papua Tengah Kaya, SDM Harus Cerdas; Pendidikan Jadi Prioritas Utama Pembangunan

Berita Terbaru

Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, saat memberikan amanat dalam Apel Gabungan ASN di halaman Kantor Bupati, Senin (12/1).

Pemerintahan

Bupati Deiyai Tekankan Kedisiplinan ASN dan Pelestarian Budaya Lokal

Monday, 19 Jan 2026 - 07:05 WIT