Provinsi Papua Tengah Mediasi Konflik Kapiraya, Tiga Kabupaten Sepakati Tim Adat

Friday, 13 February 2026 - 13:17 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemprov Papua Tengah bersama pimpinan daerah Mimika, Deiyai, dan Dogiyai menggelar rapat koordinasi virtual untuk menangani konflik sosial di Distrik Kapiraya (13/2).

Pemprov Papua Tengah bersama pimpinan daerah Mimika, Deiyai, dan Dogiyai menggelar rapat koordinasi virtual untuk menangani konflik sosial di Distrik Kapiraya (13/2).

NABIRE [SINAR BEMO] – Pemerintah Provinsi Papua Tengah bergerak cepat menangani konflik sosial di Distrik Kapiraya. Melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Pemprov memfasilitasi pertemuan mediasi secara virtual via Zoom Meeting pada Jumat (13/2/2026).

​Rapat krusial ini dihadiri oleh pimpinan Majelis Rakyat Papua Tengah (MRPT), DPR Papua Tengah (DPRPT), Bupati Mimika, Bupati Deiyai, serta Sekretaris Daerah Kabupaten Dogiyai. Fokus utama adalah mencari solusi perdamaian atas konflik antara Suku Mee (UME) dan Suku Kamoro yang pecah sejak 11 Februari lalu.

Langkah Diplomasi Adat

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Plt. Kepala Kesbangpol Papua Tengah, Albertus Adii, ST, M.Si, mengungkapkan bahwa hasil utama pertemuan ini adalah kesepakatan pembentukan tim penanganan konflik di masing-masing kabupaten.

​”Tim ini bertugas melakukan pendekatan adat kepada pemilik hak ulayat dan tokoh masyarakat. Masalah tapal batas akan diselesaikan melalui negosiasi langsung dengan para pemangku adat dari kedua belah pihak,” ujar Albertus.

​Nantinya, setelah tim tingkat kabupaten melakukan konsolidasi awal dan pertemuan adat di ‘para-para’, hasilnya akan dirumuskan bersama di tingkat provinsi untuk mencapai solusi permanen.

Moratorium Aktivitas di Wilayah Konflik

Guna mencegah eskalasi kekerasan, pemerintah mengeluarkan sejumlah kebijakan tegas yang akan dituangkan dalam surat resmi Gubernur Papua Tengah, di antaranya:

1. Larangan sementara aktivitas penerbangan menuju wilayah Kapiraya.

​2. Penghentian sementara aktivitas ekonomi, termasuk pertambangan rakyat di wilayah terdampak.

​”Langkah ini diambil agar proses penyelesaian tapal batas dapat berjalan kondusif tanpa ada kerugian lebih besar atau jatuhnya korban,” tegasnya.

​Pemprov Papua Tengah mengimbau seluruh masyarakat, baik Suku Kamoro maupun Suku Mee, untuk menahan diri. Diharapkan dialog melalui para-para adat menjadi jalan keluar yang berkelanjutan bagi kedamaian di Kapiraya.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anace Yuppy Pantau Pembangunan Jalan Deiyai–Kapiraya, Serap Aspirasi Masyarakat
Pelajar Deiyai Raih Juara English Competition, Naomi Pigome: Anak Deiyai Mampu Bersaing
Orang Tua Memiliki Peran Penting, Anak-Anak Wajib Bersekolah Demi Masa Depan yang Lebih Baik
Peran Orang Tua Sangat Penting Mengawasi Penggunaan Handphone bagi Anak-anak
Aksi Sosial Demas Pekei, Antar Air Bersih Gratis untuk Lansia Saat Musim Kemarau
Bunda PAUD Deiyai Ajak Orang Tua Sekolahkan Anak Minimal Satu Tahun di PAUD Sebelum Masuk SD
Oya Pigome Soroti Maraknya Begal dan Curanmor di Papua Tengah, Minta Pemerintah Tingkatkan Keamanan
SMA Negeri 1 Tiom Gelar PLS 2026, Siswa Baru Dibekali Pendidikan Karakter dan Literasi

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Friday, 24 July 2026 - 22:28 WIT

Anace Yuppy Pantau Pembangunan Jalan Deiyai–Kapiraya, Serap Aspirasi Masyarakat

Thursday, 23 July 2026 - 17:16 WIT

Pelajar Deiyai Raih Juara English Competition, Naomi Pigome: Anak Deiyai Mampu Bersaing

Wednesday, 22 July 2026 - 17:19 WIT

Orang Tua Memiliki Peran Penting, Anak-Anak Wajib Bersekolah Demi Masa Depan yang Lebih Baik

Saturday, 18 July 2026 - 19:06 WIT

Aksi Sosial Demas Pekei, Antar Air Bersih Gratis untuk Lansia Saat Musim Kemarau

Friday, 17 July 2026 - 07:42 WIT

Bunda PAUD Deiyai Ajak Orang Tua Sekolahkan Anak Minimal Satu Tahun di PAUD Sebelum Masuk SD

Berita Terbaru