​Guru Agama Papua Tengah Tuntut Kesetaraan Fasilitas Program PPG

Friday, 20 February 2026 - 19:25 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petrus Bobii, M.Pd.Gr. (Kepala SMPN 2 Tigi Barat), saat menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya pemerataan fasilitas PPG bagi Guru Agama Kristen dan Katolik di Provinsi Papua Tengah.

Petrus Bobii, M.Pd.Gr. (Kepala SMPN 2 Tigi Barat), saat menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya pemerataan fasilitas PPG bagi Guru Agama Kristen dan Katolik di Provinsi Papua Tengah.

DEIYAI [SINAR BEMO] – Aspirasi mendalam datang dari kalangan pendidik keagamaan di Provinsi Papua Tengah. Petrus Bobii, M.Pd.Gr., selaku Operator Simpatika Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) Kabupaten Deiyai sekaligus Kepala SMP Negeri 2 Tigi Barat, menyuarakan pentingnya kesetaraan perlakuan bagi seluruh guru tanpa memandang latar belakang mata pelajaran.

​Pemerintah Provinsi Papua Tengah sebelumnya telah menunjukkan komitmen luar biasa melalui kerja sama dengan Yayasan SM3T Institut. Program ini berhasil memfasilitasi banyak guru umum untuk meraih gelar profesi melalui Pendidikan Profesi Guru (PPG). Namun, di balik keberhasilan tersebut, terselip kegelisahan dari para Guru PAK dan Katolik yang merasa jalan mereka jauh lebih terjal.

“Kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada Bapak Gubernur, Wakil Gubernur, dan Dinas Pendidikan atas fasilitas PPG bagi guru-guru di Papua Tengah. Namun, kami memohon agar perhatian serupa juga menyentuh guru agama,” ujar Petrus Bobii.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Persoalan mendasar terletak pada dikotomi administratif. Guru mata pelajaran umum berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), sementara Guru Agama berada di bawah Kementerian Agama (Kemenag). Perbedaan jalur birokrasi ini seringkali membuat guru agama tertinggal dalam hal bantuan dana hibah atau fasilitas penunjang dari pemerintah daerah.

​Padahal, secara fungsional, tidak ada perbedaan antara guru umum dan guru agama. Keduanya memikul beban yang sama dalam mendidik moral dan intelektual generasi muda Papua. “Kami menjalankan tugas yang sama. Kami juga guru. Mengapa dalam fasilitas pendidikan profesi, kami seolah dianaktirikan?” tegasnya.

​Berkaca pada pengalaman tahun 2025, Petrus mengungkapkan bahwa Guru PAK Kristen dan Katolik hanya menjadi “penonton” atas melimpahnya fasilitas yang dinikmati rekan sejawat mereka di jalur umum. Guru agama harus berjuang mandiri dengan keterbatasan ekonomi untuk menyelesaikan sertifikasi profesi mereka.

​Memasuki tahun 2026, para pendidik ini berharap Dinas Pendidikan Provinsi Papua Tengah dapat mengalokasikan bantuan nyata, seperti:

​1. Fasilitasi pembiayaan pendaftaran dan pelaksanaan PPG.

​2. Penyediaan bahan pendukung pembelajaran digital.

​3. Subsidi paket internet untuk menunjang perkuliahan daring.

​Langkah ini dianggap krusial agar sila kelima Pancasila, “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia,” tidak sekadar menjadi slogan di ruang kelas, tetapi benar-benar dirasakan oleh para pahlawan tanpa tanda jasa di tanah Papua.

“Kami rindu merasakan uluran tangan pemerintah provinsi. Jangan biarkan kami berjuang sendirian demi meningkatkan kualitas pendidikan di Papua Tengah,” tutup Petrus.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Deiyai Bantu Rp25 Juta untuk Pemulangan Jenazah Alm. Oktavianus Edowai dari Timika
Dedikasi dari “Antara Hidup dan Mati”: 59 Siswa SMAK Aweidabi Deiyai Tuntaskan Seminar Karya Ilmiah
Langkah Menuju Masa Depan: Siswa Kelas XII SMAK Aweidabi Deiyai Sukses Gelar Ujian Karya Ilmiah Tahun 2026
Pernyataan Sikap Bersama IPMAMI dan IPMANAPANDODE Kota Studi Semarang Terhadap Konflik Horizontal di Kapiraya
Misi Kemanusiaan Kapiraya Terkendala Akses, Bupati Deiyai Desak Operasional Bandara
Kadin Papua Tengah Siap “Take Off”: Gelar Talkshow Ekonomi untuk Petakan Potensi Unggulan 8 Kabupaten
Setahun Pimpin, Melkianus Mote – Ayub Pigome Membawa Perubahan Nyata untuk Deiyai
Provinsi Papua Tengah Mediasi Konflik Kapiraya, Tiga Kabupaten Sepakati Tim Adat

Berita Terkait

Monday, 23 March 2026 - 10:29 WIT

Bupati Deiyai Bantu Rp25 Juta untuk Pemulangan Jenazah Alm. Oktavianus Edowai dari Timika

Thursday, 12 March 2026 - 17:52 WIT

Dedikasi dari “Antara Hidup dan Mati”: 59 Siswa SMAK Aweidabi Deiyai Tuntaskan Seminar Karya Ilmiah

Thursday, 12 March 2026 - 16:20 WIT

Langkah Menuju Masa Depan: Siswa Kelas XII SMAK Aweidabi Deiyai Sukses Gelar Ujian Karya Ilmiah Tahun 2026

Monday, 2 March 2026 - 07:38 WIT

Pernyataan Sikap Bersama IPMAMI dan IPMANAPANDODE Kota Studi Semarang Terhadap Konflik Horizontal di Kapiraya

Sunday, 1 March 2026 - 18:31 WIT

Misi Kemanusiaan Kapiraya Terkendala Akses, Bupati Deiyai Desak Operasional Bandara

Berita Terbaru