Deiyai [SINAR BEMO] — Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Deiyai, Melianus Dogopia, SE menegaskan pentingnya transformasi ekonomi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam arah pembangunan daerah tahun 2027.
Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang berlangsung di Aula Sekretariat Dewan (Sekwan), Kamis (16/4/2026).
Dalam arahannya, Melianus menyebutkan bahwa Musrenbang bukan sekadar forum formal, melainkan ruang strategis untuk menyatukan pemikiran, memperkuat komitmen, serta merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih terarah dan berdampak nyata bagi masyarakat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tema pembangunan tahun ini adalah peningkatan daya saing daerah melalui transformasi ekonomi dan penguatan kualitas sumber daya manusia. Tema ini sangat relevan dengan tantangan pembangunan yang kita hadapi saat ini,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tidak dapat lagi bergantung pada potensi sumber daya alam semata. Pemerintah daerah harus mendorong perubahan dari pola ekonomi tradisional menuju ekonomi yang lebih produktif, inovatif, bernilai tambah, dan berkelanjutan.
Menurutnya, transformasi ekonomi di Kabupaten Deiyai perlu dimulai dari kekuatan lokal yang dimiliki, seperti sektor pertanian, peternakan, dan perikanan. Selain itu, pengembangan usaha mikro kecil (UMK), ekonomi kerakyatan, peningkatan infrastruktur dasar, penguatan konektivitas wilayah, serta pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif juga menjadi prioritas.
Namun demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan transformasi ekonomi sangat bergantung pada kualitas SDM. Oleh karena itu, pembangunan manusia harus menjadi fokus utama.
“Kita harus memastikan akses pendidikan yang merata dan berkualitas, peningkatan layanan kesehatan, percepatan penurunan stunting, penguatan kapasitas generasi muda, pemberdayaan perempuan, serta peningkatan keterampilan kerja masyarakat sesuai potensi wilayah,” jelasnya.
Lebih lanjut, Melianus mengingatkan bahwa pembangunan daerah harus berlandaskan nilai-nilai luhur dan semangat kebersamaan yang hidup di tengah masyarakat. Ia mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk merumuskan program berdasarkan kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar keinginan.
“Setiap program harus lahir dari pengamatan yang jujur, direncanakan secara matang, dan dilaksanakan secara terukur, tepat sasaran, serta berkelanjutan,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pengelolaan dana otonomi khusus Papua secara optimal, transparan, dan akuntabel. Dana tersebut, kata dia, harus difokuskan pada peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan percepatan pembangunan daerah.
Dalam kesempatan itu, Melianus mengajak seluruh perangkat daerah, kepala kampung, serta pemangku kepentingan untuk menyampaikan usulan program prioritas yang strategis, realistis, dan selaras dengan arah pembangunan daerah, provinsi, maupun nasional.
“Pembangunan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama. Diperlukan sinergi, kolaborasi, kerja keras, dan komitmen dari seluruh elemen masyarakat,” pungkasnya.
Melalui forum Musrenbang ini, diharapkan lahir keputusan-keputusan terbaik yang mampu mendorong terwujudnya Kabupaten Deiyai yang maju, sejahtera, dan bermartabat.













