Luar Biasa! Pemuda Asal Dogiyai Ini Luncurkan 4 Buku Sekaligus: Sebuah Nazar Intelektual

Thursday, 12 February 2026 - 09:08 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemuda asal Dogiyai, Siorus Degei, resmi meluncurkan empat buku karyanya di Aula SMA 02 Dogiyai, Moanemani (11/02).

Pemuda asal Dogiyai, Siorus Degei, resmi meluncurkan empat buku karyanya di Aula SMA 02 Dogiyai, Moanemani (11/02).

DOGIYAI [SINAR BEMO] – Siorus Degei, Pemuda Papua asal kabupaten Dogiyai ini berhasil Luncurkan empat buah buku hasil karyanya sekaligus. Peluncuran empat buku tersebut dilakukan di Aula SMA 02 Dogiyai, Moanemani, Kamis (11/02) siang

Empat buku tersebut diantaranya, Ratapan Papuana – sebuah mozaik Cerpen, Dekolonisasi Rasisme Epistemik – sebuah Pengantar Filsafat Kritis, Maria Mama Noken Kebenaran – Sebuah Refleksi Etno-Mariologis Papua, dan buku yang keempat adalah Depapuanisme – Sebuah Etika Dekolonisasi Papua

Siorus dalam pengantarnya sebelum diluncurkan mengatakan keempat buku tersebut punya latar belakang dan cerita masing-masing. Misalnya, buku Ratapan Papuana – sebuah mozaik Cerpen tersebut terinspirasi dari cerita-cerita dongeng dari mamanya sejak Siorus masih kecil di kampung halamannya, Putapa, distrik Mapia Tengah, Dogiyai.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Buku yang lain juga terinspirasi dengan keadaan di tanah Papua. Dimana, kata Siorus, ada banyak ketidakadilan yang terjadi pada orang asli Papua dalam berbagai bidang.

Keempat buku lintas genre tersebut, Siorus Degei menyebut hasil ‘nazar Intelektual’ di tanah Papua

“Dari realita yang ada di tanah Papua ini mendorong saya selama ini untuk menulis buku-buku ini,” ujar calon imam Katolik ini

Ia mengajak kepada seluruh orang Papua terutama kepada para pelajar, mahasiswa, intelektual dan Pemuda Papua untuk bisa menulis tentang keadaan Papua

“Kita harus tulis keras dengan keadaan keras yang terjadi di tanah Papua. Untuk Papua ini, harus ditulis oleh orang Papua sendiri sebagai bangsa yang sedang terjajah,” ajaknya dengan tegas

Salah satu narasumber dalam peluncuran, Vitalis Goo mengapresiasi atas kehadiran empat buku yang sudah ditulis. Buku-buku tersebut, kata Vitalis sudah diterjemahkan realita kehidupan orang Papua dalam berbagai genre

Sementara, Narasumber lain, Jhon Gobai mengatakan menulis buku di tanah Papua dengan situasi yang ada merupakan perawatan pikiran dalam tulisan

“Kita harus berani kritik dengan keadaan di tanah Papua yang semakin tidak adil terhadap alam dan orang asli Papua di tanahnya sendiri,” tegas Jhon

Ia juga mengajak orang asli Papua menulis seperti Siorus. Dimana, dalam menulis harus pro kepada masyarakat yang menjadi korban dalam berbagai hal

“Dalam kondisi kita saat ini, budaya setiap suku harus bisa menjadi basis produksi atau pusat pengetahuan ke-Papua-an,” ajak Jhon lagi

Salah satu peserta, Aleks Giyai juga mengapresiasi atas kehadiran buku-buku tersebut. Salah satu kehebatan Siorus menurut Giyai Adalah Siorus mampu mengkontekstualisasikan pikiran orang-orang luar dengan keadaan di tanah Papua saat ini

Di tanah Papua, kata Giyai, kolonialisme sudah dan sedang terjadi dalam berbagai bidang secara sistematis, terstruktur dan masif. Hal itu sudah harus dilawan dengan salah satunya itu menulis

Dalam peluncuran empat buku tersebut, puluhan pelajar dari SMP dan SMA hadir dan ikut kegiatan tersebut dengan sangat antusias sejak pagi hingga sore. (PK)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bupati Deiyai Bantu Rp25 Juta untuk Pemulangan Jenazah Alm. Oktavianus Edowai dari Timika
Dedikasi dari “Antara Hidup dan Mati”: 59 Siswa SMAK Aweidabi Deiyai Tuntaskan Seminar Karya Ilmiah
Langkah Menuju Masa Depan: Siswa Kelas XII SMAK Aweidabi Deiyai Sukses Gelar Ujian Karya Ilmiah Tahun 2026
Pernyataan Sikap Bersama IPMAMI dan IPMANAPANDODE Kota Studi Semarang Terhadap Konflik Horizontal di Kapiraya
Misi Kemanusiaan Kapiraya Terkendala Akses, Bupati Deiyai Desak Operasional Bandara
Kadin Papua Tengah Siap “Take Off”: Gelar Talkshow Ekonomi untuk Petakan Potensi Unggulan 8 Kabupaten
Setahun Pimpin, Melkianus Mote – Ayub Pigome Membawa Perubahan Nyata untuk Deiyai
​Guru Agama Papua Tengah Tuntut Kesetaraan Fasilitas Program PPG

Berita Terkait

Monday, 23 March 2026 - 10:29 WIT

Bupati Deiyai Bantu Rp25 Juta untuk Pemulangan Jenazah Alm. Oktavianus Edowai dari Timika

Thursday, 12 March 2026 - 17:52 WIT

Dedikasi dari “Antara Hidup dan Mati”: 59 Siswa SMAK Aweidabi Deiyai Tuntaskan Seminar Karya Ilmiah

Thursday, 12 March 2026 - 16:20 WIT

Langkah Menuju Masa Depan: Siswa Kelas XII SMAK Aweidabi Deiyai Sukses Gelar Ujian Karya Ilmiah Tahun 2026

Monday, 2 March 2026 - 07:38 WIT

Pernyataan Sikap Bersama IPMAMI dan IPMANAPANDODE Kota Studi Semarang Terhadap Konflik Horizontal di Kapiraya

Sunday, 1 March 2026 - 18:31 WIT

Misi Kemanusiaan Kapiraya Terkendala Akses, Bupati Deiyai Desak Operasional Bandara

Berita Terbaru

Bupati Deiyai Melkianus Mote melantik Beatrix Waine sebagai Pj Kepala Kampung Wagomani di Deiyai, Senin (20/4/2026).

Pemerintahan

Bupati Deiyai Lantik Pj Kepala Kampung Perempuan Pertama di Wagomani

Monday, 20 Apr 2026 - 11:04 WIT