Oya Pigome: Miras Bukan Budaya Orang Papua, Ajak Pemerintah Berantas Peredaran Minuman Keras di Papua Tengah

Tuesday, 14 July 2026 - 13:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPW Partai Ummat Provinsi Papua Tengah, Oya Pigome, menyerukan penolakan terhadap peredaran minuman keras di Tanah Papua.

Ketua DPW Partai Ummat Provinsi Papua Tengah, Oya Pigome, menyerukan penolakan terhadap peredaran minuman keras di Tanah Papua.

DEIYAI, SINAR BEMO – Ketua DPW Partai Ummat Provinsi Papua Tengah, Oya Pigome, kembali menyerukan penolakan terhadap peredaran minuman keras (miras) di Tanah Papua. Menurutnya, miras bukan bagian dari budaya maupun jati diri masyarakat Papua, melainkan ancaman yang dapat merusak kehidupan sosial, adat, dan masa depan generasi muda.

Dalam keterangannya kepada awak media di Nabire, Selasa (14/7/2026), Oya Pigome menegaskan bahwa masyarakat Papua sejak dahulu dikenal memiliki nilai-nilai luhur yang menjunjung tinggi persatuan, gotong royong, serta penghormatan kepada orang tua.

“Miras bukan budaya orang Papua. Ini barang yang merusak. Merusak adat, merusak rumah tangga, dan merusak masa depan anak-anak kita,” tegas Oya Pigome.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi minuman keras bertentangan dengan nilai adat dan ajaran agama yang selama ini menjadi pedoman hidup masyarakat Papua. Ia menilai maraknya peredaran miras berpotensi memicu berbagai persoalan sosial, seperti kekerasan, perpecahan, hingga kemiskinan.

“Di adat kita tidak diajarkan mabuk. Di agama juga dilarang. Kalau kita biarkan, siapa yang akan menjaga generasi Papua 10 hingga 20 tahun ke depan?” ujarnya.

Oya Pigome juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, pemuda, hingga pemerintah daerah untuk bersatu menekan peredaran minuman keras di Papua Tengah.

Selain penindakan terhadap peredaran miras, ia mendorong pemerintah agar memperkuat program-program yang memberikan dampak positif bagi generasi muda. Menurutnya, pengembangan olahraga, seni budaya, serta pemberdayaan UMKM pemuda perlu menjadi prioritas sebagai langkah preventif terhadap pengaruh negatif minuman keras.

“Papua Tengah harus maju dengan anak-anak yang sehat, cerdas, dan berakhlak. Bukan dengan botol miras,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ketua Kwarcab Deiyai Robert Pekey: 34 Peserta Jambore Nasional Pulang Sehat
Bupati Deiyai Serahkan Lima Motor Pemenang Panjat Pinang, Dua ASN Raih Penghargaan
Dinas Ketahanan Pangan Deiyai Siap Dukung Bazar Gereja melalui Bantuan Beras
Melison Dogopia: KNPI Deiyai Siap Bersinergi dengan Kepengurusan Baru KNPI Papua Tengah
KNPI Papua Tengah Resmi Dilantik, Bupati Paniai Ajak Pemuda Perkuat Persatuan
Sekjen DPP KNPI Resmi Lantik DPD I KNPI Provinsi Papua Tengah
Pemkab Deiyai Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pengembangan Bibit Lokal
Donatus Mote Apresiasi Capaian Akreditasi RSUD dan 10 Puskesmas, Sampaikan Tiga Catatan Penting untuk Pemerintah Deiyai

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Tuesday, 1 September 2026 - 08:54 WIT

Ketua Kwarcab Deiyai Robert Pekey: 34 Peserta Jambore Nasional Pulang Sehat

Monday, 31 August 2026 - 18:38 WIT

Bupati Deiyai Serahkan Lima Motor Pemenang Panjat Pinang, Dua ASN Raih Penghargaan

Monday, 31 August 2026 - 17:52 WIT

Dinas Ketahanan Pangan Deiyai Siap Dukung Bazar Gereja melalui Bantuan Beras

Thursday, 27 August 2026 - 11:47 WIT

Melison Dogopia: KNPI Deiyai Siap Bersinergi dengan Kepengurusan Baru KNPI Papua Tengah

Thursday, 27 August 2026 - 04:58 WIT

KNPI Papua Tengah Resmi Dilantik, Bupati Paniai Ajak Pemuda Perkuat Persatuan

Berita Terbaru