Tapal Batas Tak Jelas, KNPI Deiyai Desak Pemprov Papua Tengah Ambil Tindakan untuk Deiyai-Mimika

Friday, 31 October 2025 - 17:09 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua KNPI Deiyai, Melison Dogopia (Mellow), mendesak Pemprov Papua Tengah segera memfasilitasi penyelesaian masalah tapal batas Deiyai-Mimika dan Deiyai-Paniai untuk menghentikan konflik dan jatuhnya korban jiwa di perbatasan.

Ketua KNPI Deiyai, Melison Dogopia (Mellow), mendesak Pemprov Papua Tengah segera memfasilitasi penyelesaian masalah tapal batas Deiyai-Mimika dan Deiyai-Paniai untuk menghentikan konflik dan jatuhnya korban jiwa di perbatasan.

Deiyai [SINAR BEMO] — Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Deiyai mendesak kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah tapal batas yang tak kunjung selesai pada antar kabupaten yang terjadi sejak lama.

“Masalah ini sudah lama terjadi. Terutama, Perbatasan antara Kabupaten Deiyai dengan Timika. Ini masalah serius. Gubernur Papua Tengah harus turun tangan dan segera fasilitasi untuk selesaikan,”desak Ketua KNPI Deiyai, Melison Dogopia, di Deiyai, Jumat (31/10) siang

Dalam penyelesaian masalah tapal batas, Dogopia meminta kepada semua pihak untuk menghormati tatanan hidup sosial antar suku yang sudah terjalin lama. Perbatasan antar suku dan wilayah sudah ada sejak lama bahkan sebelum pemerintah masuk. Dia juga sarankan kepada Pemda kabupaten tidak mencaplok asal-asal demi kepentingan ekonomi, pertambangan atau kepentingan apapun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Gara-gara tapal batas belum selesai, banyak nyawa warga tak berdosa menjadi korban akibat perebutan wilayah oleh pemerintah. Salah satunya wilayah Deiyai bagian Selatan. Persoalan ini sudah terjadi lama. Sudah berulang kali terjadi perang antar suku di distrik Kapiraya dari Deiyai dan Distrik Wakia dari kabupaten Timika,” jelas Dogopia

Dogopia menjelaskan tapal batas antara Deiyai dan Paniai itu semua masyarakat di kampung Udaugi tahu. Bahwa, batasnya di Uda Dimi. Tapi, Pemerintah Paniai mencaplok wilayah Deiyai hampir 2 KM.

“Hal seperti ini, sangat menganggu daerah lain. Maka itu, kami meminta kepada Gubernur Papua Tengah untuk segera fasilitasi daerah yang belum menyelesaikan tapal batasnya. Terutama, kabupaten Deiyai dan Mimika,” desak lelaki yang biasa disapa Mellow ini

KNPI Deiyai khatawirkan jika masalah ini terus dibiarkan, akan ada banyak korban yang terus berjatuhan ke depan. Sehingga, sebelum terjadi masalah harus ada Solusi yang dilahirkan dari persoalan ini

Mellow juga mengapresiasi atas niat baik dan langkah konkret yang telah diambil Bupati Deiyai, Melkianus Mote. Pemda Deiyai sudah hadir di Tengah masyarakat di wilayah perbatasan untuk memberikan bantuan.

Dogopia juga menambahkan, Bupati Deiyai dalam upaya meningkatkan pelayanan pemerintahan di wilayah terpencilsudah menerima sejumlah usulan dari Kepala Distrik Bowobado, Yulian Dogopia beberapa bulan lalu

Saat itu, Mellow Dogopia menyebutkan ada beberapa program prioritas yang diusulkan meliputi pembukaan akses jalan darat dari Kopai 1 ke Kopai 2, pemindahan kantor distrik ke Yewamaida yang berada di dekat jalan Trans Deiyai-Timika, serta penetapan tapal batas antara Kabupaten Mimika dan Distrik Bowobado.

“Bupati Melkianus Mote menyatakan komitmennya untuk memperhatikan sejumlah usulan tersebut, terutama yang berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat,” kata Dogopia

Hal senada juga disampaikan Ketua Pemuda LIRA (Lumbung Informasi Rakyat) kabupaten Deiyai, Stef Edowai agar penyelesaian tapal batas adat didahulukan sebelum penetapan batas administratif oleh pemerintah. Ia menekankan peran tua-tua adat sebagai pemangku kepentingan utama dalam penyelesaian konflik batas ulayat.

”Sebagai Ketua LIRA Kabupaten Deiyai dan sebagai Intelektual muda dari wilayah Selatan Deiyai, sarankan kepada pemerintah maupun masyarakat harus menyelesaikan tapal batas adat terlebih dahulu melalui tua-tua adat secara terbuka guna menjaga stabilitas keamanan terhadap warga, lalu tapal batas pemerintah menyesuaikan dari belakang melalui tapal batas Adat,” pungkas Edowai.

Penyelesaian menyelesaikan tapal batas ini diharapkan dapat mencegah terjadinya konflik di tengah masyarakat, yang sering dipicu oleh perebutan sumber daya alam dan klaim wilayah, sebagaimana kasus serupa yang telah terjadi di beberapa titik perbatasan di wilayah Meepago. [PK]

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tragedi Kwamki Lama: 11 Nyawa Melayang di Tengah Lambatnya Respons Pemkab Mimika
DPRD Deiyai Bahas RAPBD 2026, Fraksi Otsus Dorong Perda Pagar Ekonomi Pangan Lokal
Bupati Deiyai Tinjau Ruas Jalan Gakokebo–Dedoutei, Targetkan Peningkatan Akses pada 2026
Rayakan Natal dengan Penuh Suka Cita, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Deiyai Tekankan Peran Keluarga dalam Iman
Donatus Mote: Papua Tengah Kaya, SDM Harus Cerdas; Pendidikan Jadi Prioritas Utama Pembangunan
Sekda Deiyai: DWP Deiyai Didorong Jadi Agen Perubahan Positif
Dharma Wanita Persatuan Deiyai Bagikan Bingkisan Kasih untuk Anak TK/PAUD
Wakil Ketua III DPRK Deiyai Apresiasi Bupati Mote: Bantuan 100 Perahu Dana Otsus Jawab Kerinduan Mama Nelayan

Berita Terkait

Friday, 9 January 2026 - 04:19 WIT

Tragedi Kwamki Lama: 11 Nyawa Melayang di Tengah Lambatnya Respons Pemkab Mimika

Monday, 22 December 2025 - 20:19 WIT

DPRD Deiyai Bahas RAPBD 2026, Fraksi Otsus Dorong Perda Pagar Ekonomi Pangan Lokal

Sunday, 21 December 2025 - 14:20 WIT

Bupati Deiyai Tinjau Ruas Jalan Gakokebo–Dedoutei, Targetkan Peningkatan Akses pada 2026

Wednesday, 17 December 2025 - 05:20 WIT

Rayakan Natal dengan Penuh Suka Cita, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Deiyai Tekankan Peran Keluarga dalam Iman

Saturday, 13 December 2025 - 19:28 WIT

Donatus Mote: Papua Tengah Kaya, SDM Harus Cerdas; Pendidikan Jadi Prioritas Utama Pembangunan

Berita Terbaru

Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, saat memberikan amanat dalam Apel Gabungan ASN di halaman Kantor Bupati, Senin (12/1).

Pemerintahan

Bupati Deiyai Tekankan Kedisiplinan ASN dan Pelestarian Budaya Lokal

Monday, 19 Jan 2026 - 07:05 WIT