Deiyai [SINAR BEMO] — Kami Ikatan Pelajar Mahasiswa Mimika (IPMAMI) dan Iktan Pelajar Mahasiswa Nabire Paniai Dogiyai Deiyai (IPMANAPANDEDE) Kota Studi Semarang dengan penuh perhatian menanggapi pernyataan sikap konflik horisontal yang terjadi antara suku mee dan Kamoro di kapiraya!
Berikut adalah point pernyataan sikapnya:
1. Hentikan konflik antara suku Mee dan Kamoro yang terjadi hingga saat ini dan Tidak boleh ada keterlibatan dari pihak lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
2. Pemerintah kabupaten Mimika, Deiyai, dogiyai segera bertanggung jawab atas konflik horisontal yang terjadi di kapiraya antara (Suku mee dan susu Kamoro)
3. Hentikan segala upaya aduh domba yang mengakibatkan konflik horisontal di kapiraya yang memakan banyak korban jiwa.
4. Usut dan adili penambangan ilegal PT Zoomlion yang telah memicu konflik antara masyarakat Mee dan Kamoro..
5. Adanya otonomi khusus, maka ada MRP tetapi tidak menyuarakan atau memperhatikan konflik horisontal yang terjadi tanah Papua, lebihnya di kapiraya.
6. Pemerintah segera bertanggung jawab dan memastikan keadilan atas pembunuhan Pendeta Neles Peuki yang dibakar hidup-hidup di Kapiraya.
7. Kami Mendesak Kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah Segera Menurunkan Tim Penanganan Konflik di Kapiya Agar Konflik Tidak Berkepanjangan dan Sehingga Tidak Memakan Korban Jiwa dan Materi.
8. Tarik Pasukan Gabungan TNI–Polri yang diberangkatkan ke Kapiraya atas nama antisipasi konflik.
Dengan demikian menanggapi pernyataan sikap konflik horisontal yang terjadi di kapiraya ini kami Mahasiswa (IPMAMI-IPMANAPANDEDE) akan buat sebagai mana mestinya.
Semarang 1 Maret 2026.






