DEIYAI, SINAR BEMO — Pemerintah Kabupaten Deiyai terus mendorong penguatan ketahanan pangan melalui pengembangan sektor pertanian berbasis masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah penyediaan dan penyaluran berbagai jenis bibit tanaman kepada masyarakat dan kelompok tani.
Program bantuan bibit tanaman Tahun Anggaran 2026 tersebut diserahkan pada Rabu (26/8/2026). Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Asisten III Setda Kabupaten Deiyai, Daniel Bunai, S.E., S.T., mewakili Bupati Deiyai Melkianus Mote, S.T.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan yang disalurkan mencakup 12 komoditas tanaman, baik tanaman pangan maupun tanaman lokal yang memiliki potensi untuk dikembangkan oleh masyarakat. Di antaranya jahe, tebu, keladi, labu siam, bayam lokal, ubi jalar dan sejumlah komoditas lainnya.
Penyerahan berlangsung di salah satu kebun kelompok tani di Kampung Idege, yang dikelola oleh Yulianus Madai. Kebun tersebut menjadi salah satu lokasi pengembangan tanaman sekaligus sumber bibit yang mendukung program ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Deiyai, Mando Mote, S.IP., mengatakan program penyediaan bibit tidak sepenuhnya bergantung pada pengadaan dari luar daerah. Pemerintah juga membeli bibit yang telah dikembangkan oleh masyarakat dan kelompok tani lokal.
“Bibit-bibit yang ada ini sebagian kita beli dari masyarakat atau kelompok tani, kemudian kita bagikan kembali kepada masyarakat dan kelompok tani,” kata Mando.

Menurutnya, pola tersebut memberikan manfaat ganda. Masyarakat memperoleh bibit untuk mengembangkan lahan pertanian, sementara petani yang menghasilkan bibit juga mendapatkan manfaat ekonomi dari hasil kebunnya.
Mando berharap bantuan tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman dalam skala kecil. Kelompok tani diharapkan mampu mengembangkan tanaman secara lebih produktif sehingga hasilnya dapat memenuhi kebutuhan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan keluarga.
Sementara itu, Daniel Bunai menegaskan bahwa bantuan bibit merupakan bentuk perhatian pemerintah terhadap pengembangan sektor pertanian dan peningkatan ekonomi masyarakat.
Ia meminta masyarakat penerima bantuan untuk menanam dan merawat bibit tersebut pada lahan yang telah disiapkan.
“Harapan kami, bapak dan ibu dapat memanfaatkan bantuan tanaman yang diberikan ini dengan baik. Tanamlah di lokasi yang telah ditentukan oleh kelompok, karena ini akan meningkatkan perekonomian masyarakat dan pendapatan keluarga,” ujar Daniel.

Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap pengembangan berbagai komoditas tersebut dapat dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Melalui pengembangan bibit lokal dan pemberdayaan kelompok tani, pemerintah menargetkan terciptanya produksi pertanian yang tidak hanya mendukung ketersediaan pangan, tetapi juga membuka peluang peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Deiyai.













Komentar