DEIYAI [SINAR BEMO] – Upaya harmonisasi dan penyaluran bantuan makanan (Bama) bagi masyarakat di wilayah Kapiraya masih menghadapi tantangan besar.
Meski kesepakatan antara Bupati Mimika, Bupati Deiyai, dan Bupati Dogiyai telah bulat untuk mengirimkan tim ke lokasi, kendala transportasi udara dan laut menjadi penghambat utama bagi Pemerintah Kabupaten Deiyai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Hal ini disampaikan Bupati Deiyai Melkianus Mote, ST pada 28/2 lalu.
Hingga hari ini, Pemda Deiyai belum dapat memberangkatkan tim harmonisasi serta bantuan logistik karena terbatasnya armada menuju Kapiraya. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, dalam keterangan tertulisnya.
Bupati Melkianus menekankan bahwa dari sisi teknis dan keamanan, seharusnya tidak ada alasan lagi bagi maskapai untuk menunda penerbangan. Saat ini, Bandara Kapiraya telah dijaga ketat oleh Tim Satgas Marinir. Bahkan, pesawat Karavan milik TNI pun telah berhasil mendarat dengan aman di sana.
Selain itu, Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah memberikan lampu hijau agar Bandara Kapiraya segera beroperasi kembali demi mendukung kelancaran pelayanan publik dan kemanusiaan.

Bupati berharap agar para operator pesawat yang beroperasi di wilayah Papua Tengah dapat mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan di atas kepentingan pihak-pihak tertentu.
”Semoga Senin besok sudah ada kepastian transportasi, baik udara maupun laut, menuju Kapiraya. Ini adalah misi kemanusiaan yang tidak boleh tertunda lebih lama lagi,” pungkas Melkianus.






