Deiyai [SINAR BEMO] — Semangat sukacita Natal mulai terasa di Deiyai, Papua Tengah, ditandai dengan kembalinya tradisi adat suku Mee Deiyai, Wiyani. Nyanyian komunal khas yang sempat meredup ini kini kembali merasuk ke sanubari, menyatukan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat dalam sebuah pawai kebersamaan yang menghangatkan.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Daerah ini dimulai dari depan Kediaman Bupati Deiyai. Massa yang terdiri dari ASN, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan tokoh masyarakat bergerak dalam barisan, kompak melantunkan Wiyani sambil mengelilingi komplek perkantoran.
Aksi ini tidak hanya sekadar pawai, namun menjadi deklarasi kuat bahwa tradisi adalah bagian integral dari identitas Deiyai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Wiyani adalah roh dari kebersamaan kita, tradisi ini adalah bagian dari identitas kita,” ujar salah satu peserta pawai dengan penuh semangat. “Kita harus menjaga dan melestarikannya agar generasi penerus tetap tahu dari mana kita berasal.”
Suara lantang dan merdu dari ribuan peserta membangkitkan atmosfer kekeluargaan, menegaskan kembali bahwa nilai-nilai tradisi tidak pernah hilang, hanya perlu dihidupkan kembali melalui aksi nyata.
Kegiatan Wiyani ini akan terus bergaung selama beberapa hari ke depan, menjadi penanda dimulainya perayaan Natal yang penuh sukacita di Kabupaten Deiyai. Pemerintah Daerah berharap kegiatan ini dapat mempererat tali persaudaraan menjelang hari besar keagamaan tersebut.






