Masalah Internal SMP YPPK Waghete II, Pemilik Ulayat Minta tidak Dilibatkan

Monday, 13 October 2025 - 18:36 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Donatus Mote Salah satu Pemilik Ulayat Lokasi SMP YPPK Waghete II.

Donatus Mote Salah satu Pemilik Ulayat Lokasi SMP YPPK Waghete II.

Deiyai SINAR BEMO – 13 Oktober 2025, Persoalan internal di lingkungan sekolah SMP YPPK Waghete, Kabupaten Deiyai, Papua Tengah, dikabarkan telah memuncak hingga menyebabkan aksi pemalangan lokasi sekolah. Menanggapi hal ini, perwakilan pemilik hak ulayat tanah tempat berdirinya sekolah, Donatus Mote, menegaskan bahwa masalah tersebut adalah murni urusan internal guru dan pimpinan sekolah yang harus segera diselesaikan tanpa mengaitkannya dengan masalah hak ulayat.

​Donatus Mote, yang menyatakan telah mengetahui inti dari permasalahan yang terjadi, menyebut bahwa pemalangan lokasi sekolah adalah cerminan dari kegagalan pimpinan sekolah dalam menyelesaikan perselisihan dengan dewan guru.

​“Seharusnya, pimpinan sekolah bersama guru-guru sudah selesaikan masalah internal guru ini dalam pertemuan dewan guru agar tidak memuncak ke publik,” ujar Mote.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Menurutnya, jika jalur internal tidak membuahkan solusi, maka langkah selanjutnya adalah mengundang pihak yayasan untuk memfasilitasi penyelesaian.

Penolakan Keras Keterlibatan Hak Ulayat

​Mote secara tegas menolak upaya pihak sekolah, terutama pimpinan, yang kerap mengaitkan aksi pemalangan atau perselisihan guru dengan masalah hak ulayat tanah. Ia menekankan bahwa oknum yang melakukan pemalangan adalah seorang guru aktif di SMP YPPK Waghete dan harus diposisikan sebagai guru, bukan dikaitkan dengan statusnya sebagai pemilik ulayat.

​“Kami pemilik ulayat tanah tidak mau lagi dilibatkan dalam urusan internal guru di sekolah. Jangan lagi pimpinan sekolah mengatakan terjadi pemalangan di lokasi sekolah adalah guru yang mempunyai pemilik ulayat,” tegasnya.

​Mote mengaku telah mendengar berulang kali dalam pertemuan guru dan orang tua siswa, pimpinan sekolah menyindir dan mengaitkan guru tertentu dengan masalah hak ulayat. Sikap ini dinilai tidak etis dan harus dihentikan.

​“Kami juga sudah paham dan mengetahui alasan mengapa sampai bisa dipalang oleh guru-guru yang statusnya masih aktif. Tentu saja kami temukan banyak masalah dan itu semua adalah masalah internal guru di sekolah,” jelas Mote, seraya berharap seluruh persoalan diselesaikan di hadapan Yayasan dan Pemerintah Daerah.

Jaga Marwah Sekolah Bersejarah

​Pihak pemilik ulayat juga menyampaikan peringatan keras kepada seluruh pihak di SMP YPPK Waghete—baik pimpinan, guru, maupun yayasan—agar tidak sekali-kali mengatasnamakan hak ulayat tanah demi merebut atau mempertahankan jabatan.

​“Apabila kemudian hari ada oknum guru ataupun pimpinan sekolah ataupun dari yayasan kaitkan masalah internal sekolah dengan masalah hak ulayat tanah, maka kami pemilik hak ulayat akan undang untuk menanyakan lebih lanjut alasannya,” ancam Mote.

​Penyampaian sikap ini dilandasi oleh rasa bangga para pemilik ulayat terhadap kontribusi sekolah tersebut. Mote mengingatkan kembali bahwa lokasi berdirinya SD dan SMP YPPK Waghete telah diserahkan oleh leluhur mereka sejak ratusan tahun silam, dan dari sekolah bersejarah ini, ribuan anak Papua telah sukses dan menjadi manusia-manusia sukses, termasuk pejabat di Tanah Papua.

​“Kami pemilik ulayat bangga melihat banyak orang yang dapat selesaikan pendidikan dari SMP YPPK Waghete. Kami berharap dan berjuang agar sekolah YPPK dan YPPGI tetap kita rawat bersama. Sebab YPPK dan YPPGI adalah sekolah bersejarah di Papua, sekolah yang membawa peradaban dan membangkitkan jati diri orang Papua,” tutupnya.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pernyataan Sikap Bersama IPMAMI dan IPMANAPANDODE Kota Studi Semarang Terhadap Konflik Horizontal di Kapiraya
Misi Kemanusiaan Kapiraya Terkendala Akses, Bupati Deiyai Desak Operasional Bandara
Kadin Papua Tengah Siap “Take Off”: Gelar Talkshow Ekonomi untuk Petakan Potensi Unggulan 8 Kabupaten
Setahun Pimpin, Melkianus Mote – Ayub Pigome Membawa Perubahan Nyata untuk Deiyai
​Guru Agama Papua Tengah Tuntut Kesetaraan Fasilitas Program PPG
Provinsi Papua Tengah Mediasi Konflik Kapiraya, Tiga Kabupaten Sepakati Tim Adat
Wakil Ketua I DPRD Deiyai Desak Penghentian Konflik di Kapiraya: “Tahan Diri, Jangan Ada Lagi Korban Nyawa”
Luar Biasa! Pemuda Asal Dogiyai Ini Luncurkan 4 Buku Sekaligus: Sebuah Nazar Intelektual

Berita Terkait

Monday, 2 March 2026 - 07:38 WIT

Pernyataan Sikap Bersama IPMAMI dan IPMANAPANDODE Kota Studi Semarang Terhadap Konflik Horizontal di Kapiraya

Sunday, 1 March 2026 - 18:31 WIT

Misi Kemanusiaan Kapiraya Terkendala Akses, Bupati Deiyai Desak Operasional Bandara

Tuesday, 24 February 2026 - 12:28 WIT

Kadin Papua Tengah Siap “Take Off”: Gelar Talkshow Ekonomi untuk Petakan Potensi Unggulan 8 Kabupaten

Friday, 20 February 2026 - 19:56 WIT

Setahun Pimpin, Melkianus Mote – Ayub Pigome Membawa Perubahan Nyata untuk Deiyai

Friday, 20 February 2026 - 19:25 WIT

​Guru Agama Papua Tengah Tuntut Kesetaraan Fasilitas Program PPG

Berita Terbaru