Konflik Tapal Batas Kapiraya Memanas, Mesak Edowai Desak MRP Papua Tengah Bentuk Pansus

Wednesday, 11 February 2026 - 16:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mesak Edowai, Kepala Suku Mee Distrik Kapiraya, saat memberikan keterangan terkait urgensi pembentukan Pansus Tapal Batas menyusul bentrokan yang kembali pecah di perbatasan Deiyai-Mimika, Rabu (11/2/2026).

Mesak Edowai, Kepala Suku Mee Distrik Kapiraya, saat memberikan keterangan terkait urgensi pembentukan Pansus Tapal Batas menyusul bentrokan yang kembali pecah di perbatasan Deiyai-Mimika, Rabu (11/2/2026).

DEIYAI [SINAR BEMO] – Ketegangan akibat sengketa tapal batas di Distrik Kapiraya, Kabupaten Deiyai, Provinsi Papua Tengah, kembali memuncak pada Rabu (11/2/2026). Bentrokan fisik yang dipicu perselisihan wilayah adat antara Suku Mee dan Suku Kamoro dilaporkan kembali memakan korban luka.

​Kepala Suku Mee Distrik Kapiraya sekaligus tokoh intelektual setempat, Mesak Edowai, mendesak pemerintah dan aparat keamanan untuk segera mengambil langkah konkret guna menyelesaikan konflik ini secara permanen. Menurutnya, akar masalah terletak pada pengabaian batas wilayah adat yang secara historis telah disepakati oleh para leluhur.

​”Konflik ini terjadi karena tapal batas adat kini tidak lagi diakui oleh pihak Suku Kamoro. Padahal, secara tradisional batas tersebut sudah sangat jelas, ditandai dengan pohon kelapa sebagai simbol wilayah Suku Kamoro dan tanaman buah merah sebagai penanda wilayah Suku Mee di area umaya atau befak sagu,” jelas Mesak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Ia menegaskan bahwa Suku Mee tidak memiliki niat untuk mencaplok wilayah tetangga. Namun, situasi semakin diperumit dengan adanya aktivitas tambang emas di wilayah Wakia yang memperuncing gesekan kepentingan di perbatasan.

​Hingga saat ini, dampak konflik telah mengakibatkan satu orang meninggal dunia, sejumlah rumah dibakar, dan laporan terbaru menyebutkan lima orang warga terluka di Kampung Mogodagi.

​Menyikapi eskalasi kekerasan tersebut, Mesak Edowai mengeluarkan pernyataan sikap:

​1. Mendesak Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP PT) untuk segera membentuk Panitia Khusus (Pansus) Tapal Batas guna menetapkan batas wilayah secara sah dan mengikat.

​2. Meminta Aparat Penegak Hukum untuk bertindak adil, netral, dan mengayomi kedua belah pihak demi mencegah konflik susulan.

​3. Mendorong Pemerintah Distrik Kapiraya dan Mimika Barat Tengah segera berkoordinasi dengan Bupati masing-masing untuk langkah rekonsiliasi.

​”Kedua suku adalah saudara. Kami ingin keadilan tegak agar perdamaian di Kapiraya kembali tercipta,” pungkasnya.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Yapkema Papua Perkuat Ekonomi Perempuan melalui Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk di Deiyai
Pemkab Deiyai Angkat PPPK dan CPNS THK II, Bupati Ingatkan Disiplin
Pemerintah Kabupaten dan Polres Deiyai Salurkan Bantuan Bama bagi Pengungsi Kapiraya di Timika
Wakili Pemerintah Kabupaten, Asisten II Resmi Lepas Persidei FC Menuju Liga 4 Papua Tengah
Lestarikan Jati Diri Suku Mee, SMA Negeri 1 Deiyai Gelar Festival Seni Budaya
Kominfo Deiyai Fasilitasi 3 Titik Internet Starlink di Distrik Tigi Barat
Konflik Tapal Batas Kapiraya: Anggota DPR Papua Tengah Desak Kapolda Periksa Netralitas Aparat

Berita Terkait

Saturday, 28 March 2026 - 06:47 WIT

Yapkema Papua Perkuat Ekonomi Perempuan melalui Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk di Deiyai

Friday, 20 March 2026 - 20:59 WIT

Tuesday, 17 March 2026 - 15:00 WIT

Pemkab Deiyai Angkat PPPK dan CPNS THK II, Bupati Ingatkan Disiplin

Thursday, 5 March 2026 - 17:32 WIT

Pemerintah Kabupaten dan Polres Deiyai Salurkan Bantuan Bama bagi Pengungsi Kapiraya di Timika

Tuesday, 3 March 2026 - 08:23 WIT

Wakili Pemerintah Kabupaten, Asisten II Resmi Lepas Persidei FC Menuju Liga 4 Papua Tengah

Berita Terbaru

Pemerintahan

Asisten II Sekda Deiyai Buka Pelatihan Penginputan Data DTKS dan PBI

Wednesday, 15 Apr 2026 - 09:30 WIT

Ekonomi

Jadi Tukang Ojek di Deiyai, Peluang Ekonomi yang Menjanjikan

Friday, 27 Mar 2026 - 14:31 WIT