Yapkema Papua Perkuat Ekonomi Perempuan melalui Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk di Deiyai

Saturday, 28 March 2026 - 06:47 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mama-mama di Watiyai, Kabupaten Deiyai, mengikuti pelatihan pengolahan ubi jalar menjadi donat dan keripik yang difasilitasi Yapkema Papua sebagai upaya meningkatkan kualitas produk dan kemandirian ekonomi lokal.

Mama-mama di Watiyai, Kabupaten Deiyai, mengikuti pelatihan pengolahan ubi jalar menjadi donat dan keripik yang difasilitasi Yapkema Papua sebagai upaya meningkatkan kualitas produk dan kemandirian ekonomi lokal.

Deiyai [SINAR BEMO] —Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (Yapkema) Papua kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dengan menyelenggarakan pelatihan peningkatan kualitas produk bagi perempuan (mama-mama) di Watiyai, Kabupaten Deiyai, Jumat (27/03).

Kegiatan ini diikuti oleh belasan peserta yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga yang selama ini menggantungkan penghidupan pada hasil kebun. Meski telah menjalankan aktivitas ekonomi secara mandiri, praktik usaha yang dilakukan masih terbatas pada penjualan bahan mentah tanpa pengolahan, sehingga nilai tambah yang diperoleh relatif rendah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pelatihan menghadirkan praktisi sekaligus sarjana gizi, Beti Tekege, yang memfasilitasi proses pembelajaran melalui pendekatan praktik langsung. Peserta dilatih mengolah ubi jalar (nota) menjadi berbagai produk olahan seperti kue donat dan keripik, dengan penekanan pada peningkatan kualitas rasa, tekstur, dan tampilan produk.

Selain penguatan keterampilan teknis, Pigai Wegobi, staf Yapkema, memberikan pemahaman mengenai pendekatan ekonomi Owaadaa yang menekankan pentingnya pengelolaan potensi lokal sebagai basis pembangunan ekonomi komunitas. Kegiatan ini dipandu oleh Nikson Kotouki selaku Petugas Lapangan (PL) Program Owaadaa di Deiyai.

Menjawab Tantangan Pasar Lokal

Dalam dinamika pasar lokal yang semakin berkembang, kualitas dan variasi produk menjadi faktor penting dalam menarik minat konsumen. Hal ini dirasakan langsung oleh para peserta yang selama ini menghadapi tantangan dalam memasarkan produk mereka.

Salah satu peserta, Mariana Madai, mengungkapkan bahwa dirinya kerap menerima masukan dari konsumen terkait produk yang dijual.

“Ada pembeli yang bilang kue yang kami jual rasanya sama saja, sehingga mereka tidak tertarik membeli lagi. Mereka minta kalau bisa ada variasi rasa,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, Mama-mama didorong untuk melakukan inovasi produk serta meningkatkan kualitas agar mampu bersaing dan menjawab kebutuhan pasar di sekitarnya.

Mengolah Potensi Lokal Menjadi Sumber Penghidupan

Selama ini, rata-rata Mama-mama menjual hasil kebun seperti ubi jalar tanpa diversifikasi produk. Lainnya dikonsumsi. Padahal, potensi bahan baku lokal yang tersedia cukup melimpah dan memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Pelatihan ini juga memperkenalkan alternatif pengolahan ubi jalar menjadi keripik, sebagai upaya mengurangi ketergantungan terhadap produk makanan dari luar, seperti kerupuk kemasan yang selama ini dibeli di pasar.

Pendekatan yang dilakukan Yapkema Papua tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan, tetapi juga pada penguatan kesadaran masyarakat untuk kembali melihat potensi yang dimiliki sebagai kekuatan utama. Sebab dalam banyak kasus, perubahan sosial dan ekonomi justru mendorong masyarakat menjauh dari sumber daya lokal dan bergantung pada produk luar.

Dampak Nyata bagi Mama-mama Pelaku Usaha

Proses pendampingan yang dilakukan Yapkema Papua selama kurang lebih 2 tahun menunjukkan dampak nyata bagi peserta, terutama dalam peningkatan kapasitas usaha dan pendapatan.

Salah satu peserta, Fince Yeimo, membagikan pengalamannya setelah mengikuti pelatihan.

“Saya berterima kasih karena setelah Yapkema datang melatih, saya sudah bisa mendapatkan penghasilan dari jualan kue. Saya membuat donat dan kue bulat dari ubi sesuai pelatihan. Itu saya jual, dan dapat uang. Karena banyak yang suka,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa usahanya kini berkembang secara bertahap.

“Sekarang saya sudah bisa membeli tepung per sak, sebelumnya hanya membeli secara eceran. Saya juga pernah mendapatkan pendapatan hingga jutaan rupiah, terutama saat melayani kebutuhan konsumsi kegiatan gereja,” jelasnya.

Pengalaman ini menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan dan keterampilan, kalau diikuti dengan pendampingan yang berkelanjutan, dapat mendorong transformasi ekonomi pada tingkat rumah tangga.

Mendorong Kemandirian dan Peran Aktif Masyarakat

Melalui kegiatan ini, Yapkema Papua ingin menegaskan bahwa pembangunan ekonomi berbasis komunitas harus berangkat dari potensi lokal yang dimiliki masyarakat. Pendampingan yang dilakukan tidak bisa hanya semata-mata meningkatkan pendapatan, tetapi juga harus memperkuat posisi masyarakat sebagai pelaku utama dalam sistem ekonomi lokal.

Dengan bertumpu pada sumber daya yang tersedia serta didukung oleh peningkatan kapasitas, masyarakat diharapkan mampu mengelola usaha secara mandiri, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perubahan.

Kegiatan serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Dogiyai pada pekan lalu, dan akan dilanjutkan di Kabupaten Paniai pada pekan mendatang kepada kelompok mama-mama dampingan Yapkema.

Ke depan, Yapkema Papua akan terus mendorong proses pendampingan yang lebih intensif, termasuk penguatan akses pasar dan pengembangan produk, agar inisiatif ekonomi lokal ini dapat tumbuh dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pemkab Deiyai Angkat PPPK dan CPNS THK II, Bupati Ingatkan Disiplin
Pemerintah Kabupaten dan Polres Deiyai Salurkan Bantuan Bama bagi Pengungsi Kapiraya di Timika
Wakili Pemerintah Kabupaten, Asisten II Resmi Lepas Persidei FC Menuju Liga 4 Papua Tengah
Lestarikan Jati Diri Suku Mee, SMA Negeri 1 Deiyai Gelar Festival Seni Budaya
Kominfo Deiyai Fasilitasi 3 Titik Internet Starlink di Distrik Tigi Barat
Konflik Tapal Batas Kapiraya: Anggota DPR Papua Tengah Desak Kapolda Periksa Netralitas Aparat
Konflik Tapal Batas Kapiraya Memanas, Mesak Edowai Desak MRP Papua Tengah Bentuk Pansus

Berita Terkait

Saturday, 28 March 2026 - 06:47 WIT

Yapkema Papua Perkuat Ekonomi Perempuan melalui Pelatihan Peningkatan Kualitas Produk di Deiyai

Friday, 20 March 2026 - 20:59 WIT

Tuesday, 17 March 2026 - 15:00 WIT

Pemkab Deiyai Angkat PPPK dan CPNS THK II, Bupati Ingatkan Disiplin

Thursday, 5 March 2026 - 17:32 WIT

Pemerintah Kabupaten dan Polres Deiyai Salurkan Bantuan Bama bagi Pengungsi Kapiraya di Timika

Tuesday, 3 March 2026 - 08:23 WIT

Wakili Pemerintah Kabupaten, Asisten II Resmi Lepas Persidei FC Menuju Liga 4 Papua Tengah

Berita Terbaru

Pemerintahan

Asisten II Sekda Deiyai Buka Pelatihan Penginputan Data DTKS dan PBI

Wednesday, 15 Apr 2026 - 09:30 WIT