Komunitas Ojek Deiyai Sampaikan Tiga Aspirasi, Begini Jawaban Bupati

Friday, 25 September 2026 - 04:11 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Deiyai Melkianus Mote, S.T didampingi wakil bupati dan sejumlah kepala OPD saat menanggapi aspirasi komunitas Ojek Deiyai di halaman kantor bupati Deiyai pada Kamis, 24/9/2026.

Bupati Deiyai Melkianus Mote, S.T didampingi wakil bupati dan sejumlah kepala OPD saat menanggapi aspirasi komunitas Ojek Deiyai di halaman kantor bupati Deiyai pada Kamis, 24/9/2026.

DEIYAI, SINAR BEMO — Komunitas tukang ojek putra asli Kabupaten Deiyai mendatangi Bupati Deiyai Melkianus Mote, S.T. untuk menyampaikan sejumlah aspirasi terkait keberadaan dan perlindungan para pengojek di daerah tersebut.

Pertemuan berlangsung di halaman Kantor Bupati Deiyai, Kamis (24/9/2026). Dalam pertemuan itu, perwakilan pengojek, Pelanto Pekei, menyampaikan tiga aspirasi utama kepada pemerintah daerah.

Aspirasi pertama berkaitan dengan penetapan tarif jasa transportasi ojek, baik untuk perjalanan di dalam wilayah Kabupaten Deiyai maupun perjalanan keluar daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami berharap biaya transportasi ojek di lingkungan Deiyai maupun keluar Deiyai dapat diatur sehingga ada kejelasan mengenai tarif,” ujar Pelanto.

Aspirasi kedua berkaitan dengan kebutuhan perlengkapan keselamatan dan identitas pengojek. Pelanto menyampaikan bahwa sebagian masyarakat menggantungkan kehidupan sehari-hari dari pekerjaan sebagai tukang ojek sehingga membutuhkan dukungan berupa jaket dan helm.

“Jadi kami mohon agar Bupati dapat membantu menyiapkan jaket dan topi atau helm bagi kami,” katanya.

Sementara aspirasi ketiga adalah agar para pengojek dapat didaftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, mengingat pekerjaan tersebut memiliki risiko kecelakaan yang cukup tinggi.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Deiyai Melkianus Mote mengatakan komunitas pengojek perlu memiliki organisasi dan legalitas yang jelas agar pemerintah daerah dapat memberikan dukungan sesuai ketentuan.

“Karena sudah ada komunitas, kalian harus daftar di Kesbangpol supaya nanti saya bisa memberikan dana hibah. Jadi segera buat akta notaris, setelah itu daftar di Kesbangpol,” kata Bupati.

Terkait permintaan penetapan tarif ojek, Bupati mengatakan pemerintah daerah akan melihat terlebih dahulu instansi yang memiliki kewenangan untuk mengatur dan menetapkan tarif transportasi.

Menurutnya, besaran tarif juga perlu dibandingkan dengan tarif yang berlaku di daerah sekitar, termasuk Kabupaten Dogiyai dan Kabupaten Paniai.

“Soal tarif, kami akan cek dinas mana yang urus supaya ke depan biaya tarif jelas. Tarif ini harus kita bandingkan dengan Kabupaten Dogiyai dan Paniai,” jelasnya.

Bupati juga mengingatkan agar penetapan tarif mempertimbangkan kemampuan masyarakat sehingga tidak menimbulkan beban biaya transportasi yang terlalu tinggi.

Mengenai bantuan helm dan jaket, Bupati meminta komunitas pengojek segera menyiapkan data anggota secara lengkap, termasuk Kartu Tanda Penduduk (KTP).

“Kalian harus siapkan data, KTP harus jelas. Nanti kalau ada uang, kami akan belikan,” ujarnya.

Sementara terkait BPJS Ketenagakerjaan, Bupati menilai kepesertaan tersebut penting bagi para pengojek karena pekerjaan mereka memiliki risiko kecelakaan di jalan.

“Jadi kalian harus punya BPJS Ketenagakerjaan. Kalau terjadi kecelakaan, misalnya patah tulang, kalian bisa berobat dengan BPJS itu,” jelas Melkianus.

Bupati meminta para pengojek segera berkoordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan untuk mengurus kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara bersama-sama.

“Segera daftar ke Dinas Ketenagakerjaan. Jangan pergi satu-satu, semua serentak jalan,” tegasnya.

Selain tiga aspirasi tersebut, komunitas pengojek juga menyampaikan kebutuhan dukungan terhadap keberadaan bengkel yang dapat menunjang aktivitas mereka.

Menanggapi hal itu, Bupati mengatakan pemerintah daerah terbuka untuk membantu, namun komunitas harus terlebih dahulu menyelesaikan legalitas organisasi.

“Soal bengkel itu gampang, kami akan bantu. Tetapi selesaikan badan hukum terlebih dahulu. Setelah itu akan ada bantuan, karena ada aturan. Kami tidak bisa kasih begitu saja,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tepati Janji Beli 10 Perahu, Bupati Deiyai dan Frei Mote Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur Meki Nawipa
Bupati Deiyai Serahkan Mesin Pompa Air kepada Tiga Kelompok Ternak
Gubernur Papua Tengah Tepati Janji, Beli 10 Ribu Bibit Cemara dari Kelompok Tani Maju Onago
Dinas Pertanian Deiyai Salurkan 300 Ekor Babi, Masyarakat Diminta Kembangkan Jadi Usaha Produktif
Hak Honor Nakes dan Tenaga Pendidikan Deiyai Segera Diproses, OPD Diminta Ajukan Tagihan
DWP BPKAD Deiyai Gelar Pertemuan Perdana, Perkuat Silaturahmi dan Kekompakan Anggota
PLN Survei Kampung Pekepa, Masyarakat Apresiasi Bupati Deiyai atas Rencana Pemasangan Listrik
Kepala Dinas Pertanian Deiyai Apresiasi Dukungan Gubernur dan Keberhasilan Petani Binaan Kembangkan Bawang Merah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Friday, 25 September 2026 - 04:11 WIT

Komunitas Ojek Deiyai Sampaikan Tiga Aspirasi, Begini Jawaban Bupati

Wednesday, 23 September 2026 - 20:06 WIT

Tepati Janji Beli 10 Perahu, Bupati Deiyai dan Frei Mote Sampaikan Terima Kasih kepada Gubernur Meki Nawipa

Wednesday, 23 September 2026 - 13:09 WIT

Bupati Deiyai Serahkan Mesin Pompa Air kepada Tiga Kelompok Ternak

Tuesday, 22 September 2026 - 09:05 WIT

Gubernur Papua Tengah Tepati Janji, Beli 10 Ribu Bibit Cemara dari Kelompok Tani Maju Onago

Saturday, 19 September 2026 - 17:05 WIT

Dinas Pertanian Deiyai Salurkan 300 Ekor Babi, Masyarakat Diminta Kembangkan Jadi Usaha Produktif

Berita Terbaru