DEIYAI, SINAR BEMO — Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) menyalurkan bantuan peralatan pertukangan kepada 30 tukang bangunan Orang Asli Papua (OAP) sebagai bagian dari program pelatihan kerja dan produktivitas tenaga kerja berdasarkan klaster yang bersumber dari Dana Otonomi Khusus (Otsus) Tahun Anggaran 2026.
Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Deiyai, Rabu, 7 Oktober 2026. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Mesak Pakage, S.E., M.M., yang mewakili Bupati Deiyai.
Kegiatan tersebut dihadiri Asisten II Setda Deiyai Mesak Pakage, Kabag SDM Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai Marinus Edowai, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Deiyai Ernest Kotouki, S.E., Sekretaris Disnaker, para kepala bidang, kepala seksi, staf, serta para tukang lokal penerima bantuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sambutannya, Asisten II Mesak Pakage menyampaikan apresiasi kepada Dinas Tenaga Kerja yang telah menjalankan program pemberdayaan tenaga kerja lokal melalui bantuan peralatan pertukangan.
Menurutnya, bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara baik untuk meningkatkan keterampilan dan produktivitas tukang lokal sehingga masyarakat Deiyai tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan di daerahnya sendiri.
“Kita sendiri yang membangun daerah kita sendiri. Jangan sampai kita hanya menjadi penonton terhadap orang-orang dari luar. Karena itu, tukang-tukang lokal harus terus dilatih dan diberdayakan agar mampu bersaing,” ujar Mesak.

Ia juga mengingatkan para penerima manfaat agar menjaga dan menggunakan bantuan tersebut sesuai dengan peruntukannya. Pemerintah, kata dia, berharap bantuan yang diberikan dapat benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan dan memberikan manfaat jangka panjang.
“Bantuan seperti ini harus kita jaga bersama-sama dan digunakan sesuai bidang masing-masing. Kalau kita gunakan dengan baik, tentu akan membawa manfaat dan berkat bagi kita,” katanya.
Mesak menegaskan, Pemerintah Kabupaten Deiyai terus mendorong penguatan sektor perekonomian dan pembangunan melalui perangkat daerah teknis. Karena itu, pengembangan tenaga kerja lokal menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Deiyai, Ernest Kotouki, S.E., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam meningkatkan kompetensi dan produktivitas tenaga kerja lokal.
Ia menjelaskan, setiap penerima manfaat mendapatkan 21 jenis peralatan pertukangan yang dapat digunakan untuk mendukung pekerjaan konstruksi dan pembangunan.
“Bantuan ini untuk mengembangkan kompetensi para tukang. Ini bukan untuk main-main, tetapi bagaimana peralatan ini dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas tenaga kerja lokal,” ujar Ernest.

Menurutnya, tukang bangunan lokal memiliki kemampuan dan potensi yang selama ini telah terlihat melalui berbagai pembangunan rumah dan bangunan di Kabupaten Deiyai.
Karena itu, Disnaker mendorong agar tenaga kerja lokal semakin diberdayakan dan dilibatkan dalam pekerjaan konstruksi, baik yang dikerjakan pemerintah maupun pekerjaan pembangunan milik masyarakat.
“Kami ingin mempromosikan tukang-tukang lokal yang ada di Deiyai agar mereka semakin berkembang. Mereka memiliki potensi dan kemampuan. Pemerintah perlu mengembangkan dan memberdayakan mereka melalui pekerjaan-pekerjaan konstruksi,” katanya.
Ernest berharap bantuan peralatan tersebut dapat meningkatkan kualitas pekerjaan para tukang sehingga mampu menghasilkan konstruksi yang lebih baik dan profesional.
Selain bantuan peralatan, Disnaker Deiyai juga mengingatkan para tukang untuk mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan. Hal tersebut dinilai penting karena pekerjaan sebagai tukang memiliki risiko kecelakaan kerja.

Ia menjelaskan, kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan memberikan perlindungan bagi pekerja apabila mengalami kecelakaan kerja maupun risiko lainnya yang ditanggung sesuai ketentuan program.
“Pekerjaan tukang, sopir maupun ojek memiliki risiko kecelakaan. Karena itu, kami berharap para tukang nantinya mendaftarkan diri sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.
Ernest menyebutkan, pihak Disnaker sebelumnya juga telah membantu masyarakat dalam proses pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, termasuk pengurusan klaim terkait kecelakaan kerja dan santunan bagi ahli waris sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia berharap para penerima bantuan tidak hanya memanfaatkan peralatan tersebut untuk kepentingan pribadi, tetapi juga terus meningkatkan keterampilan dan kualitas pekerjaan sehingga dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi tenaga lokal.
Penyerahan bantuan kemudian dilakukan secara simbolis kepada perwakilan penerima manfaat. Pemerintah berharap program tersebut menjadi langkah nyata dalam memperkuat kemandirian tenaga kerja lokal sekaligus meningkatkan keterlibatan Orang Asli Papua dalam pembangunan di Kabupaten Deiyai.
(SB)






Komentar