Dua Petani Kopi Deiyai Raih Juara II dan III di Festival Kopi Papua Tengah

Sunday, 1 November 2026 - 12:44 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

NABIRE, SINAR BEMO – Dua petani kopi asal Kabupaten Deiyai, Yakobus Kotouki dan Martinus Kotouki, berhasil mengharumkan nama daerah setelah meraih Juara II dan Juara III dalam penilaian petani kopi tingkat Provinsi Papua Tengah. Keduanya memperoleh penghargaan dalam kategori petani dengan jumlah pohon kopi terbanyak.

Penghargaan tersebut diumumkan pada Jumat (30/10/2026) dalam rangkaian Festival Kopi se-Papua Tengah. Yakobus Kotouki berhasil meraih Juara II, sementara Martinus Kotouki meraih Juara III. Adapun Juara I diraih oleh perwakilan Kabupaten Paniai.

Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kabupaten Deiyai, khususnya Dinas Pertanian, sekaligus membuktikan besarnya potensi perkebunan kopi yang dikembangkan masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yakobus Kotouki, salah satu petani yang meraih Juara II, mengungkapkan rasa bangga dan terima kasih atas penghargaan yang diterimanya. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi motivasi untuk terus mengembangkan dan memperbanyak tanaman kopi di Kabupaten Deiyai.

“Kami merasa bangga dengan penghargaan yang kami dapatkan. Prestasi ini memberikan motivasi bagi kami untuk terus memperbanyak tanaman kopi di Kabupaten Deiyai. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Pertanian yang telah membawa dan mendampingi kami sehingga bisa mengikuti kegiatan ini dan meraih penghargaan,” ungkap Yakobus.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai, Aleks Pigai, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa keikutsertaan Kabupaten Deiyai dalam Festival Kopi se-Papua Tengah membuahkan hasil membanggakan dengan meraih Juara II dan Juara III.

Pigai menjelaskan, kebun kopi milik Yakobus Kotouki yang meraih Juara II berada di kawasan pegunungan Bomou, sedangkan kebun kopi milik Martinus Kotouki yang meraih Juara III berada di Kampung Peku.

Menurutnya, prestasi tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya para petani, untuk semakin serius mengembangkan perkebunan kopi sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

“Kami berharap prestasi ini menjadi motivasi bagi masyarakat Deiyai untuk memperbanyak tanaman kopi. Sebenarnya, masyarakat Deiyai memiliki banyak kebun kopi, tetapi dalam kegiatan festival kali ini hanya beberapa petani yang menjadi perwakilan,” jelas Pigai.

Selain mendorong peningkatan produksi, Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Pertanian juga berupaya membantu petani dalam pemasaran hasil perkebunan kopi.

Pigai menyampaikan bahwa petani yang mengalami kesulitan menjual hasil panen dapat melaporkannya kepada Dinas Pertanian. Pihaknya akan mengarahkan petani kepada pembeli yang membutuhkan hasil produksi kopi.

Ia menjelaskan, kopi yang telah dikupas dan dikeringkan dihargai Rp100.000. Sementara itu, kopi yang belum kering akan diarahkan terlebih dahulu kepada pihak pembeli untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai proses pemasaran dan harga.

“Kami mengajak masyarakat yang mengalami kesulitan dalam penjualan kopi agar melaporkan kepada Dinas Pertanian. Kopi yang sudah dikupas dan kering harganya Rp100.000. Untuk kopi yang belum kering, nanti kami arahkan kepada pihak yang bersedia membeli,” katanya.

Lebih lanjut, Pigai menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kabupaten Deiyai, terutama para petani kopi yang telah berpartisipasi dalam Festival Kopi Papua Tengah.

Ia juga berharap adanya dukungan dari Pemerintah Provinsi Papua Tengah maupun pemerintah pusat untuk mengembangkan potensi perkebunan kopi dan teh di Kabupaten Deiyai. Menurutnya, selain kopi, Deiyai juga memiliki potensi tanaman teh dengan hasil pengembangan yang dinilai cukup maksimal.

Keberhasilan Yakobus Kotouki dan Martinus Kotouki menjadi bukti bahwa sektor perkebunan memiliki peluang besar dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pengembangan kebun kopi tidak hanya menjadi sumber penghasilan keluarga, tetapi juga berpotensi memperkuat perekonomian daerah.

Melalui prestasi ini, diharapkan semakin banyak masyarakat Deiyai yang tertarik mengembangkan perkebunan kopi, memperluas areal tanam, serta meningkatkan jumlah dan kualitas produksi.

Dengan dukungan pemerintah dan kerja keras para petani, kopi Deiyai diharapkan mampu berkembang menjadi salah satu komoditas unggulan yang berdaya saing serta menjadi kekuatan ekonomi masyarakat menuju Deiyai yang mandiri dan sejahtera.

Admin

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dari Air Mata Anak Yatim hingga Meraih Gelar Doktor, Perjalanan Hidup Isak Waine Menggetarkan Hati
IPPMA KEDEGAPO Nabire Bekali Mahasiswa Baru dengan Seminar Penguatan Karakter dan Manajemen Waktu
Dinas Sosial Deiyai Buka Pendaftaran Perlinsos, Pendataan Penerima Bansos 2027 Mulai Disiapkan
Bupati Melkianus Mote Pastikan Pembangunan Asrama SMPTK YPPGI Gakokebo Berjalan Sesuai Target
Mando Mote: 25 Gereja di Deiyai Bisa Ambil Bantuan Beras Mulai 12 Oktober
Ernest Kotouki: Tukang Putra Daerah Harus Kembangkan Talenta dan Kemampuan
Disnaker Deiyai Serahkan Bantuan Alat Pertukangan kepada 30 Tukang Lokal OAP
30 Unsur DWP Deiyai Dikukuhkan, Bupati Dorong Fokus pada Pendidikan, Ekonomi dan Sosial

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sunday, 1 November 2026 - 12:44 WIT

Dua Petani Kopi Deiyai Raih Juara II dan III di Festival Kopi Papua Tengah

Tuesday, 27 October 2026 - 17:45 WIT

Dari Air Mata Anak Yatim hingga Meraih Gelar Doktor, Perjalanan Hidup Isak Waine Menggetarkan Hati

Monday, 26 October 2026 - 18:35 WIT

IPPMA KEDEGAPO Nabire Bekali Mahasiswa Baru dengan Seminar Penguatan Karakter dan Manajemen Waktu

Wednesday, 21 October 2026 - 16:43 WIT

Bupati Melkianus Mote Pastikan Pembangunan Asrama SMPTK YPPGI Gakokebo Berjalan Sesuai Target

Saturday, 10 October 2026 - 04:42 WIT

Mando Mote: 25 Gereja di Deiyai Bisa Ambil Bantuan Beras Mulai 12 Oktober

Berita Terbaru