Deiyai [SINAR BEMO] — Guru Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Kabupaten Deiyai mencetak sejarah baru dengan berhasil menyelesaikan Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan Tahun 2025. Acara bersejarah ini berlangsung secara berani melalui Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon dan diikuti oleh para guru di Laboratorium Komputer SMP Negeri 1 Tigi pada Kamis, 4 Desember 2025.
Sebanyak tujuh orang guru dari Kabupaten Deiyai, yaitu Marinus Edowai, Yulince Pakage, Mariana Adii, Mariana Giyai, Merry Bobii, Monida Semolina, dan Petrus Bobii, resmi dikukuhkan sebagai Guru Profesional. Mereka merupakan bagian dari Tahap III pelaksanaan PPG yang diselenggarakan Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Para peserta PPG ini telah mengikuti Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) selama dua bulan, dari Agustus hingga September 2025, secara berani. Proses ini penuh tantangan, mulai dari kendala teknis seperti mati lampu dan jaringan internet yang tidak stabil, hingga tanggung jawab ganda sebagai guru di sekolah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
”Kami melewati banyak kesulitan, namun kami juga tidak terlepas dari tugas dan tanggung jawab kami sebagai guru di sekolah,” ujar salah satu peserta.
Keberhasilan ini menjadi momen yang sangat membahagiakan, mengingat ini adalah pertama kalinya Guru Pendidikan Agama Kristen di Deiyai, bahkan sejak masih menjadi bagian dari Kabupaten Paniai, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti sertifikasi program.
”Kami merasa bersyukur karena melalui Departemen Agama Kabupaten Deiyai, khususnya Seksi Pendidikan Agama Kristen, kami mendapat kesempatan untuk mengikuti Diklat Pendidikan Profesi Guru pada tahun ini,” ungkap para guru.
Sebelumnya, Bapak Yahya Rumkorem telah menyelesaikan Yudisium pada Tahap I, dan 7 orang di Tahap III ini. Sementara itu, satu guru lainnya, Otniel Frengky Mote, dijadwalkan mengikuti Yudisium dan Pengukuhan pada Tahap IV bulan mendatang.
Para guru menyampaikan terima kasih khusus kepada Bapak Petrus Bobii, operator Simpatika, yang telah memberikan bantuan besar selama pelaksanaan Diklat. Acara Yudisium dan Pengukuhan ditutup dengan doa syukur dan makan bersama di lokasi yang sama.






