Evaluasi Kematian Ibu dan Bayi, dr. Merry Tekankan Pentingnya Deteksi Dini dan Edukasi Masyarakat

Thursday, 7 May 2026 - 15:08 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dokter Spesialis Anak dr. Merry saat memberikan materi dalam kegiatan evaluasi kematian ibu dan bayi yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Kamis (7/5/2026). Foto SK

Dokter Spesialis Anak dr. Merry saat memberikan materi dalam kegiatan evaluasi kematian ibu dan bayi yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai, Kamis (7/5/2026). Foto SK

Deiyai [SINAR BEMO] – Dokter Spesialis Anak, dr. Merry, menekankan pentingnya deteksi dini, edukasi keluarga, serta peningkatan pelayanan kesehatan dalam upaya menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB) di Kabupaten Deiyai.

Hal tersebut disampaikan dr. Merry saat memberikan materi dalam kegiatan evaluasi kematian ibu dan bayi yang dilaksanakan Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai di ruang pertemuan Dinas Kesehatan, Kamis (7/5/2026).

Dalam pemaparannya, dr. Merry menjelaskan bahwa penanganan ibu hamil dengan risiko diabetes gestasional harus dilakukan secara hati-hati dan terkontrol. Menurutnya, penggunaan insulin menjadi pilihan utama karena aman bagi janin dan tidak menembus plasenta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain penggunaan insulin, ibu hamil juga harus mengatur pola makan dan asupan gizi secara seimbang, mulai dari karbohidrat, protein hingga lemak. Penanganan tersebut dilakukan secara terpadu oleh dokter kandungan, ahli gizi, dan bidan, serta disertai pemantauan rutin kadar gula darah.

Ia juga menyoroti bahaya perdarahan pasca persalinan yang menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu. Menurutnya, perdarahan harus segera ditangani melalui resusitasi cairan, pemantauan tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, hingga pemberian oksigen dan transfusi darah bila diperlukan.

Selain itu, dr. Merry mengingatkan tenaga kesehatan agar memberikan pendampingan psikologis kepada ibu yang mengalami keguguran atau abortus. Ia menilai kondisi tersebut membutuhkan dukungan emosional serta konseling yang baik kepada keluarga.

Pada sesi evaluasi kematian bayi, dr. Merry mengaku prihatin terhadap tingginya angka kematian bayi di wilayah Wagete. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.

Menurutnya, salah satu faktor yang masih sering terjadi adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan sejak dini, terutama ketika mengalami diare, batuk, pilek, hingga demam berkepanjangan.

“Kasus diare dan pneumonia masih menjadi penyebab kematian tertinggi pada anak. Padahal kondisi tersebut dapat dicegah atau diminimalisir melalui imunisasi dan penanganan cepat,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan layanan imunisasi gratis di puskesmas, seperti vaksin rotavirus, PCV, DPT, dan HIB yang berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap infeksi berat.

Selain infeksi, dr. Merry menjelaskan bahwa hipotermia pada bayi baru lahir, terutama bayi prematur dan berat badan lahir rendah, juga menjadi faktor risiko yang serius. Ia mengingatkan pentingnya menjaga suhu tubuh bayi dengan pakaian hangat, penutup kepala, sarung tangan, dan sarung kaki, khususnya di daerah dingin seperti Deiyai.

Di akhir pemaparannya, dr. Merry berharap seluruh tenaga kesehatan di Kabupaten Deiyai dapat bekerja sama meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak sehingga angka kematian ibu dan bayi dapat terus ditekan pada tahun-tahun mendatang.

Evaluasi kematian ibu dan bayi di Kabupaten Deiyai menjadi momentum penting untuk memperkuat pelayanan kesehatan, meningkatkan edukasi masyarakat, serta memperbaiki sistem deteksi dini terhadap kasus berisiko pada ibu hamil dan anak. Melalui kerja sama tenaga kesehatan, dukungan keluarga, dan pemanfaatan layanan kesehatan secara maksimal, diharapkan angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Deiyai dapat terus menurun.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kadinkes Deiyai Mulai Berkantor di RSUD Pratama Waghete, Fokus Benahi Pelayanan dan Administrasi Kesehatan
Dinas Kesehatan Deiyai Perkuat Program TB, Serahkan Laptop untuk Tingkatkan Pelaporan di RSUD Deiyai
RSUD Deiyai Jalani Survei Akreditasi LARSQI, Bupati Melkianus Mote Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan
Fransina Rumbiak Mote Pantau Akreditasi Puskesmas, Dorong Pelayanan yang Aman dan Berkualitas
Data Tenaga Kesehatan Deiyai Diperkuat, Dinkes Papua Tengah Turun Langsung
Bupati Deiyai Tinjau RSUD Pratama, Pemenuhan Gizi Pasien Jadi Prioritas Perbaikan Tahun Depan
Dinkes Deiyai Bidang Kesmas Fokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Melalui Evaluasi Layanan
Pertemuan TPK Deiyai 2026 Perkuat Peran Pendamping Keluarga dalam Percepatan Penurunan Stunting

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Thursday, 6 August 2026 - 13:59 WIT

Kadinkes Deiyai Mulai Berkantor di RSUD Pratama Waghete, Fokus Benahi Pelayanan dan Administrasi Kesehatan

Thursday, 6 August 2026 - 13:54 WIT

Dinas Kesehatan Deiyai Perkuat Program TB, Serahkan Laptop untuk Tingkatkan Pelaporan di RSUD Deiyai

Wednesday, 8 July 2026 - 09:18 WIT

RSUD Deiyai Jalani Survei Akreditasi LARSQI, Bupati Melkianus Mote Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

Thursday, 25 June 2026 - 12:47 WIT

Fransina Rumbiak Mote Pantau Akreditasi Puskesmas, Dorong Pelayanan yang Aman dan Berkualitas

Friday, 19 June 2026 - 19:55 WIT

Data Tenaga Kesehatan Deiyai Diperkuat, Dinkes Papua Tengah Turun Langsung

Berita Terbaru