Deiyai [SINAR BEMO] – Kehadiran perusahaan tambang ilegal yang menggunakan alat berat di wilayah Kapiraya, Papua Tengah, dinilai menjadi pemicu utama konflik dan kerusakan ekosistem. Menanggapi hal ini, Fraksi Kelompok Khusus DPR Papua Tengah menyatakan dukungan penuh atas langkah tegas Kapolda Papua Tengah untuk menertibkan wilayah tersebut.
Ketua Fraksi Kelompok Khusus DPR Papua Tengah, Donatus Mote, mengungkapkan bahwa sebelum masuknya perusahaan ilegal, masyarakat Suku Kamoro dan Suku Mee hidup berdampingan dengan damai. Namun, kehadiran aktivitas ilegal ini justru membawa kekacauan hingga memakan korban jiwa.
”Ini adalah langkah penyelamatan manusia dan ekosistem alam. Kami sangat mendukung Bapak Kapolda yang dijadwalkan terbang ke Kapiraya pada Jumat (27/2) untuk memantau situasi dan mengeluarkan alat-alat berat milik perusahaan ilegal tersebut,” tegas Donatus Mote.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menambahkan bahwa meski baru menjabat selama dua minggu, keberanian Kapolda Papua Tengah dalam mengambil tindakan ini merupakan sejarah bagi masyarakat Orang Asli Papua (OAP).
”Kami berharap tindakan tegas ini tidak berhenti di Kapiraya saja. Masih banyak perusahaan ilegal lain di tanah Papua Tengah yang harus segera dibubarkan demi ketenangan hidup masyarakat adat,” lanjutnya.
Donatus menutup pernyataannya dengan apresiasi mendalam dan doa agar kepemimpinan Kapolda di Papua Tengah senantiasa diberkati dalam menjaga keselamatan manusia dan alam Papua.






