Anace Yuppy Apresiasi Langkah Serius Pemprov Papua Tengah Selesaikan Sengketa Tapal Batas Adat Kapiraya

Friday, 27 February 2026 - 04:54 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRK Jalur Otsus utusan Distrik Kapiraya, Anace Yuppy, S.Kep, Ns.STr.

Anggota DPRK Jalur Otsus utusan Distrik Kapiraya, Anace Yuppy, S.Kep, Ns.STr.

DEIYAI [SINAR BEMO] – Anggota DPRK Jalur Otsus utusan Distrik Kapiraya, Anace Yuppy, S.Kep, Ns.STr, memberikan apresiasi tinggi kepada Gubernur Papua Tengah serta Bupati Mimika, Deiyai, dan Dogiyai atas keseriusan mereka dalam mencari solusi terkait sengketa tapal batas adat di wilayah Kapiraya.

​Langkah konkret ini terlihat dari instruksi Gubernur kepada para kepala daerah tersebut untuk membentuk Tim Harmonisasi, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi. Anace meyakini bahwa kehadiran tim ini merupakan titik terang bagi penyelesaian masalah yang telah berlangsung lama.

​”Dengan adanya Tim Harmonisasi ini, saya optimis akan ada solusi yang jelas dan berkeadilan bagi semua pihak,” ujar Anace dalam keterangannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Anace menegaskan bahwa kunci penyelesaian konflik ini ada pada keterlibatan langsung masyarakat asli setempat. Ia meminta agar penentuan tapal batas hanya melibatkan anak adat dan tokoh tertua dari suku Mee serta Kamoro yang menetap di wilayah terdampak, seperti Kampung Uweonagei, Amar, Mogodagi, Mupuruka, dan Kilo 4 Kapiraya Bawah.

​”Jangan ada orang luar yang ikut campur bicara masalah tapal batas ini. Biarkan para tokoh adat kami yang menentukan berdasarkan sejarah dan ulayat mereka,” tegasnya.

Di tengah proses rekonsiliasi, Anace juga mengimbau masyarakat suku Mee dan Kamoro agar tidak terprovokasi oleh isu-isu negatif di media sosial yang dapat menyulut emosi. Ia mengajak kedua belah pihak untuk merajut kembali tali persaudaraan warisan leluhur demi menjaga tanah yang telah dititipkan Tuhan.

​Namun, di sisi lain, Anace juga mendesak ketegasan aparat penegak hukum terkait peristiwa berdarah pada November 2025 lalu. Ia meminta Kapolres Mimika dan Kapolda Papua Tengah segera menangkap dan memproses hukum para pelaku pembunuhan serta pembakaran yang dinilai sangat tidak manusiawi.

​”Keadilan harus ditegakkan. Proses hukum bagi pelaku kekerasan adalah bagian penting dari perdamaian yang berkelanjutan di Kapiraya,” tutupnya.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anace Yuppy Minta Bupati Mimika Hentikan Rencana Pembangunan Kota Baru di Kapiraya
Mama-Mama Papua Deiyai Segera Miliki Pasar Baru Setelah Puluhan Tahun Berjualan di Pinggir Jalan
Musim Kemarau Berlanjut, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan Muara Kali Oneibo Deiyai
Handphone Bikin Anak Kecanduan, Belajar Pun Cepat Bosan
Peringati Hari Bumi, Bupati Deiyai Instruksikan Tertib Kerja dan Penguatan Kebersihan Lingkungan
Tim Harmonisasi Deiyai Tampung Aspirasi Masyarakat Mee di Kapiraya
Tim Harmonisasi Deiyai dan Dogiyai Desak Kolaborasi Mimika untuk Selesaikan Konflik Mee–Kamoro di Kapiraya
Suara dari Mogodagi: Masyarakat Kapiraya Desak Penegasan Batas Adat dan Keadilan Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sunday, 23 August 2026 - 06:56 WIT

Anace Yuppy Minta Bupati Mimika Hentikan Rencana Pembangunan Kota Baru di Kapiraya

Friday, 7 August 2026 - 00:12 WIT

Mama-Mama Papua Deiyai Segera Miliki Pasar Baru Setelah Puluhan Tahun Berjualan di Pinggir Jalan

Thursday, 6 August 2026 - 14:21 WIT

Musim Kemarau Berlanjut, Masyarakat Diimbau Jaga Kebersihan Muara Kali Oneibo Deiyai

Tuesday, 21 July 2026 - 06:36 WIT

Handphone Bikin Anak Kecanduan, Belajar Pun Cepat Bosan

Wednesday, 22 April 2026 - 11:03 WIT

Peringati Hari Bumi, Bupati Deiyai Instruksikan Tertib Kerja dan Penguatan Kebersihan Lingkungan

Berita Terbaru