Donatus Mote: Papua Tengah Kaya, SDM Harus Cerdas; Pendidikan Jadi Prioritas Utama Pembangunan

Saturday, 13 December 2025 - 19:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Donatus Mote Ketua Kelompok Khusus DPRP PT

Donatus Mote Ketua Kelompok Khusus DPRP PT

Deiyai [SINAR BEMO] — Ketua Kelompok Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Provinsi Papua Tengah, Donatus Mote, S.IP., MM, menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan sebagai prioritas utama dalam proses pembangunan di wilayah tersebut. Penegasan ini disampaikan Donatus Mote dalam kunjungan kerja kedua yang secara khusus difokuskan pada sektor pendidikan.

​Menurut Donatus Mote, pendidikan adalah fondasi fundamental bagi kehidupan masyarakat, gereja, dan roda pembangunan pemerintahan. Ia menekankan bahwa Papua Tengah, sebagai salah satu provinsi terkaya di Indonesia, harus memulai langkah pembangunan dengan memprioritaskan pendidikan guna menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal, cerdas, dan terampil.

​”Provinsi yang kaya raya mesti menyiapkan Sumber Daya Manusia yang handal, cerdas, dan mempunyai skill yang nantinya bisa memimpin tanah ini, mengelola kekayaan alam, dan membangunkan tanah Papua Tengah ini,” ujar Donatus Mote, menjelaskan semangat di balik fokus kunjungannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Temuan di Lapangan: Tantangan Pendidikan Anak Asli Papua

​Dalam kunjungannya, Donatus Mote menemukan beragam permasalahan yang menghambat anak-anak asli Papua dalam meraih pendidikan. Masalah utama yang menjadi sorotan adalah angka putus sekolah yang tinggi dan ketidakhadiran siswa yang tidak teratur (sering absen) di kalangan anak-anak asli Papua.

​Di sisi lain, ia juga menyaksikan kegigihan luar biasa dari sejumlah siswa Orang Asli Papua (OAP) yang tetap aktif bersekolah meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi yang signifikan.

​”Ada juga anak-anak Orang Asli Papua aktif sekolah sekalipun ada banyak keterbatasan. Misalnya, setiap pagi jalan kaki ke sekolah dan pulang juga jalan kaki tanpa ada bekal yang disiapkan oleh orang tua. Tidak ada antar jemput, namun anaknya aktif datang ke sekolah. Ada yang aktif sekolah tapi belum memakai sepatu dan baju seragam,” tuturnya dengan nada prihatin.

​Mote menyadari sepenuhnya bahwa penyediaan perlengkapan sekolah adalah tanggung jawab orang tua. Namun, ia mengaku sedih melihat kondisi ekonomi sebagian besar orang tua yang hidup di bawah standar, sehingga belum mampu menyiapkan seragam, sepatu, dan kebutuhan sekolah lainnya.

Cita-cita Tinggi dan Harapan Dukungan Pemerintah

​Dalam sesi dialog dengan para siswa OAP, Mote dikejutkan dengan semangat dan cita-cita tinggi yang diungkapkan oleh anak-anak tersebut. Namun, hal ini juga memunculkan pertanyaan kritis.

​”Yang menjadi pertanyaan adalah, akankah anak-anak yang bercita-cita tinggi ini akan didukung dalam biaya studi? Kalau orang tua sudah tidak mampu dalam ekonomi, siapa yang akan membiayai mereka?” tanya Mote. Ia berharap uluran tangan Pemerintah dapat hadir untuk memastikan impian anak-anak ini bisa tercapai. “Semoga Tuhan hadir dalam tangan Pemerintah untuk anak-anak ini diperhatikan dengan serius dalam mengejar impiannya,” harapnya.

Kunjungan Diakhiri dengan Pembagian Tali Kasih Natal

​Sebagai bentuk dukungan dan penyemangat, Donatus Mote mengakhiri kunjungan kerjanya dengan menyerahkan bantuan berupa alat tulis seperti buku dan bolpoin, serta memberikan uang tali kasih Natal kepada siswa Orang Asli Papua.

​”Saya memberikan hadiah Natal kepada siswa Orang Asli Papua dengan tujuan agar mereka tambah semangat untuk sekolah, agar mereka tidak putus asa dalam mengejar impiannya, dan agar mereka lebih aktif datang ke sekolah sekalipun banyak keterbatasan dalam proses pendidikan,” jelasnya.

​Ia juga menyampaikan pesan motivasi yang mendalam kepada para siswa OAP: “Tetap semangat untuk sekolah, sebab selain orang tua, masih ada TUHAN yang akan menopang hidup dalam mengejar impian di atas tanah Papua ini.”

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tragedi Kwamki Lama: 11 Nyawa Melayang di Tengah Lambatnya Respons Pemkab Mimika
DPRD Deiyai Bahas RAPBD 2026, Fraksi Otsus Dorong Perda Pagar Ekonomi Pangan Lokal
Bupati Deiyai Tinjau Ruas Jalan Gakokebo–Dedoutei, Targetkan Peningkatan Akses pada 2026
Rayakan Natal dengan Penuh Suka Cita, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Deiyai Tekankan Peran Keluarga dalam Iman
Sekda Deiyai: DWP Deiyai Didorong Jadi Agen Perubahan Positif
Dharma Wanita Persatuan Deiyai Bagikan Bingkisan Kasih untuk Anak TK/PAUD
Wakil Ketua III DPRK Deiyai Apresiasi Bupati Mote: Bantuan 100 Perahu Dana Otsus Jawab Kerinduan Mama Nelayan
Menghangatkan Deiyai: ASN dan Masyarakat Bersatu Hidupkan Kembali Tradisi Wiyani Jelang Natal

Berita Terkait

Friday, 9 January 2026 - 04:19 WIT

Tragedi Kwamki Lama: 11 Nyawa Melayang di Tengah Lambatnya Respons Pemkab Mimika

Monday, 22 December 2025 - 20:19 WIT

DPRD Deiyai Bahas RAPBD 2026, Fraksi Otsus Dorong Perda Pagar Ekonomi Pangan Lokal

Sunday, 21 December 2025 - 14:20 WIT

Bupati Deiyai Tinjau Ruas Jalan Gakokebo–Dedoutei, Targetkan Peningkatan Akses pada 2026

Wednesday, 17 December 2025 - 05:20 WIT

Rayakan Natal dengan Penuh Suka Cita, Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Deiyai Tekankan Peran Keluarga dalam Iman

Saturday, 13 December 2025 - 19:28 WIT

Donatus Mote: Papua Tengah Kaya, SDM Harus Cerdas; Pendidikan Jadi Prioritas Utama Pembangunan

Berita Terbaru

Bupati Deiyai, Melkianus Mote, ST, saat memberikan amanat dalam Apel Gabungan ASN di halaman Kantor Bupati, Senin (12/1).

Pemerintahan

Bupati Deiyai Tekankan Kedisiplinan ASN dan Pelestarian Budaya Lokal

Monday, 19 Jan 2026 - 07:05 WIT