Bencana Longsor Hambat Pasokan Beras, Dinas Pertanian Deiyai Ajak Warga Kembali ke Pangan Lokal

Tuesday, 9 September 2025 - 08:59 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DEIYAI, [SINAR BEMO] — Pasokan beras bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di tiga kabupaten, yaitu Dogiyai, Deiyai, dan Paniai, terhambat akibat putusnya ruas jalan di KM 139-141 akibat longsor. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, meskipun Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Deiyai, Aleks Pigai, M.Pd, menyatakan bahwa kekhawatiran terbesar seharusnya dirasakan oleh para ASN, bukan masyarakat umum.

​Menurut Aleks Pigai, masyarakat memiliki potensi dan waktu yang cukup untuk kembali mengolah lahan pertanian mereka.

“Kegelisahan terhambatnya pasokan beras seharusnya dirasakan oleh para pegawai negeri sipil, bukan masyarakat. Masyarakat punya banyak waktu untuk bekerja di kebun, artinya mereka bisa kembali ke pangan lokal,” ujar Aleks.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Ia menyoroti bahwa banyak warga yang kurang produktif, terlihat dari kondisi kebun di sekitar rumah yang tidak terawat.

“Hasil kunjungan saya selama ini di kampung-kampung, ada masyarakat yang bekerja, tapi banyak juga yang hanya mondar-mandir. Rumah mereka dipagari oleh rumput alang-alang yang tinggi, padahal potensinya sangat besar untuk dikembangkan menjadi kebun di pinggir rumah,” tambahnya.

​Pigai juga menginformasikan bahwa harga beras di Nabire kini telah mencapai Rp 700.000. Harga ini diperkirakan akan jauh lebih mahal di tiga kabupaten tersebut karena harus ditambah dengan biaya angkut. Kondisi ini, menurutnya, harus menjadi momentum bagi masyarakat untuk kembali menanam komoditas lokal seperti petatas, keladi, sayur hitam, dan sayur paku.

“Pangan lokal umbi-umbian dan sayur-sayuran yang sudah ada sejak leluhur harus kita tingkatkan. Itu bisa ditanam di gunung atau di pinggir rumah,” tegasnya.

​Aleks Pigai berharap masyarakat dapat meninggalkan kebiasaan yang tidak produktif dan mulai bekerja sama dalam mengelola kebun. Ia menyoroti perbedaan antara peran laki-laki dan perempuan dalam pekerjaan kebun.

“Saya lihat kebanyakan perempuan yang bekerja, padahal pekerjaan kebun seharusnya juga dikerjakan oleh laki-laki. Namun, laki-laki justru menghabiskan waktu dengan bermain game online dan hiburan lainnya,” pungkasnya.

Ia mengajak para suami dan istri untuk bersatu, bekerja di kebun bersama-sama, dan menikmati hasil panennya secara bersamaan.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Biro Pemuda Kingmi Klasis Tigi Koordinator Deiyai Buka Usaha Penjualan BBM di Bomou
Warga Deiyai Dilatih Produksi Pupuk Organik hingga Panen, Dorong Kemandirian Ekonomi Lokal
Dinsos Deiyai Terapkan Pola Beli dari Warga, Salurkan Kembali untuk Warga
Kepala Dinas Pertanian Deiyai Kunjungi Mama Pekei, Dorong Perbanyakan Bibit Kopi di Mugouda
Kampung Deemago Terisolir, Warga Harap Akses Jalan dan Listrik Segera Dibangun
Bupati Deiyai Tinjau Pertanian dan Peternakan di Waghete dan Yabadimi
Jadi Tukang Ojek di Deiyai, Peluang Ekonomi yang Menjanjikan
Dorong Akselerasi Ekonomi, Wagub Deinas Geley Tekankan Sinergi Investasi dan Pemberdayaan UMKM di Papua Tengah

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Tuesday, 12 May 2026 - 03:39 WIT

Biro Pemuda Kingmi Klasis Tigi Koordinator Deiyai Buka Usaha Penjualan BBM di Bomou

Monday, 27 April 2026 - 20:11 WIT

Warga Deiyai Dilatih Produksi Pupuk Organik hingga Panen, Dorong Kemandirian Ekonomi Lokal

Friday, 24 April 2026 - 04:30 WIT

Dinsos Deiyai Terapkan Pola Beli dari Warga, Salurkan Kembali untuk Warga

Wednesday, 22 April 2026 - 12:08 WIT

Kepala Dinas Pertanian Deiyai Kunjungi Mama Pekei, Dorong Perbanyakan Bibit Kopi di Mugouda

Thursday, 16 April 2026 - 20:18 WIT

Kampung Deemago Terisolir, Warga Harap Akses Jalan dan Listrik Segera Dibangun

Berita Terbaru

BPPRD Kabupaten Deiyai menggelar rapat pembentukan panitia kegiatan penyuluhan dan penyebarluasan kebijakan pajak daerah sebagai upaya meningkatkan koordinasi dan kesiapan pelaksanaan sosialisasi pajak di lima distrik Kabupaten Deiyai, Rabu (13/5/2026).

Pemerintahan

BPPRD Deiyai Bentuk Panitia Penyuluhan Pajak Daerah untuk Lima Distrik

Wednesday, 13 May 2026 - 18:59 WIT