DEIYAI [SINAR BEMO] – Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Deiyai, Simon Mote, S.STP, secara resmi melepas peserta Festival Seni dan Budaya Pelajar Tingkat Provinsi Papua Tengah yang akan mewakili Kabupaten Deiyai. Kegiatan pelepasan berlangsung di halaman Kantor Bupati Deiyai, Senin (22/6/2026).
Puluhan siswa SMA dan SMK bersama guru pendamping hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka akan berangkat ke Nabire untuk mengikuti Festival Seni dan Budaya Pelajar Tingkat Provinsi Papua Tengah yang akan dilaksanakan pada tanggal 24 hingga 27 Juni 2026.

ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Simon Mote menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan dan Pengajaran Kabupaten Deiyai, para guru pendamping, pelatih, serta semua pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan para siswa untuk mengikuti festival tersebut.
Menurutnya, kegiatan seni dan budaya memiliki peran penting dalam menjaga dan melestarikan warisan budaya daerah. Ia mengingatkan bahwa budaya dapat hilang jika tidak dijaga dan diwariskan kepada generasi muda.
“Budaya adalah identitas kita. Kalau kita tidak menjaga dan melestarikannya, maka suatu saat budaya itu bisa hilang. Karena itu saya sangat mendukung kegiatan festival seperti ini,” kata Simon Mote.

Ia mengaku bahwa dirinya lahir dan besar di Deiyai, namun karena merantau untuk pendidikan dan pekerjaan, ada banyak hal tentang budaya lokal yang tidak sempat dipelajari secara mendalam. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran bahwa budaya harus terus diajarkan kepada anak-anak sejak usia dini.
Menurut Simon, pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui festival atau perlombaan saja. Namun, budaya juga harus diperkenalkan secara terus-menerus melalui pendidikan di sekolah dan dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat.
Ia berharap ada kerja sama yang baik antara Dinas Pendidikan dan Pengajaran, Dinas Pariwisata, sanggar seni, tokoh adat, serta berbagai pihak lainnya untuk menjaga dan mengembangkan budaya daerah.
“Kalau budaya diajarkan sejak anak-anak masih kecil, mereka akan terbiasa dan mencintai budayanya sendiri. Ketika mereka dewasa, mereka akan tetap menjaga dan meneruskannya kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Simon Mote juga menilai bahwa Papua memiliki kekayaan budaya yang sangat besar dan dikenal hingga ke tingkat nasional bahkan internasional. Oleh karena itu, generasi muda harus bangga terhadap budaya yang dimiliki dan berperan aktif dalam melestarikannya.
Ia mengatakan bahwa berbagai bentuk budaya seperti tarian adat, kerajinan tangan, seni ukir, bahasa daerah, lagu daerah, dan berbagai tradisi lainnya harus terus dipertahankan agar tidak hilang akibat perkembangan zaman.
Selain itu, Simon Mote memberikan apresiasi kepada para guru pendamping dan pelatih yang telah melatih para siswa hingga siap tampil dalam festival tingkat provinsi.
“Saya bangga kepada para guru dan pendamping yang sudah bekerja keras membimbing anak-anak kita. Mereka telah meluangkan waktu dan tenaga untuk mempersiapkan peserta sehingga siap mewakili Kabupaten Deiyai,” katanya.
Kepada para siswa, Simon berpesan agar menjaga kesehatan, disiplin, serta nama baik daerah selama mengikuti kegiatan di Nabire. Ia berharap para peserta dapat menampilkan kemampuan terbaik mereka dan membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi Kabupaten Deiyai.
“Pergilah dengan semangat, tunjukkan kemampuan terbaik, jaga kekompakan, dan tunjukkan bahwa anak-anak Deiyai mampu bersaing dengan daerah lain. Yang paling penting adalah membawa nama baik daerah dan menampilkan budaya kita dengan bangga,” pesannya.

Di akhir acara, Simon Mote secara resmi melepas keberangkatan kontingen Festival Seni dan Budaya Pelajar Kabupaten Deiyai menuju Nabire.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Deiyai, pada hari ini Senin, 22 Juni 2026, peserta Festival Seni dan Budaya Pelajar Tingkat Provinsi Papua Tengah secara resmi saya lepas,” ucap Simon Mote sebelum melepas rombongan.
Festival Seni dan Budaya Pelajar Tingkat Provinsi Papua Tengah menjadi ajang bagi para pelajar untuk menampilkan kemampuan seni, memperkenalkan budaya daerah masing-masing, serta mempererat persaudaraan antarpelajar dari berbagai kabupaten di Papua Tengah.














Komentar