Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro

Monday, 2 March 2026 - 17:52 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Suku Distrik Kapiraya, Mesak Edowai

Kepala Suku Distrik Kapiraya, Mesak Edowai

Deiyai [SINAR BEMO] – Suasana damai yang diharapkan dalam upaya penyelesaian konflik sosial di Distrik Kapiraya kembali terusik. Kepala Suku Distrik Kapiraya, Mesak Edowai, menyatakan kekecewaan mendalam atas tindakan penghadangan yang dilakukan oleh oknum masyarakat Suku Kamoro terhadap Tim Harmonisasi Kabupaten Deiyai di wilayah Kapiraya Lokpon, Senin (2/3).

​Peristiwa ketegangan ini bermula sekitar pukul 09.23 WIT. Saat itu, Tim Harmonisasi yang menumpang dua perahu—termasuk perahu Camar Papua 8—hendak menuju lokasi untuk melakukan dialog tatap muka antara Suku Mee dan Suku Kamoro. Rombongan ini membawa tokoh-tokoh penting, di antaranya Kepala Suku Besar Papua Tengah Melkias Muyapa, S.IP, perwakilan Kepala Suku Besar Deiyai, Mesak Edowai sendiri, serta dikawal oleh 10 anggota kepolisian.

​Namun, upaya mediasi ini disambut dengan letusan tembakan peringatan dari anggota pengamanan di Kampung Kapiraya yang memaksa tim berhenti. Tak berhenti di situ, rombongan juga dihadang dan dikejar oleh sekelompok oknum hingga ke Tanjung kedua di Sungai Yawei.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Mesak Edowai menilai insiden ini sebagai bentuk ketidakpatuhan terhadap kesepakatan rapat koordinasi yang sebelumnya telah digelar di Hotel Grand Tembaga, Timika, pada 25 Februari 2026. Ia menduga ada “aktor intelektual” di balik aksi ini yang memprovokasi warga untuk mengabaikan upaya damai dari pemerintah dan aparat keamanan.

​”Masyarakat Suku Mee telah banyak mengalah dan menahan diri demi menghormati hukum dan pimpinan adat, meski kami telah kehilangan nyawa Ev. Neles Peuki serta hancurnya Kampung Mogodagi dan Yamouwitina,” tegas Mesak. Ia juga mengingatkan bahwa batas ulayat antara kedua suku sebenarnya sudah jelas secara turun-temurun, ditandai oleh tanaman kelapa dan buah merah di wilayah Befak Sagu/Umaya.

​Di akhir pernyataannya, Mesak mendesak Bupati Mimika untuk segera turun tangan memastikan keamanan di Kapiraya agar masyarakat tidak lagi menjadi korban konflik batas tanah adat. Ia berharap dialog tetap menjadi jalan utama demi menjaga persaudaraan di tanah Papua.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tim Harmonisasi Pemkab Deiyai Dihadang, Upaya Penyelesaian Konflik Kapiraya Terhambat
Akses Udara Terbuka, Bantuan Pangan Pemkab Deiyai Tiba di Kapiraya
Anace Yuppy Apresiasi Langkah Serius Pemprov Papua Tengah Selesaikan Sengketa Tapal Batas Adat Kapiraya
Hentikan Provokasi di Media Sosial, Pemuda Katolik Deiyai Desak Penyelesaian Damai Batas Wilayah
Dukung Langkah Tegas Kapolda, Fraksi Kelompok Khusus DPR PT Desak Penutupan Tambang Ilegal di Kapiraya
Pertemuan di Timika, Pemprov Papua Tengah Fasilitasi Penyelesaian Tapal Batas Adat Kamoro–Mee di Kapiraya
Bupati Melkianus Percayakan Ernes Kotouki Pimpin Misi Damai di Kapiraya
LKS Kabupaten Deiyai mendesak pemerintah segera tuntaskan konflik berdarah di Kapiraya

Berita Terkait

Monday, 2 March 2026 - 17:52 WIT

Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro

Monday, 2 March 2026 - 15:00 WIT

Tim Harmonisasi Pemkab Deiyai Dihadang, Upaya Penyelesaian Konflik Kapiraya Terhambat

Monday, 2 March 2026 - 10:53 WIT

Akses Udara Terbuka, Bantuan Pangan Pemkab Deiyai Tiba di Kapiraya

Friday, 27 February 2026 - 04:54 WIT

Anace Yuppy Apresiasi Langkah Serius Pemprov Papua Tengah Selesaikan Sengketa Tapal Batas Adat Kapiraya

Friday, 27 February 2026 - 04:45 WIT

Hentikan Provokasi di Media Sosial, Pemuda Katolik Deiyai Desak Penyelesaian Damai Batas Wilayah

Berita Terbaru