Setahun Pimpin, Melkianus Mote – Ayub Pigome Membawa Perubahan Nyata untuk Deiyai

Friday, 20 February 2026 - 19:56 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

​

​"Setahun Melayani: Bupati Melkianus Mote dan Wakil Bupati Ayub Pigome berkomitmen mewujudkan visi Deiyai yang maju dan berdaya saing melalui semangat gotong royong Enaimoo Ekowai sejak dilantik pada 20 Februari 2025."

Oleh; Pilemon Keiya – CPNS Dinas Budpar Deiyai

[SINAR BEMO] — Hari ini, Jumat 20 Februari 2026 genap satu tahun Melkianus Mote dan Ayub Pigome memimpin masyarakat kabupaten Deiyai. Tepat satu tahun lalu, Presiden Prabowo Subianto melantik gubernur, wakil gubernur, bupati, wakil bupati, wali kota, dan wakil wali kota seluruh Indonesia masa jabatan tahun 2025-2030 secara serentak di Istana Kepresidenan Jakarta

Usai dilantik, Melkianus Mote bersama wakilnya Ayub Pigome tiba di Waghete, Deiyai pada 03 Maret 2025 dan langsung menyampaikan pidato perdana sebagai awal kepemimpinan di hadapan ribuan masyarakat di Aula DPRK Deiyai

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mulai awal kepemipinan, Melkianus Mote – Ayub Pigome segera mengambil kebijakan-kebijakan startegis untuk bangun Deiyai dengan motto Enaimoo Ekowai untuk Deiyai (Membangun Deiyai secara bersama/gotong royong).

Selama kepemimpinan Melkianus Mote – Ayub Pigome sudah membawa banyak perubahan nyata untuk masyarakat Deiyai. Mulai dari penertiban dan peningkatan disiplin melalui absensi harian bagi seluruh aparatur sipil negara (ASN) di dalam pemerintahan, mewujudkan tiga program prioritas: Pendidikan, Kesehatan dan Ekonomi kerakyatan, Pembangunan Infrastruktur dasar, Pembangunan belasan kantor baru, pembagian dan penyaluran berbagai bantuan berbasis Daba (Miskin), Miyaa (Janda/Duda), dan Dobiyo (Yatim Piatu) secara terbuka, bantuan keagamaan kepada seluruh Gereja dan sejumlah program yang pro masyarakat.

Selama satu tahun, Melkianus Mote – Ayub Pigome benar-benar menetap di Deiyai dalam rangka mewujudkan visi-misi “Terwujudnya Kabupaten Deiyai yang Maju, Sejahtera, Berkeadilan, Berbudaya, dan Berdaya Saing” dimana telah dijabarkan melalui delapan misi:

1. Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

2. Pembangunan Infrastruktur Dasar yang berkualitas

3. Peningkatan struktur ekonomi yang produktif, inovatif, mandiri dan berdaya saing

4. Menghadirkan pemerintahan yang setara tanpa diskriminasi

5. Memajukan budaya sebagai cerminan jati diri masyarakat

6. Pengelolaan pemerintahan daerah yang efektif, efisien, tidak korupsi, transparan, responsif dan melayani

7. Menekan angka kemiskinan di kabupaten Deiyai

8. Sinergi pemerintah daerah dengan berbagai stakeholder, termasuk dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat

Dari delapan misi di atas, Melkianus Mote – Ayub Pigome menetapkan tiga program paling prioritas, yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan.

Sejumlah Kebijakan: Membawa Perubahan Nyata untuk Deiyai

1. Peningkatan dan Penertiban Disiplin ASN

“Mulai hari ini saya mengajak kita semua untuk masuk kantor mulai jam 8 dan pulang jam 15.00, dengan wajib absen 2 kali pagi dan siang. Melaksanakan Apel hari Senin pagi dan hari Jumat siang, tiap bulan tanggal 17 melaksanakan apel Korpri dengan mengenakan pakaian Korpri,” kata Bupati Mote kala itu

Sejak awal, Melkianus Mote – Ayub Pigome langsung mengambil langkah tepat dan bijak. Mereka menertibkan seluruh ASN Deiyai. Disipilin ditegakkan. Absensi harian dijalankan mulai dari staf, para pejabat Eselon II hingga Bupati dan Wakil Bupati juga punya absen harian.

Diterapkannya Disiplin dengan tujuan yang baik, yakni ASN Deiyai dapat mewujudkan birokrasi yang profesional, meningkatkan pelayanan publik yang lebih baik, mendorong ASN untuk memiliki integritas dan akuntabilitas, menciptakan lingkungan kerja yang produktif. Dengan demikian, membangun Deiyai dari setiap bidang dengan profesional dan disiplin

Kebijakan ini berhasil. Seluruh kantor sudah aktif setiap hari. Perkantoran sudah bersih. Setiap hari Senin diwajibkan untuk melakukan apel bersama. Pada hari Senin, setiap ASN diwajibkan ASN dua kali, dimana Absen pada saat Apel Gabungan dan Absensi harian pada masing-masing OPD.

Melkianus Mote – Ayub Pigome membangun 11 kantor baru untuk seluruh OPD yang selama ini beberapa dinas gabung pada kantor. Kantor-kantor yang sedang dibangun ini, akan terbangun semua pada bulan Maret – April mendatang.

Demi menertibkan ASN untuk menetap di Deiyai, Melkianus Mote – Ayub Pigome juga mengeluarkan sebuah kebijakan baru. Seluruh ASN diwajibkan untuk miliki buku TABUNGANKU. Dimana, buku ini hanya bisa diakses hanya melalui Bank Papua Cabang Waghete.

Bupati Melkianus Mote juga hampir sering lakukan inspeksi mendadak (Sidak) pada setiap kantor untuk memastikan kehadiran dari para pegawai. Sehingga, peningkatan kualitas pelayanan publik sudah dirasakan

2. Terapkan e-kinerja pada Pemerintahan

Salah satu gebrakan baru sekaligus mengikuti aturan terbaru dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Adalah menerapkan e-kinerja menggunakan Sistim Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) pada pemerintahan di Deiyai. Maka itu, awal tahun 2026 Melkianus Mote – Ayub Pigome meminta kepada seluruh ASN yang sudah diberikan Nota Tugas baik itu Eselon IV, III maupun Eselon II harus mengisi Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) setiap orang

Mote menambahkan, ASN yang dinyatakan tidak memenuhi syarat oleh sistem e-kinerja, pelantikannya akan ditunda hingga memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Mohon maaf bagi ASN yang oleh sistem ditolak, yang pastinya kita akan tunda. Karena itu kesalahan sendiri,” tambahnya.

Sementara itu, untuk jabatan eselon II, Bupati Mote memastikan akan menerapkan mekanisme yang sama. Setiap pejabat yang saat ini menjabat sebagai kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan terlebih dahulu diusulkan ke BKN melalui sistem e-kinerja untuk dilakukan penilaian, baik dari aspek pangkat maupun golongan. Dengan demikian, Pemerintah Kabupaten Deiyai menegaskan komitmennya untuk melaksanakan proses pengisian jabatan secara transparan, akuntabel, dan sesuai regulasi yang berlaku.

Hal ini merupakan transformasi pada seluruh ASN di Deiyai dalam menyesuaikan dengan e-kinerja yang sudah mulai terapkan pada seluruh wilayah Indonesia. Agar, ke depan bisa disesuaikan dengan aturan yang diberlakukan BKN tersebut

3. Fokus Bangun Pendidikan dan Kesehatan dari Dasar

“Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, PAUD dan Posyandu harus berjalan seiring. Anak harus sehat dan juga harus pintar,” tegas Bupati Deiyai, Melkianus Mote pada sejumlah kesempatan di Deiyai.

Merawat Deiyai sebagai gudangnya intelektual Mee di tanah Papua menjadi sebuah kewajiban bagi Melkianus Mote – Ayub Pigome. Komitmen ini segera diwujudkan. Karena, Pendidikan dan Kesehatan sudah menjadi program prioritas selama masa kepimpinan mereka.

Menjadikan Pendidikan menjadi program utama dan prioritas ini sejalan dengan salah satu program prioritas dari Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, yakni Program Pendidikan Gratis dan Sekolah Sepanjang Hari menjadi langkah awal Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam menciptakan generasi unggul. Komitmen untuk menyediakan pendidikan tanpa biaya dan pembangunan asrama di ibu kota kabupaten bertujuan membuka akses pendidikan yang merata. Penerapan sistem Sekolah Sepanjang Hari (SSH) juga diharapkan membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh serta menekan tingkat kenakalan remaja di wilayah ini.

Untuk membangun Pendidikan Deiyai yang lebih maju, Melkianus Mote meminta kepada Dinas Pendidikan serius mengurus Pendidikan mulai dari Pendidikan Dasar, terutama Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

“Pendidikan di Deiyai harus dibangun dari bawah. Pondasinya adalah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), baik dari sisi tenaga pendidik maupun infrastrukturnya,” tegas Bupati Mote di hadapan para ASN Dinas Pendidikan

Menurut Mote, PAUD harus menjadi prioritas utama karena pembentukan karakter manusia dimulai sejak usia dini. Oleh sebab itu, seluruh PAUD yang ada di Deiyai diminta mendapat perhatian serius.

“Kepada Dinas Pendidikan, saya minta mulai sekarang fokus pelayanan langsung ke lapangan. Pantau seluruh sekolah dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Jika, sekolah yang tidak jalan KBMnya, maka sekolah itu saya akan tutup. Jauh lebih sekolah sedikit tapi guru dan murid banyak. Dari pada banyak sekolah tapi KBM tidak jalan. Jangan bangun sekolah hanya untuk kejar dana BOS saja,” ujar Bupati Deiyai, Melkianus Mote, dalam suasana apel pagi di Wagethe

“Bagi kampung yang tidak ada PAUD, kita akan fokus ke sekolah Minggu di Gereja,” Lanjut Bupati Melkianus Mote menegaskan keseriusannya untuk bangun Pendidikan untuk generasi muda demi mengantar mereka pada masa depan yang baik dan cerah

Selain Pendidikan, Fokus utama berikut Adalah Kesehatan. Untuk Kesehatan, harus dibenahi dan mulai dibangun dari dasar, yakni Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Dimana, Mote meminta, kepada Dinas Kesehatan agar hidupkan para kader beserta Posyandu di setiap kampung.

“Untuk menghasilkan SDM yang berkualitas, PAUD dan Posyandu harus berjalan seiring. Anak harus sehat dan juga harus pintar,” tegas Bupati Mote

Terkait misi mulia dari Melkianus Mote – Ayub Pigome bidang Kesehatan ini ditanggap serius oleh Dinas Kesehatan. Dimana, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Deiyai, Fransinas Rumbiak bergerak cepat untuk membangun Kesehatan. Rumbiak memulai dengan mendatangi ke Rumah Sakit Pratama Waghete dan sejumlah Puskesmas yang ada di Deiyai guna memastikan berbagai masalah dan tantangan yang ada

“Puskesmas akan terus diperkuat dari sisi manajemen, pelayanan, sarana prasarana, dan jejaring rujukan. Sementara itu, posyandu akan kita dorong menjadi pusat layanan kesehatan berbasis masyarakat yang aktif, terintegrasi, dan berdaya guna, dengan dukungan kader yang terlatih serta kolaborasi lintas sektor,” ungkap Fransina

Usai kunjungi RS Pratama Waghetem Rumbiak menyampaikan lima poin sikap dan langkah pembenahan sebagai upaya menghidupkan kembali pelayanan kesehatan di RSUD Pratama Waghete.

Pertama, penertiban dan penegasan disiplin tenaga kesehatan. Kedua, aktivasi gedung pelayanan. Ketiga, inventarisasi dan optimalisasi alat kesehatan. Keempat, penguatan manajemen dan kepemimpinan rumah sakit. Kelima, membangun kembali kepercayaan masyarakat.

“Intinya, harapan ke depan adalah menghidupkan kembali RSUD Kabupaten Deiyai dari dalam: manusianya bekerja, gedungnya berfungsi, alatnya digunakan, dan pelayanannya dirasakan nyata oleh masyarakat,” pungkas Fransina Rumbiak Mote.

4. Bangkitkan Ekonomi berbasis Daba (Miskin), Miyaa (Janda/Duda), dan Dobiyo (Yatim Piatu)

Menjadikan semua orang di Deiyai menjadi tonawi (kaya) Adalah salah satu misi utama yang sedang digenjot secara serius oleh Melkianus Mote – Ayub Pigome Adalah bangkitkan ekonomi berbasis kerakyatan terutama kaum daba (miskin), miyaa (janda/duda) dan dobiyo (yatim piatu). Bukti keseriusan itu benar-benar dilakukan sejak awal.

Berbagai bantuan kepada masyarakat Deiyai langsung digencarkan. Mulai dari bantuan rumah, bahan bangunan rumah, 100 buah perahu bagi mama-mama nelayan, bibit babi 350 ekor kepada masyarakat, pemberdayaan petani kopi, pemberdayaan petani pohon dimana Bupati Mote borong 5000 bibit pohon,

“Tahun 2026, kita akan bantu 5.000 bibit ekor babi. Tidak hanya ini, bantuan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat seperti bibit sayur-mayur, bibit kopi, bibit ikan, jalan dan perahu, rumah, alat kerja kebun, dan masih banyak bantuan lagi,” jelas Bupati Mote tentang rencana bantuan ke daba (miskin), miyaa (janda/duda) dan dobiyo (yatim piatu) seluruh kabupaten Deiyai

Untuk genjot ekonomi kerakyatan, Bupati Deiyai juga mendorong sejumlah dinas teknis untuk lakukan pendataan kepada masyarakat yang benar-benar rentan. Agar, setiap kali menurunkan bantuan harus tepat sasaran. Agar, kemandirian ekonomi itu benar-benar terwujud

Komoditas lokal menjadi pilihan utama dalam mengembangkan ekonomi seperti kopi, pisang, sayur-mayur, buah-buahan, ikan, bawang merah dan putih, bibit babi, ayam, bebek, kelinci, kambing dan sapi. Karena, jelas Bupati Mote, akan didapati dua manfaat, yakni Pengadaan bibit melalui masyarakat dan akan diperuntukkan juga kepada masyarakat

5. Pemberdayaan Pemuda dan OKP

Sumber Daya Manusia (SDM) di Deiyai pada berbagai bidang juga diberdayakan. Mulai dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Dekranasda, TP-PKK, KPA dan sejumlah Non Government Organization (NGO) yang ada di Deiyai dirangkul oleh Melkianus Mote – Ayub Pigome.

Organisasi-organisasi di atas tersebut di atas, dirangkul dalam rangka bangun Deiyai bersama sesuai bidang masing-masing. Melkianus Mote – Ayub Pigome melibatkan secara langsung organisasi-organisasi tersebut dalam berbagai kesempatan. Misalnya, Bupati Melkianus Mote bersama KADIN Deiyai menyaluarkan bantuan berupa meja belajar untuk dua sekolah di Waghete. Selain itu, Pemerintah bersama APINDO Deiyai saluarkan bantuan payung kepada mama-mama pasar di Waghete

Bupati Melkianus Mote juga menaruh perhatian serius terhadap anak muda di Deiyai. Dimana, ia turut libatkan KNPI Deiyai dalam sejumlah kegiatan pemerintahan. Selain itu, Melkianus Mote juga berkomitmen untuk serius pada sejumlah cabang olahraga unggulan. Salah satunya, Bupati Melkianus Mote memberikan dukungan nyata kepada Persidei Deiyai menjadi tim pertama mendaftarkan diri kepada Panpel Liga 4 Provinsi Papua Tengah.

6. Membenahi dan bangun Infrastruktur Dasar

Infrastruktur Dasar harus bisa menjadi pijakan utama dalam membangun sebuah daerah. Tentang hal ini disadari betul oleh Melkianus Mote – Ayub Pigome. Sehingga, sejumlah infrastruktur dasar sudah dimulai sejak dilantik. Selama tahun 2025, wajah Kota Waghete sudah mulai berubah perlahan. Seluruh jalan di seputaran kota Waghete di Aspal dan jalan berubah menjadi mulus. Waghete yang biasanya banyak sampah, kini sudah mulai bersih. Area Perkantoran Deiyai mulai berubah dimana yang dulunya tak terurus kini sudah mulai kelihatan indah. Jalanan utama dua jalur Pertigaan Tigidoo ke Waghete sudah dibangun. Sepanjang jalanan di seluruh kota Waghete dihiasi dengan lampu, walaupun pada akhirnya dihabisi oleh pencuri.

Ada sejumlah titik jalan yang gencar dibangun. Salah satunya Adalah jalan utama Kokobaya menuju Kampung Idegoo yang nantinya akan dilanjutkan ke Distrik Kapiraya. Selain itu, Pembangunan jalan baru di Distrik Bouwobado. Dan, juga jalanan menuju kampung Maatadi, Debei, Distrik Tigi Barat.

“Tahun ini (2026), dari anggaran yang ada, kita akan coba bangun. Salah satunya Adalah Asrama SMPTK Troutman Baida di Gakokebo. Selain itu, bersama Provinsi kita akan bangun jalan beruapa pengaspalan dari Kampung Gakokebo menuju Debei hingga di Kampung Puweta, Kabupaten Dogiyai,” Janji Bupati Melkias

Untuk membangun infrastruktu dasar seperti jalan, jembatan, dan bangunan, Melkianus Mote – Ayub Pigome meminta kepada seluruh masyarakat kabupaten Deiyai harus diterima dan dijaga serta dirawat dengan baik.

“Kami juga minta, jangan palang-palang semua bentuk bangunan yang kami akan bangun di setiap kampung. Jika ada kampung yang dipalang, kami tidak akan bangun kampung tersebut,” tegas Bupati Mote dalam berbagai kesempatan

Salah satunya Adalah memastikan setiap rumah harus masuk Listrik. Rabu (18/02) Bupati Deiyai datangi ke PLN Waghete dalam rangka menambah satu mesin besar dan penambahan Lokasi untuk PLN. Bupati Mote juga akan dorong listrik tenaga surya.

7. Pasukan Hijau

Salah satu gebrakan baru oleh Melkianus Mote dan Ayub Pigome Adalah melahirkan ‘Pasukan Hijau’ untuk Deiyai. Pasukan Hijau ini dibentuk dalam rangka menjadikan Deiyai terutama kota Waghete menjadi indah dan asri. Kehadiran mereka ini memberikan dampak yang baik. Kota Waghete sampah mulai berkurang.

Tantangan

Walaupun baru memimpin satu tahun, Melkianus Mote dan Ayub Pigome sudah serius dan berkomitmen membangun Deiyai. Berbagai pencapaian dalam membangun Deiyai selama satu tahun sudah Nampak dan dirasakan oleh warga Deiyai. Namun, tentunya tidak luput dari berbagai halangan dan tantangan di lapangan.

1. Penyakit Sosial

Salah Satu hal serius yang merongrong kehidupan kita penyakit sosial yang masih tinggi di kota Waghete. Salah satunya Adalah konsumsi minuman keras (Miras). Miras membawa berbagai hal negative. Salah satunya membunuh secara perlahan masa depan pemuda kabupaten Deiyai. Selain itu, akibat Miras membuat para pemuda sering memalang di jalan.

2. Pencurian

Aksi pencurian masih marak di Waghete. Sudah berulang kali terjadi pencurian pada sejumlah tempat, Baik Fasilitas umum seperti sekolah dan kantor maupun di rumah-rumah pribadi. Tidak hanya di situ, Pembangunan infrastruktur dasar seperti lampu yang dipasang oleh Melkianus Mote – Ayub Pigome sepanjang jalanan juga dibongkar dan dicuri habis.

3. Pemalangan Jalan

Salah satu hal yang menjadi penghalang Adalah pemalangan jalan yang sering dilakukan oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Mereka sering kali memalang orang maupun Pembangunan yang dibawah ke kampung-kampung.

Penutup

Hari ini, Jumat 20 Februari 2026 genap satu tahun masa kepemimpinan Melkianus Mote dan Ayub Pigome. Mote- Pigome berkomitmen membangun Deiyai dengan semangat Enaimoo Ekowai, yang berarti gotong royong atau membangun bersama sebagai fondasi kemajuan Kabupaten Deiyai.

Pada berbagai kesempatan, Bupati Melkianus Mote selalu menekankan bahwa pembangunan daerah hanya dapat berhasil melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Mote juga selalu mengajak semua pihak yang sebelumnya menjadi lawan politik dalam Pilkada, untuk bersatu membangun Deiyai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

​Guru Agama Papua Tengah Tuntut Kesetaraan Fasilitas Program PPG
Provinsi Papua Tengah Mediasi Konflik Kapiraya, Tiga Kabupaten Sepakati Tim Adat
Wakil Ketua I DPRD Deiyai Desak Penghentian Konflik di Kapiraya: “Tahan Diri, Jangan Ada Lagi Korban Nyawa”
Luar Biasa! Pemuda Asal Dogiyai Ini Luncurkan 4 Buku Sekaligus: Sebuah Nazar Intelektual
Pemerintah Kabupaten Deiyai Salurkan Bantuan Perlengkapan Sekolah di SD YPPGI Idego
Kabar Gembira! Pemprov Papua Tengah Resmi Gratiskan Sekolah, Ini Daftar Sekolah di Deiyai
Wujudkan Janji Pendidikan Gratis, Pemprov Papua Tengah Kucurkan Bantuan Studi untuk Mahasiswa USWIM Nabire
Intelektual Muda Siorus Degei Luncurkan “Caturlogi” Buku: Ikhtiar Menuju Papua yang Damai dan Berdaulat secara Epistemik

Berita Terkait

Friday, 20 February 2026 - 19:56 WIT

Setahun Pimpin, Melkianus Mote – Ayub Pigome Membawa Perubahan Nyata untuk Deiyai

Friday, 20 February 2026 - 19:25 WIT

​Guru Agama Papua Tengah Tuntut Kesetaraan Fasilitas Program PPG

Friday, 13 February 2026 - 13:17 WIT

Provinsi Papua Tengah Mediasi Konflik Kapiraya, Tiga Kabupaten Sepakati Tim Adat

Friday, 13 February 2026 - 09:03 WIT

Wakil Ketua I DPRD Deiyai Desak Penghentian Konflik di Kapiraya: “Tahan Diri, Jangan Ada Lagi Korban Nyawa”

Thursday, 12 February 2026 - 09:08 WIT

Luar Biasa! Pemuda Asal Dogiyai Ini Luncurkan 4 Buku Sekaligus: Sebuah Nazar Intelektual

Berita Terbaru

Bupati Deiyai Melkianus Mote saat meninjau lokasi perluasan lahan PLN Deiyai di Waghete bersama tim BPKAD.

Pemerintahan

Bupati Deiyai Dorong Perluasan PLN dan Energi Surya

Thursday, 19 Feb 2026 - 16:06 WIT

Suasana Pelatihan berlangsung di ruangan pertemuan PPPAKB Deiyai pada Kamis, 19/2/2026.

Pemerintahan

Dinas PPPAKB Deiyai Gelar Pelatihan Aplikasi SIGA dan Ferval Data

Thursday, 19 Feb 2026 - 10:34 WIT