Deiyai [SINAR BEMO] — Suasana khidmat sekaligus meriah menyelimuti Aula BKPSDM Kabupaten Deiyai saat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Deiyai menggelar ibadah perayaan Natal bersama. Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” yang berpatokan pada Matius 1:21-24, acara ini menjadi momentum refleksi mendalam bagi seluruh tamu undangan yang hadir.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pejabat penting di lingkungan Pemerintah Kabupaten Deiyai, di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Bapak Ambros Eria, Asisten I, sejumlah Kepala OPD, Kepala Bagian Humas, serta Kepala Distrik Tigi Timur. Kehadiran organisasi wanita seperti Ketua DWP, Tim Penggerak PKK, dan Bhayangkari turut menambah kehangatan dan rasa kebersamaan dalam perayaan tersebut.
Pesan Natal: Keluarga sebagai Wadah Keselamatan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Renungan firman Tuhan disampaikan dengan penuh inspirasi oleh Ibu Pdt. DJ. Seryati Ratu, M.Th. Dalam khotbahnya yang selaras dengan sub-tema “Peran Keluarga Menjalankan Firman Tuhan dalam Kehidupan”, ia menekankan bahwa keluarga adalah unit terkecil namun paling utama dalam menyemaikan nilai-nilai kasih Allah.
Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Deiyai dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini. Beliau menegaskan bahwa sebagai masyarakat Papua yang memegang teguh nilai kekristenan, perayaan Natal bukan sekadar seremoni, melainkan upaya menjunjung tinggi nilai kekeluargaan, kebersamaan, dan rasa saling menghormati. Beliau mengajak seluruh komunitas untuk saling menjaga satu sama lain agar suasana damai tetap terjaga selama masa Natal.
Sambutan Bupati: Makna Kehadiran Kristus
Mewakili Bupati Deiyai, Sekda Bapak Ambros Eria menyampaikan pesan yang mendalam mengenai hakikat kelahiran Yesus. “Natal adalah peristiwa iman. Meski sering diartikan sebagai hari ulang tahun, Natal berbeda karena yang lahir adalah Sang Penyelamat dunia. Dia adalah sosok dari surga yang hadir di bumi untuk kita semua,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Sekda mengingatkan para hadirin agar benar-benar memaknai tema Natal tahun ini. “Allah tidak pernah jauh dari kita. Seringkali, justru kita sendirilah yang menjauhkan diri dari-Nya. Melalui kelahiran Yesus, kita diingatkan bahwa keluarga adalah tempat pertama di mana karya keselamatan Allah dinyatakan. Di dalam keluargalah iman dan karakter dibentuk,” tambahnya.
Perayaan ini diakhiri dengan suasana penuh persaudaraan, di mana seluruh ibu-ibu anggota DWP dan tamu undangan larut dalam sukacita Natal yang kental, membuktikan bahwa semangat kolaborasi antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan di Deiyai terjalin dengan sangat harmonis.






