Dinkes Deiyai Bidang Kesmas Fokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi Melalui Evaluasi Layanan

Thursday, 7 May 2026 - 13:02 WIT

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai melalui Bidang Kesmas menggelar evaluasi kematian ibu dan bayi di ruang pertemuan Dinkes Deiyai, Kamis (7/5/2026), sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah tersebut.

Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai melalui Bidang Kesmas menggelar evaluasi kematian ibu dan bayi di ruang pertemuan Dinkes Deiyai, Kamis (7/5/2026), sebagai upaya menekan angka kematian ibu dan bayi di wilayah tersebut.

Deiyai [SINAR BEMO] — Pemerintah Kabupaten Deiyai melalui Dinas Kesehatan Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) melaksanakan kegiatan evaluasi kematian ibu dan bayi sebagai upaya menekan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Kabupaten Deiyai.

Kegiatan tersebut berlangsung di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Deiyai pada Kamis (7/5/2026). Hadir dalam kegiatan itu Kepala Bidang Kesmas Onesmus Dogopia, AM.Kp, dokter spesialis anak dr. Merry sebagai narasumber, dua dokter lainnya, tim dari provinsi, perwakilan tenaga kesehatan dari seluruh puskesmas, serta staf Dinas Kesehatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Deiyai, Ones Dogopia, AM.Kp mengatakan kegiatan evaluasi ini bertujuan memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak di seluruh wilayah Kabupaten Deiyai.

Menurutnya, seluruh tenaga kesehatan, khususnya di puskesmas, perlu meningkatkan pemantauan terhadap ibu hamil, proses persalinan, hingga tumbuh kembang bayi dan balita agar risiko kematian ibu dan anak dapat ditekan.

“Kegiatan ini menjadi prioritas utama bidang kesehatan masyarakat. Kami ingin seluruh tenaga kesehatan bekerja sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan standar pelayanan kesehatan yang berlaku,” ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui pelatihan dan pembekalan materi agar petugas di lapangan, baik di kampung maupun puskesmas, mampu memberikan pelayanan mandiri dan maksimal kepada ibu hamil dan bayi.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Ones Dogopia, AM. Kp

Dalam pemaparannya, dr. Merry menjelaskan bahwa penanganan ibu hamil dengan risiko diabetes gestasional harus dilakukan secara hati-hati dan terkontrol. Menurutnya, penggunaan insulin menjadi pilihan utama karena aman bagi janin dan tidak menembus plasenta.

Selain penggunaan insulin, ibu hamil juga harus menjaga pola makan dan asupan gizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, hingga lemak. Penanganan tersebut dilakukan secara terpadu oleh dokter kandungan, ahli gizi, dan bidan dengan pemantauan rutin kadar gula darah.

dr. Merry juga menyoroti perdarahan pasca persalinan yang masih menjadi salah satu penyebab utama kematian ibu. Ia menekankan pentingnya penanganan cepat melalui resusitasi cairan, pemantauan tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, hingga pemberian oksigen dan transfusi darah apabila diperlukan.

Dokter Spesialis Anak dr. Merry saat menyampaikan Materi.

Selain penanganan medis, ia mengingatkan tenaga kesehatan agar memberikan pendampingan psikologis kepada ibu yang mengalami keguguran atau abortus. Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan dukungan emosional dan konseling yang baik bagi ibu maupun keluarga.

Pada sesi evaluasi kematian bayi, dr. Merry mengaku prihatin terhadap tingginya angka kematian bayi di wilayah Wagete. Ia meminta seluruh tenaga kesehatan melakukan introspeksi dan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan yang diberikan kepada masyarakat.

“Kita harus bersama-sama memperbaiki pelayanan kesehatan agar angka kematian ibu dan bayi di Kabupaten Deiyai dapat terus ditekan,” ungkapnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kadinkes Deiyai Mulai Berkantor di RSUD Pratama Waghete, Fokus Benahi Pelayanan dan Administrasi Kesehatan
Dinas Kesehatan Deiyai Perkuat Program TB, Serahkan Laptop untuk Tingkatkan Pelaporan di RSUD Deiyai
RSUD Deiyai Jalani Survei Akreditasi LARSQI, Bupati Melkianus Mote Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan
Fransina Rumbiak Mote Pantau Akreditasi Puskesmas, Dorong Pelayanan yang Aman dan Berkualitas
Data Tenaga Kesehatan Deiyai Diperkuat, Dinkes Papua Tengah Turun Langsung
Bupati Deiyai Tinjau RSUD Pratama, Pemenuhan Gizi Pasien Jadi Prioritas Perbaikan Tahun Depan
Evaluasi Kematian Ibu dan Bayi, dr. Merry Tekankan Pentingnya Deteksi Dini dan Edukasi Masyarakat
Pertemuan TPK Deiyai 2026 Perkuat Peran Pendamping Keluarga dalam Percepatan Penurunan Stunting

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Thursday, 6 August 2026 - 13:59 WIT

Kadinkes Deiyai Mulai Berkantor di RSUD Pratama Waghete, Fokus Benahi Pelayanan dan Administrasi Kesehatan

Thursday, 6 August 2026 - 13:54 WIT

Dinas Kesehatan Deiyai Perkuat Program TB, Serahkan Laptop untuk Tingkatkan Pelaporan di RSUD Deiyai

Wednesday, 8 July 2026 - 09:18 WIT

RSUD Deiyai Jalani Survei Akreditasi LARSQI, Bupati Melkianus Mote Tegaskan Komitmen Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan

Thursday, 25 June 2026 - 12:47 WIT

Fransina Rumbiak Mote Pantau Akreditasi Puskesmas, Dorong Pelayanan yang Aman dan Berkualitas

Friday, 19 June 2026 - 19:55 WIT

Data Tenaga Kesehatan Deiyai Diperkuat, Dinkes Papua Tengah Turun Langsung

Berita Terbaru