Step Y. Edowai: Jangan Hanya Tapal Batas, Cari Dalang di Balik Ketegangan Suku Mee dan Kamoro

Friday, 28 November 2025 - 07:06 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Step Y. Edowai, salah satu pemuda Gereja KINGMI Papua dari Deiyai

Step Y. Edowai, salah satu pemuda Gereja KINGMI Papua dari Deiyai

Deiyai [SINAR BEMO] — Ketegangan yang berujung pada insiden tragis, termasuk pembunuhan seorang Gembala Neles Peuki di Mogodagi Kapiraya, perbatasan wilayah Suku Mee dan Suku Kamoro, menuai keprihatinan mendalam dari kalangan intelektual muda gereja. Step Y. Edowai, salah satu pemuda Gereja KINGMI Papua dari Deiyai, secara terbuka mendesak Pansus DPRD dan tim terkait untuk segera melakukan klarifikasi menyeluruh dan independen.

​Edowai menyoroti kejanggalan di balik situasi ini, mengingat sejarah kedua suku yang dikenal hidup berdampingan secara harmonis. “Dahulu antara Suku Mee dan Kamoro hidup berdampingan, kok tiba-tiba terjadi situasi menjadi tegang seperti ini?” ujar Edowai, yang merasa ada hal-hal lain yang menjadi pemicu utama konflik.

​Ia dengan tegas meminta agar Pansus tidak hanya fokus pada isu tapal batas semata. “Kami sarankan Pansus yang telah dibentuk dan tim yang akan menangani masalah ini, klarifikasi sampaikan akar-akar jangan dilihat soal tapal batas saja, tetapi harus klarifikasi baik-baik sebab ini pasti ada menyimpan hal lain agar semua terungkap,” tambahnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Dalam pernyataannya, Edowai juga mengutuk keras pelaku pembunuhan terhadap Hamba Tuhan/Gembala di Kapiraya. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai perbuatan yang tidak beradab dan tidak beragama, terutama menjelang bulan damai perayaan Natal.

​Tujuan utama desakan ini adalah untuk membongkar tuntas dalang di balik ketegangan yang terjadi, sehingga akar masalah dapat teratasi. Edowai berharap, dengan terungkapnya semua fakta, kerukunan dan kehidupan harmonis antara Suku Mee dan Suku Kamoro dapat kembali terjalin seperti sediakala.

​”Kami mengajak melalui pihak terkait PANSUS DPRD segera klarifikasi masalah, baik-baik masalahnya itu dalangnya dari mana… agar kedepannya kembali seperti dulu, agar hidup tetap harmonis antara kedua Suku ini,” tutupnya.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tim Harmonisasi Deiyai Tampung Aspirasi Masyarakat Mee di Kapiraya
Tim Harmonisasi Deiyai dan Dogiyai Desak Kolaborasi Mimika untuk Selesaikan Konflik Mee–Kamoro di Kapiraya
Suara dari Mogodagi: Masyarakat Kapiraya Desak Penegasan Batas Adat dan Keadilan Hukum
Akses Jalan Terhambat, Masyarakat Kapiraya Desak Percepatan Pembangunan Jalur Darat demi Pelayanan Publik
Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro
Tim Harmonisasi Pemkab Deiyai Dihadang, Upaya Penyelesaian Konflik Kapiraya Terhambat
Akses Udara Terbuka, Bantuan Pangan Pemkab Deiyai Tiba di Kapiraya
Anace Yuppy Apresiasi Langkah Serius Pemprov Papua Tengah Selesaikan Sengketa Tapal Batas Adat Kapiraya

Berita Terkait

Wednesday, 11 March 2026 - 20:37 WIT

Tim Harmonisasi Deiyai Tampung Aspirasi Masyarakat Mee di Kapiraya

Wednesday, 11 March 2026 - 20:02 WIT

Tim Harmonisasi Deiyai dan Dogiyai Desak Kolaborasi Mimika untuk Selesaikan Konflik Mee–Kamoro di Kapiraya

Wednesday, 11 March 2026 - 19:47 WIT

Suara dari Mogodagi: Masyarakat Kapiraya Desak Penegasan Batas Adat dan Keadilan Hukum

Friday, 6 March 2026 - 17:30 WIT

Akses Jalan Terhambat, Masyarakat Kapiraya Desak Percepatan Pembangunan Jalur Darat demi Pelayanan Publik

Monday, 2 March 2026 - 17:52 WIT

Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro

Berita Terbaru

Bupati Deiyai Melkianus Mote melantik Beatrix Waine sebagai Pj Kepala Kampung Wagomani di Deiyai, Senin (20/4/2026).

Pemerintahan

Bupati Deiyai Lantik Pj Kepala Kampung Perempuan Pertama di Wagomani

Monday, 20 Apr 2026 - 11:04 WIT