Perjalanan Musik Senior Edowai: Dari Gitar Kapok hingga Tetap Lincah di Tahun 2025

Saturday, 20 September 2025 - 12:28 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

"Senior Edowai, gitaris otodidak asal Deiyai yang memulai karier musik sejak usia 8 tahun dengan gitar Kapok, tetap lincah dan inspiratif hingga tahun 2025."

Deiyai [SINAR BEMO] — Senior Edowai adalah sosok anak muda yang sejak kecil telah menunjukkan bakat luar biasa dalam dunia musik. Ia memulai perjalanannya sekitar tahun 1999, ketika masih berusia 8 tahun. Saat itu, Senior memiliki sebuah gitar akustik merek Kapok—satu-satunya gitar yang menjadi saksi awal langkah musiknya.

Saya sendiri, Simion Kotouki, adalah teman masa kecilnya dan menjadi saksi bagaimana semangat Senior tumbuh sejak dini. Hampir setiap hari kami berkunjung ke rumahnya, sekadar untuk menyaksikan dan menikmati petikan gitar yang ia mainkan. Meskipun hanya menguasai beberapa kunci dasar seperti D, G, dan A, permainan Senior selalu terdengar hidup dan penuh semangat.

Kecintaannya terhadap musik tidak berhenti di rumah. Setiap ibadah sekolah minggu, Senior selalu membawa gitar dan bermain bersama kakak-kakak senior di gereja. Ia rajin mengikuti latihan musik, khususnya ketika persiapan lagu-lagu persembahan pujian. Dari sanalah kepekaannya terhadap musik semakin terasah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seiring bertambahnya usia, kemampuan musiknya berkembang pesat. Ia mulai menguasai berbagai gaya bermain melodi gitar, mulai dari Waltz, Pop, Slow, hingga musik khas Melanesia yang banyak digemari di Papua New Guinea (PNG). Karakter permainan gitarnya semakin matang, bahkan ia sering mendapat giliran memainkan melodi dalam ibadah sekolah minggu.

Hal yang luar biasa adalah bagaimana ia belajar tanpa teori dasar musik yang lengkap. Berbeda dengan generasi sekarang yang mudah mendapatkan akses pembelajaran musik melalui teknologi, Senior berkembang di tengah keterbatasan. Di Deiyai pada masa itu, teknologi belum banyak menjangkau masyarakat. Namun, berkat ketekunan, konsentrasi, dan kemampuan mengamati, Senior mampu “mencuri” pengetahuan dari para pemain senior. Ia berlatih hanya dengan mengandalkan pendengaran dan naluri musikalnya, bahkan tanpa mengenal nama-nama chord secara teori.

Perjalanan hidupnya tidak selalu mulus. Setelah berkeluarga dan memiliki anak, Senior sempat mengalami gangguan jiwa yang membuatnya harus berpisah dengan istrinya. Meski demikian, hal ini tidak mematikan semangat dan bakat musiknya. Justru yang patut dikagumi, setelah kondisi mentalnya membaik, kelincahannya bermain gitar tetap terjaga.

Seperti yang diketahui oleh banyak musisi, menjaga kelenturan jari dalam bermain gitar bukanlah hal mudah. Dibutuhkan latihan rutin, seperti senam jari, agar tidak kaku. Namun, uniknya, meski Senior sempat berhenti cukup lama, kecepatan dan keluwesan jarinya tetap terjaga seolah ia tidak pernah kehilangan sentuhannya.

Kini, memasuki tahun 2025, kemampuan dan kelincahan musik Senior Edowai masih terawat rapi. Ia tetap mampu memainkan melodi dengan penuh perasaan, menghibur, dan memberi inspirasi bagi siapa saja yang mendengar. Perjalanan hidupnya menjadi bukti bahwa musik bukan hanya sekadar hobi, melainkan sebuah anugerah yang melekat erat dalam dirinya.

Senior Edowai adalah contoh nyata bahwa bakat, ketekunan, dan semangat mampu mengalahkan keterbatasan, bahkan mampu bertahan meski badai kehidupan sempat datang menghampiri.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Akses Jalan Terhambat, Masyarakat Kapiraya Desak Percepatan Pembangunan Jalur Darat demi Pelayanan Publik
Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro
Tim Harmonisasi Pemkab Deiyai Dihadang, Upaya Penyelesaian Konflik Kapiraya Terhambat
Akses Udara Terbuka, Bantuan Pangan Pemkab Deiyai Tiba di Kapiraya
Anace Yuppy Apresiasi Langkah Serius Pemprov Papua Tengah Selesaikan Sengketa Tapal Batas Adat Kapiraya
Hentikan Provokasi di Media Sosial, Pemuda Katolik Deiyai Desak Penyelesaian Damai Batas Wilayah
Dukung Langkah Tegas Kapolda, Fraksi Kelompok Khusus DPR PT Desak Penutupan Tambang Ilegal di Kapiraya
Pertemuan di Timika, Pemprov Papua Tengah Fasilitasi Penyelesaian Tapal Batas Adat Kamoro–Mee di Kapiraya

Berita Terkait

Friday, 6 March 2026 - 17:30 WIT

Akses Jalan Terhambat, Masyarakat Kapiraya Desak Percepatan Pembangunan Jalur Darat demi Pelayanan Publik

Monday, 2 March 2026 - 17:52 WIT

Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro

Monday, 2 March 2026 - 10:53 WIT

Akses Udara Terbuka, Bantuan Pangan Pemkab Deiyai Tiba di Kapiraya

Friday, 27 February 2026 - 04:54 WIT

Anace Yuppy Apresiasi Langkah Serius Pemprov Papua Tengah Selesaikan Sengketa Tapal Batas Adat Kapiraya

Friday, 27 February 2026 - 04:45 WIT

Hentikan Provokasi di Media Sosial, Pemuda Katolik Deiyai Desak Penyelesaian Damai Batas Wilayah

Berita Terbaru