Pemuda Meepago Mendesak Tapal Batas Wilayah Diikuti Letak Geografis Adat, Singkirkan Kepentingan Politik

Thursday, 30 October 2025 - 12:54 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Yakson Kotouki Tokoh Pemuda Meepago Papua Tengah.

Yakson Kotouki Tokoh Pemuda Meepago Papua Tengah.

Deiyai ​​[SINAR BEMO] — Perwakilan Pemuda Wilayah Adat Meepago , Yakson Kotouki , dengan tegas meminta Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan delapan pimpinan kabupaten untuk segera menyelesaikan persoalan tapal batas wilayah pemerintahan dengan berpegangan pada letak geografis yang telah ditetapkan oleh Tuhan dan leluhur. Ia menekankan pentingnya menyingkirkan pemangku kepentingan non-adat dalam proses pengambilan keputusan ini guna mencegah konflik horizontal.

​Tapal Batas Adat Lebih Dulu Ada

Kotouki menegaskan bahwa hak atas wilayah pemerintahan dan hak adat terkait batas tapal harus mengikuti bentuk wilayah geografis sesuai ketentuan adat dan leluhur. Menurutnya, batas-batas wilayah sudah ada jauh sebelum pemerintah hadir di Tanah Papua.

Oleh karena itu, ia menabrak seluruh pimpinan, terutama empat bupati di wilayah MEEpago—yaitu Bupati Deiyai ​​Melkianus Mote , Bupati Dogiyai Yudas Tebai , Bupati Mimika Yohanes Rettob , dan Bupati Paniai Yanpit Nawipa —bersikap bijaksana dalam menentukan batas tapal antar kabupaten sesuai letak geografis yang sudah diwariskan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Cegah Konflik, Pentingnya Musyawarah

Pemuda MEEpago menyampaikan peringatan keras kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pimpinan delapan kabupaten agar segera mengadakan rapat pembahasan batas wilayah secara komprehensif sebelum terjadi konflik antara suku dan marga. Penegasan batas ini krusial untuk menyiapkan aset daerah dan menjaga daerah yang aman dan nyaman .

“Khusus untuk kabupaten Mimika, Deiyai, Dogiyai dan Paniai, ikuti letak alur geografis yang sudah ditentukan oleh Tuhan dan leluhur pemilik wilayah MEEpago, singkirkan pemangku kepentingan dalam persoalan tapal batas sebelum ada pemekaran,” tegas Kotouki. Ia menambahkan bahwa penetapan kebijakan tapal batas tidak boleh diambil secara sewenang-wenang tanpa melibatkan pihak yang berwenang dari adat.

​Kepastian Hukum dan Tertib Administrasi

Yakson Kotouki juga menyoroti bahwa persoalan tapal batas ini sangat penting untuk terciptanya dokumen administrasi pemerintahan serta memberikan kejelasan dan kepastian hukum atas batas-batas integritas wilayah suatu daerah.

Ia menambahkan bahwa penegasan batas wilayah bertujuan untuk menciptakan tertib administrasi yang memenuhi aspek teknis dan yuridis, namun ia memastikan bahwa proses ini tidak akan Menghapus hak atas tanah, kepemilikan aset, hak ulayat daerah , dan hak masyarakat adat setempat.

​Ajakan Sinergi dan Kearifan Lokal

Kotouki berharap, dengan adanya penegasan batas wilayah ini, seluruh pihak dapat bekerja sama, berkoordinasi, dan bersinergi dalam menyelesaikan masalah batas daerah. Ia kembali menegaskan perlunya menyingkirkan pemangku kepentingan non-adat untuk menjaga kehidupan rukun tanpa permasalahan terkait batas-batas wilayah.

Dengan itu musti penyelesaian secara arif , tutup Yakson Kotouki, menekankan bahwa seluruh pimpinan, termasuk Gubernur Papua Tengah, Ketua MRP Papua Tengah Agustinus Anggaibak, perwakilan Pokja adat MRP Papua Tengah , serta para tokoh adat dan seluruh komponen masyarakat, adalah anak adat yang berkewajiban menjaga situasi yang kondusif.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Akses Jalan Terhambat, Masyarakat Kapiraya Desak Percepatan Pembangunan Jalur Darat demi Pelayanan Publik
Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro
Tim Harmonisasi Pemkab Deiyai Dihadang, Upaya Penyelesaian Konflik Kapiraya Terhambat
Akses Udara Terbuka, Bantuan Pangan Pemkab Deiyai Tiba di Kapiraya
Anace Yuppy Apresiasi Langkah Serius Pemprov Papua Tengah Selesaikan Sengketa Tapal Batas Adat Kapiraya
Hentikan Provokasi di Media Sosial, Pemuda Katolik Deiyai Desak Penyelesaian Damai Batas Wilayah
Dukung Langkah Tegas Kapolda, Fraksi Kelompok Khusus DPR PT Desak Penutupan Tambang Ilegal di Kapiraya
Pertemuan di Timika, Pemprov Papua Tengah Fasilitasi Penyelesaian Tapal Batas Adat Kamoro–Mee di Kapiraya

Berita Terkait

Friday, 6 March 2026 - 17:30 WIT

Akses Jalan Terhambat, Masyarakat Kapiraya Desak Percepatan Pembangunan Jalur Darat demi Pelayanan Publik

Monday, 2 March 2026 - 17:52 WIT

Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro

Monday, 2 March 2026 - 10:53 WIT

Akses Udara Terbuka, Bantuan Pangan Pemkab Deiyai Tiba di Kapiraya

Friday, 27 February 2026 - 04:54 WIT

Anace Yuppy Apresiasi Langkah Serius Pemprov Papua Tengah Selesaikan Sengketa Tapal Batas Adat Kapiraya

Friday, 27 February 2026 - 04:45 WIT

Hentikan Provokasi di Media Sosial, Pemuda Katolik Deiyai Desak Penyelesaian Damai Batas Wilayah

Berita Terbaru