DEIYAI, SINAR BEMO — Pemerintah Kabupaten Deiyai terus memperkuat pelayanan keluarga berencana (KB) melalui peningkatan tata kelola alat dan obat kontrasepsi. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman petugas serta mendukung kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Penguatan tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penggerakan Sistem Tata Kelola Alat dan Obat Kontrasepsi di Kabupaten Deiyai yang berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Deiyai, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan ini diikuti sejumlah pihak terkait dengan menghadirkan narasumber dari Provinsi Papua Tengah. Materi yang disampaikan mencakup tata kelola alat dan obat kontrasepsi serta pengelolaannya guna mendukung pelayanan keluarga berencana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten III Setda Kabupaten Deiyai, Daniel Bunai, S.T.
Dalam sambutannya, Daniel menekankan pentingnya pemahaman yang baik mengenai alat dan obat kontrasepsi, terutama bagi petugas yang bertugas memberikan pelayanan dan edukasi kepada masyarakat.
Menurutnya, pemahaman yang tepat diperlukan agar informasi mengenai kontrasepsi dapat disampaikan secara benar, jelas, dan mudah dipahami sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Ia berharap pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut dapat diteruskan kepada masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan informasi mengenai pelayanan keluarga berencana.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Deiyai, Robi Bobi, S.Sos., mengatakan kegiatan tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai alat dan obat kontrasepsi.
Menurut Robi, pemahaman tentang kontrasepsi tidak hanya diperlukan oleh perempuan, tetapi juga oleh laki-laki. Keterlibatan kedua pihak dinilai penting dalam meningkatkan kesadaran dan pemahaman mengenai keluarga berencana.
Ia mengungkapkan, masih terdapat masyarakat laki-laki yang belum memahami penggunaan dan manfaat alat serta obat kontrasepsi. Oleh karena itu, peran tenaga kesehatan diperlukan untuk memberikan edukasi yang tepat kepada masyarakat.
Selain meningkatkan pemahaman, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi lintas sektor, yang melibatkan DP3AKB, Dinas Kesehatan, dan Bagian Hukum.
Koordinasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan program keluarga berencana secara terpadu, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Deiyai berharap melalui penguatan tata kelola ini, pengelolaan dan ketersediaan alat serta obat kontrasepsi dapat berjalan lebih baik, sehingga pelayanan keluarga berencana dapat menjangkau masyarakat secara efektif.













Komentar