DEIYAI, SINAR BEMO — 19 Agustus 2026. Turnamen IPMANAPANDODE Se-Jawa dan Bali Cup X Tahun 2026 resmi dibuka melalui rangkaian kegiatan H-1 dan gladi bersih yang berlangsung di Lapangan Yuwonotaida, Kampung Bomou II, Distrik Tigi, Kabupaten Deiyai, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.45 WIT tersebut dihadiri oleh panitia pelaksana, manajer dan official tim, alumni, tokoh masyarakat, pemuda, serta orang tua dari Kampung Bomou.
Gladi bersih dilaksanakan untuk memastikan seluruh persiapan turnamen berjalan sesuai rencana. Panitia melakukan pengecekan berbagai kebutuhan teknis, termasuk pendataan tim peserta, verifikasi pemain, serta pengisian daftar susunan pemain (line-up) sebelum pertandingan dimulai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Koordinator Olahraga, Yance Kudiai, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan tahapan penting sebelum turnamen resmi digelar.
Menurutnya, kesiapan administrasi dan teknis harus dipastikan sejak awal agar seluruh pertandingan dapat berlangsung tertib dan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama.
Rangkaian kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Ketua Panitia Natal, Seminar, dan Tahun Baru, Januarius Magai.
Dalam sambutannya, Januarius menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Deiyai, masyarakat Bomou, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Turnamen IPMANAPANDODE Se-Jawa dan Bali Cup X Tahun 2026.
Ia menjelaskan bahwa turnamen tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarmahasiswa serta membangun kebersamaan di antara generasi muda Meepago.
Alumni IPMANAPANDODE Jogja-Solo, Emanuel Pekei, S.Ak., turut mengajak seluruh peserta untuk menjaga sportivitas dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan selama turnamen berlangsung.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya mahasiswa untuk menggalang dana sebagai bentuk dukungan terhadap berbagai kebutuhan ketika kembali ke kota studi.
Sementara itu, perwakilan pemuda dan masyarakat Bomou, Amago-Oneibo, mengingatkan seluruh peserta, suporter, dan masyarakat agar bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama turnamen berlangsung.
Pesan serupa juga disampaikan oleh perwakilan orang tua masyarakat Bomou. Ia menegaskan bahwa turnamen tersebut merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa sehingga membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat.
Ia juga mengajak masyarakat untuk melihat para mahasiswa sebagai generasi penerus yang akan berperan dalam pembangunan daerah pada masa mendatang.
Sebagai simbol dimulainya turnamen, kegiatan ditandai dengan penendangan bola oleh perwakilan orang tua dan tokoh masyarakat.
Melalui kegiatan ini, panitia berharap Turnamen IPMANAPANDODE Se-Jawa dan Bali Cup X Tahun 2026 dapat berlangsung dengan aman, tertib, serta menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan semangat sportivitas di kalangan generasi muda Meepago.













Komentar