Deiyai [SINAR BEMO] – Suasana khidmat dan penuh antusiasme menyelimuti ruang komputer SMAK Aweidabi Deiyai pada Kamis (12/3/2026). Para siswa kelas XII mengikuti ujian presentasi karya ilmiah, sebuah tahapan penting dalam perjalanan akademik mereka menjelang kelulusan.
Kegiatan ini menjadi momen bagi para siswa untuk memaparkan hasil penelitian yang telah mereka kerjakan secara mandiri dengan bimbingan guru selama hampir dua tahun.
Proses Panjang Hampir Dua Tahun
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Guru Pembimbing Karya Ilmiah sekaligus Guru Bahasa Indonesia, Emanuel Mote, menjelaskan bahwa proses penyusunan karya ilmiah tersebut telah dimulai sejak Agustus 2024.
Selama proses tersebut, para siswa mendapatkan pendampingan intensif yang dilakukan secara rutin dua kali dalam seminggu.
Pendampingan itu mencakup berbagai tahapan penting, antara lain:
1. Pemilihan judul penelitian yang relevan
2. Penyusunan kerangka berpikir dan metodologi penelitian
3. Perbaikan tata bahasa sesuai kaidah literasi ilmiah
4. Penelitian lapangan hingga pengolahan data
“Selama ini mereka didampingi secara rutin dua kali dalam seminggu. Hingga hari ini, melihat mereka tampil mempresentasikan hasil penelitian dengan penuh antusias di depan para penguji menjadi kebanggaan tersendiri,” ujar Emanuel Mote.
Diuji oleh Dewan Penguji Berpengalaman
Dalam ujian tersebut, kesiapan akademik dan kemampuan berpikir kritis para siswa diuji langsung oleh dewan penguji yang terdiri dari tenaga pendidik berpengalaman, yakni:
Irene Ukago, S.Pd., Gr.
Marsel Bukega, S.T.
Yanuarius Tatogo, SS., Gr.
Para penguji tidak hanya menilai hasil penelitian, tetapi juga memberikan berbagai masukan, kritik, dan saran konstruktif guna menyempurnakan karya ilmiah para siswa.
Meski suasana sidang cukup menegangkan, para siswa mampu menunjukkan kematangan berpikir, kemampuan analisis, serta keberanian dalam mempertahankan argumen ilmiah, sesuatu yang dinilai luar biasa untuk tingkat sekolah menengah.
Diharapkan Memberi Kontribusi bagi Daerah
Lebih dari sekadar syarat kelulusan, kegiatan ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
Emanuel Mote berharap hasil penelitian para siswa dapat menjadi bekal penting saat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
“Semoga hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat, baik bagi pemerintah daerah, masyarakat luas, maupun bagi para pembaca secara umum,” tutupnya.
Melalui kegiatan ini, SMAK Aweidabi Deiyai kembali menegaskan komitmennya dalam membina generasi muda yang kritis, analitis, dan mampu menyampaikan gagasan berbasis data dan penelitian ilmiah.












