Donatus Mote Dukung Langkah Bupati Berantas Miras dan Narkoba di Deiyai

Sunday, 28 September 2025 - 20:13 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Fraksi Kelompok Khusus DPR PT, Donatus Mote.

Ketua Fraksi Kelompok Khusus DPR PT, Donatus Mote.

Deiyai [SINAR BEMO] — Komitmen Pemerintah Kabupaten Deiyai di bawah kepemimpinan Bupati Melkias Mote untuk memberantas peredaran minuman keras (miras) dan narkoba mendapat dukungan kuat dari legislatif. Namun, dukungan ini disertai dengan desakan agar komitmen tersebut segera diterjemahkan dalam tindakan nyata di lapangan, khususnya melalui penutupan total tempat-tempat penjualan miras.

​Ketua Fraksi Kelompok Khusus DPRP-T, Donatus Mote, menyatakan dukungan penuhnya sekaligus menyampaikan pandangan yang tegas. “Bila tidak dijual, maka tidak ada orang beli minuman,” ujar Donatus Mote, menggarisbawahi akar permasalahan peredaran miras di wilayah Waghete dan sekitarnya.

Padamkan Api, Hilangkan Asap Hitam

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Donatus Mote menggunakan analogi kuat, “Harus padamkan api agar asap hitam tidak mengepung bumi Deiyai.” Menurutnya, selama tempat penjualan minuman keras beroperasi, masalah sosial yang ditimbulkan akan terus ada. Oleh karena itu, ia menawarkan solusi tunggal: Pemerintah dan masyarakat harus segera sepakat untuk menutup semua tempat penjualan minuman keras dari Tanah Kudus Deiyai.

​Ia secara spesifik menyoroti surat izin usaha yang mungkin telah dikeluarkan pemerintah. “Apabila ada surat izin pemerintah untuk berdagang minuman keras, maka demi nilai kemanusiaan harus dicabut kembali,” tegasnya.

Dilema PAD vs. Keselamatan Manusia

​Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap dilema kebijakan yang sering dihadapi pemerintah daerah, yakni potensi benturan antara upaya pemberantasan miras dengan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari pajak usaha miras.

​Donatus Mote mengakui bahwa izin usaha miras mungkin diberikan untuk menambah PAD. Namun, ia menekankan bahwa keuntungan materi tidak dapat mengalahkan kerugian sosial dan kemanusiaan yang ditimbulkan miras, yang berlawanan dengan nilai adat budaya dan nilai agama setempat.

​”Ini menjadi sebuah tantangan dan uji nyali, apakah pemerintah daerah mampu ambil sikap tegas untuk tutup tempat-tempat miras, ataukah demi penghasilan asli Daerah harus diabaikan? Tentu saja dalam hal ini harus ambil keputusan yang bijak demi keselamatan manusia,” katanya.

​Donatus Mote menutup pernyataannya dengan menegaskan prioritas pembangunan: Manusia lebih penting daripada PAD. “Pemerintah hadir karena adanya manusia, bukan karena adanya miras. Maka ini saatnya benar-benar berantas miras dari tanah Deiyai,” pungkasnya. Desakan ini menjadi seruan bagi semua elemen masyarakat, tokoh pemuda, adat, agama, dan intelektual, untuk bersatu mewujudkan komitmen Bupati Melkias Mote di lapangan.

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro
Tim Harmonisasi Pemkab Deiyai Dihadang, Upaya Penyelesaian Konflik Kapiraya Terhambat
Akses Udara Terbuka, Bantuan Pangan Pemkab Deiyai Tiba di Kapiraya
Anace Yuppy Apresiasi Langkah Serius Pemprov Papua Tengah Selesaikan Sengketa Tapal Batas Adat Kapiraya
Hentikan Provokasi di Media Sosial, Pemuda Katolik Deiyai Desak Penyelesaian Damai Batas Wilayah
Dukung Langkah Tegas Kapolda, Fraksi Kelompok Khusus DPR PT Desak Penutupan Tambang Ilegal di Kapiraya
Pertemuan di Timika, Pemprov Papua Tengah Fasilitasi Penyelesaian Tapal Batas Adat Kamoro–Mee di Kapiraya
Bupati Melkianus Percayakan Ernes Kotouki Pimpin Misi Damai di Kapiraya

Berita Terkait

Monday, 2 March 2026 - 17:52 WIT

Kepala Suku Distrik Kapiraya Sesalkan Penghadangan Tim Harmonisasi oleh Oknum Suku Kamoro

Monday, 2 March 2026 - 15:00 WIT

Tim Harmonisasi Pemkab Deiyai Dihadang, Upaya Penyelesaian Konflik Kapiraya Terhambat

Friday, 27 February 2026 - 04:54 WIT

Anace Yuppy Apresiasi Langkah Serius Pemprov Papua Tengah Selesaikan Sengketa Tapal Batas Adat Kapiraya

Friday, 27 February 2026 - 04:45 WIT

Hentikan Provokasi di Media Sosial, Pemuda Katolik Deiyai Desak Penyelesaian Damai Batas Wilayah

Friday, 27 February 2026 - 04:26 WIT

Dukung Langkah Tegas Kapolda, Fraksi Kelompok Khusus DPR PT Desak Penutupan Tambang Ilegal di Kapiraya

Berita Terbaru